
Thor tidak menyadari bahwa ia semakin tenggelam dalam pemikirannya itu, sampai-sampai tak terasa ia telah berada di ujung kota itu.
"Tuan, apakah anda mau pergi dari kota?"
Perkataan seseorang membuyarkan lamunan Thor, ternyata dia adalah seorang penjaga gerbang keluar kota ini.
"Ah ... tidak ...."
Thor melamun sepanjang jalan sampai lupa akan tujuan awalnya, yaitu untuk menikmati suasana malam hari kota ini.
"Arthur," gumam Thor pelan.
"Arthur?" Sang penjaga gerbang menyadari ucapan bernada kecil dari pria berbaju mewah itu.
Thor sedikit kaget, ia tidak menyadari gumamannya sendiri. "Ah ... lupakan saja Tuan Penjaga ...."
Thor melihat sekelilingnya sejenak, memang benar, ini adalah ujung dari kota ini, pantas saja penjaga gerbang itu menanyakan padanya tentang hal keluar dari kota ini.
Thor pada akhirnya terpikir oleh masalah ini, ia tidak dapat lagi menikmati suasana kota dengan keantusiasannya yang tadi.
Thor melihat di sela-sela gerbang keluar itu, ia melihat beberapa cahaya terang yang muncul di sekitaran area berumput itu.
"Terlihat seperti penerangan obor ...."
Thor kemudian memastikan dugaannya itu dengan cara bertanya pada penjaga gerbang itu.
"Tuan penjaga, apakah ada suatu kelompok di sana?" tunjuk Thor pada sekumpulan obor sekaligus tenda yang berjejer itu.
Penjaga Gerbang itu akhirnya menjawab pertanyaan Thor.
"Oh? Itu ada sekelompok orang yang ingin keluar dari kota ini ... setelah saya perhatikan lebih lanjut sepertinya mereka mengambil waktu istirahat di sana ...."
"Begitukah?"
"Salah satu dari mereka berambut keriting khas, sedangkan yang lainnya adalah para pria besar dan terlihat tangguh," lanjut Penjaga Gerbang Kota itu
Sepertinta Thor tahu kelompok mana yang ia dengar penjelasannya tadi, bahkan dia sudah bercakap-cakap dengan kelompok itu.
Thor berusaha mengingat kembali nama kelompok itu, setelah beberapa saat akhirnya ia mengetahui kelompok mana yang dimaksud oleh penjaga gerbang itu.
"Alliance Fight's ...."
__ADS_1
"Alliance Fight's? Anda tahu? Kalau begitu memang benar kelompok itu tengah beristirahat di area rumput luas itu."
Thor bertanya-tanya mengapa kelompok itu bermalam diluar kota ini?
Thor tidak bisa memiliki dugaan yang pasti akan hal itu, mungkin saja itu adalah keputusan dari kelompok mereka itu.
Entah mengapa setelah menjumpai kelompok Alliance Fight's, Thor merasa sedikit simpati pada mereka.
"Semoga kalian beruntung ... di kompetisi esok hari ...."
Setelah mengatakan hal itu Thor akhirnya kembali dari jalan-jalan malamnya itu, ia kembali ke penginapan yang dimana para staff dan petugas kompetisi berada di sana, sekaligus juga dengan sahabatnya itu.
***
Pagi hari, pukul delapan pagi akhirnya kompetisi akan tepat diadakan di sini, di area dataran hijau luas.
Dapat terlihat kerumunan orang telah berkumpul di tempat ini, menunggu agar acara itu bisa segera dimulai, dan tentu saja sang pembawa acara yang berpenampilan tidak biasa kembali muncul di sini.
Kibo dan yang lainnya telah siap sedia untuk mengikuti kompetisi itu, kini mereka sedang menunggu instruksi selanjutnya dari pembawa acara yang berpenampilan tidak biasa itu.
"BAIKLAH! APAKAH KALIAN SEMUA SIAP UNTUK MENGIKUTI KOMPETISI INI?"
Saat ini yang berada di area kompetisi ada para peserta yang ada kemudian satu pemandu acara yang berpakaian menarik dan tidak biasa dan ada beberapa staff penyelenggara yang ikut ambil bagian berada di area kompetisi itu.
Kibo melihat sekitar, ia sama sekali tidak melihat adanya arena tempat perebutan bel kecil yang akan terjadi, ia berpikir apakah mungkin mereka harus saling merebut di area terbuka seperti ini?
Namun nampaknya tidak begitu, Kibo melihat area dataran ini memang luas, tapi tidak jauh dari sini ada gerbang masuk kota ini, rasanya jika harus membuat keributan di sini pastilah akan mengganggu dan membuat para penduduk kota penasaran akan apa yang terjadi di luar.
Kibo juga tidak melihat adanya dua ksatria suci yang seharusnya juga merupakan penyelenggara kompetisi ini, ia sedikit kecewa karena tidak bisa melihat mereka secara langsung, namun setidaknya ia telah berjumpa dengan salah satu anggota ksatria suci itu dan sekaligus mengetahui bahwa kompetisi ini diawasi oleh dua orang hebat itu.
"KOMPETISI INI AKAN BERJALAN DARI JAM 9 SAMPAI JAM 3 SORE! PEMENANGNYA ADALAH SEORANG YANG BERHASIL MEMPUNYAI BEL KECIL TERBANYAK!"
"PERATURANNYA SEDERHANA, KEKERASAN DIPERBOLEHKAN UNTUK MEREBUT BEL SATU SAMA LAIN! NAMUN TUJUANNYA HANYA UNTUK MENGAMBIL BEL PESERTA LAIN! JIKA KEDAPATAN ADA YANG SALING MENYAKITI SATU SAMA LAIN YANG TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN PEREBUTAN BEL AKAN DIBERI PERINGATAN SAMPAI DISKUALIFIKASI!"
"Begitu ya ...."
Kibo pikir peraturan seperti ini memang standar bagi acara yang seperti ini, setidaknya tujuan mengambil bel itu adalah hal utama yang harus dilakukan, dan yang bisa dilakukan untuk merebut bel itu hanyalah hal-hal yang berhubungan dengan kekerasan saja.
Namun dengan adanya diskualifikasi karena melanggar peraturan itu juga merupakan sebuah batas agar para peserta tidak bersaing dengan berlebihan.
Kibo semakin tertarik dengan kompetisi ini, ia hanya punya waktu 6 jam agar dirinya dan anggotanya itu bisa mengumpulkan bel kecil sebanyak yang mereka mampu.
__ADS_1
"SEGERA PERSIAPKAN DIRI KALIAN MASING-MASING DENGAN MENGAMBIL POSISI YANG KALIAN SUKA!"
"Posisi yang kita suka?"
"Apa maksudnya ya?"
"Hei pembawa acara, apa arti dari perkataanmu itu?"
Perkataan dari pria pembawa acara membuat bingung para peserta yang tengah berada di sini, mereka sama sekali belum paham akan ucapannya itu.
"MAKSUDNYA ADALAH KALIAN BOLEH MENYEBAR KE SELURUH AREA INI! AMBILAH POSISI YANG KALIAN INGINKAN UNTUK MENGATUR STRATEGI MEREBUT DAN MEMPERTAHANKAN BEL KECIL KALIAN ITU!"
"TANDA PERTANDINGAN DIMULAI AKAN ADA DUA BEL YANG AKAN BERBUNYI, BEL BUNYI BERGEMA YANG PERTAMA ADALAH SEBUAH TANDA AGAR BERSIAP-SIAP, KEMUDIAN BEL KEDUA ADALAH SEBAGAI TANDA BAHWA KOMPETISI TELAH DIMULAI!"
"KALIAN BOLEH MENYEBAR KAMANAPUN DI DAERAH INI ASALKAN TIDAK MENDEKATI PINTU GERBANG KOTA! SEKARANG WAKTUNYA BERSIAP-SIAP!"
"WOOO!!!"
Dengan demikian Kompetisi Kota Boston secara resmi akan segera dimulai, kini para peserta telah menyebar ke seluruh area yang luas itu, masing-masing dari mereka akan menunjukan kemampuan yang mereka miliki dengan tujuan agar bisa memenangkan kompetisi ini.
***
• Di Ruangan Wakil Kepala Kota Kota Boston •
Terlihat ada tiga orang pria di ruangan ini, ada Pak Wakil Kota, Arthur dan Thor, nampaknya mereka sedang mengawasi dari jauh soal jalannya kompetisi yang akan dihelat itu.
"Apakah kalian sudah siap untuk mendukung jalannya kompetisi ini?" tanya Pak Wakil Kota Kota Boston pada kedua orang ksatria suci itu.
Arthur dan Thor mengangguk bersamaan, sepertinya mereka berdua akan melakukan sesuatu di ruangan ini.
Arthur berdiri dalam diam, ia mengumpulkan aura sihirnya lebih banyak, seketika itu juga lingkaran sihir berwarna biru muncul di bawah kakinya, perlahan namun pasti aura sihirnya makin kuat hingga ruangan ini bergetar hanya karena pengaktifan sihirnya itu.
Thor sendiri melakukan hal yang sama, ia berdiam diri mengumpulkan aura sihirnya, namun ia sedikit kesulitan karena sudah terbiasa menekan auranya sendiri, ia butuh waktu beberapa saat lebih lama dibanding Arthur untuk bisa menggunakan aura sihirnya secara lebih maksimal.
Lingkaran sihir hijau muncul tiba-tiba di bawah kaki Thor, menimbulkan cahaya kehijauan yang cerah ketika sihir itu dilepaskan olehnya.
Keduanya menengadahkan tangannya ke depan seketika itu juga muncullah lingkaran sihir yang sama seperti lingkaran sihir yag berada di bawah kakinya itu, namun bentuknya lebih kecil dibandingkan dengan yang ada dibawah kaki mereka.
Kedua ksatria suci itu membuka matanya secara bersamaan dengan tujuan mengaktifkan sihir yang mereka buat itu. Sekaligus mengucapkan kalimat sihir yang sama secara bersamaan juga.
"Sihir Gabungan: Pemalsuan Dimensi!"
__ADS_1