Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 284: Sudah Biasa Terjadi


__ADS_3

"HAH?! TUNGGU ... MENGAPA KAU MENYALAHKANKU BROCK?! BUKANKAH INI ADALAH SIKAPKU SENDIRI?! AKU TELAH MENJADI DIRIKU SENDIRI MENGAPA KAU IKUT CAMPUR URUSANKU HAH?!"


"KAU ITU SELALU MENYEBALKAN, KONYOL DAN SEPERTINYA HAL ITU TIDAK BISA LEPAS DARIMU VINCENT!"


"APAAA?! KAU SENDIRI SELALU SERIUS DALAM BERBAGAI HAL, DAN AKU SAMA SEKALI TIDAK MEMPERMASALAHKAN HAL ITI! AKU TIDAK PEDULI BROCK, AKU ADALAH AKU KAU ADALAH KAU!"


"BISAKAH KAU BERHENTI UNTUK BERSIKAP MENYEBALKAN SEPERTI INI HAH?!" Brock tidak mau kalah dari omongan Vincent, kejengkelannya itu tengah memuncak dan pada akhirnya ia tetap menganggap Vincent adalah orang yang selalu membuatnya kesal juga.


"APAA?!"


Dan begitulah, mulanya kedua insan ini terlihat saling setuju satu sama lain, namun pada akhirnya berakhir dengan hal yang selalu saja sama; keduanya tidak mau mengalah satu sama lain.

__ADS_1


Danny dan Patricia hanya bisa terdiam, terkhusus Patricia ia tidak habis pikir mengapa kedua orang ini mudah sekali untuk bertengkar satu sama lain, padahal memang masalah yang terjadi adalah masalah yang sepele.


Yang terjadi di sini saat ini adalah sebuah perdebatan antara kedua lelaki yang memang keduanya merasa benar dan belum juga menemukan titik temu untuk beberapa saat.


Patricia menandang Danny dengan tatapan cemas, seketika itu juga Danny tahu ini pertama kalinya Patricia melihat perdebatan alot Brock dan Vincent ini; Danny sendiri tidak begitu terkejut mengenai bagaimana mereka berdebat itu, karena sewaktu dulu di sel pun Danny sering melihat kejadian seperti ini.


"Ja-jangan khawatir, mereka akan segera berhenti dan baikan kok." Danny meyakinkan Patricia dan kemudian tersenyum ketika melihat mereka berdebat itu.


Kini gadis itu berharap hal itu tidak akan terjadi, karena sepertinya akan merepotkan melihat ketiga pria bertengkar karena hal sepele seperti ini.


"HUH! TERSERAH KAU BROCK!" Pernyataan pamungkas Vincent sudah dikeluarkan, saat ini perdebatan mereka nampaknya sudah usai.

__ADS_1


"Su-sudahlah." Danny tidak melerai mereka karena memang perdebatan ini sering terjadi dan ia tidak perlu khawatir tentang ini.


Ia hanya menunggu mereka berdebat untuk beberapa saat dan biasanya memang suka berakhir dengan sendirinya; ritmenya sudah diketahui karena Danny sudah sedikit mengenal Brock dan Vincent.


"Jadi intinya, aku memutuskan untuk mengikutimu Danny," ujar Vincent dengan penuh keyakinan.


"K-kau? Apa kau yakin Vincent?" Danny nampaknya masih belum percaya mengapa Vincent mau untuk tetap ikut bersamanya, padahal memang ia sudah menjelaskan bahaya yang mungkin bisa saja muncul bilamana orang berada di dekatnya.


"Tentu aku yakin, alasanku sederhana, aku tidak mungkin bisa hidup dengan tenang setelah mengetahui tempat yang kita tinggali ini berada dalam bahaya; maka dari itu, apa yang harus dilakukan agar tempat ini aman, aku akan melakukannya."


"Ja-jadi kau tidak berniat untuk lari dari cerita yang telah kuceritakan itu? Bukankah lebih baik kau menjauhi bahaya daripada mendekatinya?" Danny berusaha membuat Vincent sadar bahwa memang akan ada bahaya yang tidak main-main nantinya; mungkin juga pemikiran Vincent soal menjauhi bahaya adalah hal yang mutlak, pria seperti dirinya sudah pasti tidak mau direpotkan dengan hal-hal yang membahayakan.

__ADS_1


"Aku tahu Danny, sebenarnya memang itu yang akan kulakukan, setidaknya sebelum aku mengetahui kenyataan keadaan dunia sebenarnya saat ini."


__ADS_2