
“Energi Gelap: Rantai Gelap.”
SRIIINGG!
“UGH!” Muncullah rantai-rantai gelap super kuat yang menahan Raven!
Lagi-lagi raja iblis menggunakan teknik yang sama lagi!
GYUT!
Yang lebih kuat dan lebih baik dari serangan aslinya!
‘Sial!’ Raven berusaha menggerakkan badannya, namun apa daya, ia rantai yang mengikatnya begitu keras!
Kreeeet….
“AAAAH!” Raven tak kuasa menahan sakitnya. Tubuhnya ditarik paksa dari dua arah!
Kedua tangan dan kakinya direnggangkan. Begitu menyakitkan!
“….” Archifer terdiam, ia tidak senang mendengar jeritan putri sendiri, namun ia terpaksa melakukanny karena tak ada cara lain lagi.
“Haaa… haah….” Raven tertunduk, kalau begini terus tubuhnya bisa terbelah dua….
‘SIAL!’
Raven berusaha mengumpulkan kekuatan gelap, namun entah kenapa ia tidak bisa mengeluarkan kekuatannya!
Tidak biasanya seperti ini, jangan-jangan!?
‘Dia!?’ Raven terdiam, lawannya itu raja iblis kekuatan gelap utamanya sanggup mengendalikan kekuatan gelap iblis lain.
“Teknik Gelap: Kendali Gelap.” Archifer memandang tajam dengan sorot mata merah mengerikan. Ia benar-benar terlihat serius.
“!” Perlahan namun pasti Raven mulai kehilangan kekuatannya. Rantai yang mengikatnya juga menyedot kekuatannya!
Kreett….
Archifer terdiam, putrinya itu terus saja berusaha meski sia-sia, tidak ada gunanya selain mempercepat kekalahannya saja.
“Menyerahlah putriku.” Archifer memandangnya penuh arti, sampai detik ini pun ia masih memintanya berhenti.
Bisa bertahan dari satu tinjuan serius miliknya adalah pencapaian hebat, tidak perlu dilanjutkan lagi. Archifer tahu putrinya akan jadi penerusnya yang lebih hebat.
“….” Raven terdiam, ia tertunduk, begitu lemas dan tidak berdaya. Darah pun mengalir dari tangan dan kakinya.
‘….’
__ADS_1
“Sialan… aku…” Raven mengangkat kepalanya dengan bangga, dengan lukanya itu ia masih bisa tersenyum kecil.
“….” Suaranya tak keluar, ia sudah diambang batasnya.
Menggelikan sekali, ia bahkan tidak bisa membuat raja iblis itu kewalahan. Kalau begitu bagaimana mungkin bisa menghentikannya?
Archifer memandangnya dengan penuh arti, ia merasakan tekad putrinya yang tak kunjung padam meski sudah tak berdaya.
‘Putriku….’ Inilah akhirnya. Raja iblis tidak melihat titik balik putrinya. Dia tidak bisa diubah lagi.
Archifer tak mungkin memanipulasi putrinya sendiri. Itu cara yang buruk.
Raven tersenyum lebar, sementara lukanya makin banyak mengalir….
‘Heh setidaknya kita mati bersama Danny.’ Raven perlahan menutup matanya, ia bangga bisa mempertahankan keyakinannya sampai akhir.
Sebuah ironi berakhir ketika niat menyelamatkan. Tapi Raven tak menyesali keputusannya ini.
Lagipula inilah pertemuan pertamanya dengan sang ‘ayah’ sejak ribuan tahun yang lalu.
‘Yah, pasti ada yang menghentikannya meski bukan aku.’ Gadis serba hitam ini santai sekali meski tahu akhir sudah di depan matanya.
Raven tidak memalingkan pandangannya, tekadnya tidak memudar sama sekali, ia menghadapi takdirnya dengan bangga.
Sebelum akhirnya, sorot matanya perlahan berubah….
Raja iblis tiba-tiba terhempas jauh begitu saja!
‘A- ada apa!?’
KRAK!
Semua rantai yang mengikatnya hancur, dan kini ia sudah sepenuhnya bebas.
“Raven!?” Seorang pemuda yang melayang berekspresi tak percaya.
“DANNY!?” Yah si Raven malah lebih tak percaya lagi!
“KENAPA!?” Raven terdiam dalam kaget, kenapa pemuda itu bisa bangun, padahal dia sudah ditawan pikirannya!?
Syut.
Danny mendekat dan memerhatikannya dengan seksama, dan memang benar, si gadis serba hitam ini kenalannya.
“Kenapa ada di sini?” Danny langsung ke inti, tak ada waktu mengobrol santai. Tapi ia harus tahu apa yang terjadi!
“Aku….” Setelah agak canggung diperhatikan serius begitu, Raven menjelaskannya dengan cepat dan jelas.
__ADS_1
‘Begitu ya,’ batin Danny. Ia memegang kepalanya, tak lama setelah sadar langsung mendeteksi aura makhluk lain selain raja iblis, dan benar saja dugaannya itu.
Danny terdiam melihat banyak bekas luka pada gadis ini. Sudah jelas dia tidak santai-santai datang ke sini.
Raven terdiam, sedang banyak pertanyaan muncul dalam benaknya, namun sang raja iblis tidak akan menunggu untuk hal itu!
SYUT!
Dan benar saja dia sudah kembali melayang dan menatap tajam pemuda yang berdiri itu.
‘Dia bisa lolos?’ Bahkan sang raja iblis sendiri tak menyangka bisa seperti ini. Teknik ambil alih pikirannya adalah teknik terhebat yang tidak mungkin gagal setelah dilancarkan!
Tapi kenapa pemuda ini….?
Kepala sang raja berasap, barusan ia ditendang seseorang yang bahkan bisa membuatnya terhempas jauh.
‘Aku tak merasakan hawa kekuatannya.’ Archifer terdiam, tak biasanya ia selengah ini. Apa mungkin karena ia terlalu fokus pada putrinya?
“Hei Archifer! Kau merindukanku?” Danny tersenyum sembari melambaikan tangannya dari bawah.
“….” Raven terkejut dengan ke-PD-an pemuda ini. Dia belajar darimana?
Sulit membayangkan kondisi makhluk yang sudah berhadapan dengan raja iblis, tapi kenapa pemuda itu santai dan terlihat baik-baik saja?
‘Dia mempermainkanku.’ Archifer terdiam, ekspresinya muram menahan amarah.
Archifer menahan dirinya, ia harus berpikir jernih agar tidak terjebak strategi lawan.
Sebuah ironi, mengingat kali ini raja iblis sendiri yang dipermainkan musuhnya.
Archifer memerhatikan tajam pemuda itu, memang benar ada yang berbeda dari dirinya.
Danny menyadari pandangan musuhnya, ia tidak gentar dan tak ada keraguan lagi dalam dirinya.
‘Nona Sophia….’ Danny bisa merasakan kekuatan batu permata mulia yang besar, yang memicu kekuatan sucinya muncul.
‘Apa dia mendapat kekuatan dari luar?’ Archifer terdiam. Tapi bagaimana mungkin?
Bahkan raja iblis sendiri ragu, tapi tidak ada kemungkinan lain selain itu.
Blugh.
Raven tak kuasa menahan tubuhnya dan jatuh ke bawah, ia tidak bisa melakukan apa-apa sekarang.
‘A- aku harus membantunya….’ Raven berusaha bangkit, ia tidak mungkin membiarkan pemuda itu berjuang sendiri lagi.
“Sudah cukup.” Danny maju ke depan dengan serius.
__ADS_1
"Lawanmu adalah aku Archifer!" Danny memandang tajam ke depan, ia akan mengakhiri ini satu kali untuk selamanya.