
Kini Danny sudah siap untuk menerima risiko karena berusaha untuk beradaptasi dalam 'melihat' kecepatan yang sangat cepat, bagian latihan tahap keduanya ini.
Saatnya untuk melihat apa yang bisa dilakukan kekuatan batu permata mulia daya tahan, Danny berharap apa yang dilakukannya yaitu menggunakan kekuatan batu permata mulia daya tahan ini sebanding dengan usahanya untuk beradaptasi dengan batu permata mulia kecepatan.
Melihat Danny yang sudah siap dan telah menggunakan kekuatan batu permata mulia daya tahan, Tuan Housen kembali bergerak cepat tanpa memberinya aba-aba sedikitpun, ia ingin melihat akan sejauh mana kecepatan beradaptasinya berkembang dengan bantuan kekuatan batu permata mulia yang telah dimiliki pemuda itu?
Zlit!
Ini dia!
Zuuunggg!!!
Danny melihat hal yang sama yang telah dilihatnya beberapa kali, Tuan Housen bergerak dengan jelas dan seperti biasanya sedang menuju ...
Arah pergerakannya?!
Danny melihat bagaimana Tuan Housen melompat dengan tinggi, dan tidak seperti lompatannya yang biasa melainkan lompatan yang sangat tinggi bahkan sampai ke atas awan, dan Danny membutuhkan waktu beberapa saat untuk melihat gurunya itu masih saja melayang di atas sampai benar-benar tidak terlihat.
Zuuung!!!
Kemampuan 'penglihatan' cepat miliknya itu hanya bisa menangkap momen pada saat gurunya itu melompat ke atas, namun setelahnya ketika ia sudah kembali dalam keadaan normal ia tidak tahu gurunya itu berada di mana sekarang.
Mengapa Tuan Housen meloncat sangat tinggi ke atas?
Danny tidak tahu alasan mengapa gurunya itu meloncat ke atas dan bahkan sampai tidak bisa lagi dilihat olehnya, namun Danny berpikir Tuan Housen hanya berpindah tempat dengan cepat saja dengan tujuan melihat bagaimana kondisinya saat ini, yang ternyata ia memutuskan untuk berpindah ke atas.
Beberapa saat kemudian Danny masih menenggak ke atas untuk melihat gurunya turun kembali ke bawah namun ternyata tidak secepat yang ia kira sebelumnya.
"Bagaimana keadaanmu Danny?
Danny mendengar suara gurunya dari belakang dan tentu saja ia sedikit kaget karena tidak menyadarinya.
"!"
"Tu-tuan? Mengapa saya tidak melihat Tuan kembali dari atas langit?"
"Aku kembali dengan cepat dari atas sana dan tidak membiarkanmu melihatku turun dengan cepat karena memang kekuatan 'melihat' mu akan terpicu kembali jika kau melihatku."
Danny mengerti, ternyata gurunya itu peduli padanya dan tidak membiarkan dirinya kembali memicu kekuatan ini karena memang ia belum bisa beradaptasi dengan baik.
Danny melihat pada bagian lengannya sendiri, urat yang sedikit menonjol dan terlihat membuatnya agak aneh namun terlepas dari bagaimana penampilannya itu apa yang kini dirasakannya benar-benar berbeda dengan apa yang dirasakannya sebelumnya.
Ia tidak merasakan pusing atau apapun yang bisa membuatnya kembali merasa terganggu, kini berkat bantuan kekuatan batu permata mulia daya tahan ia bisa mengakali reaksi yang memang seharusnya dirasakannya itu.
"Ya Tuan, saya baik-baik saja, kini saya bisa menahan reaksi dari latihan tahap dua ini."
Tuan Housen senang mendengarnya, dengan begini latihan tahap keduanya bisa juga dikuasainya dalam beberapa waktu ke depan.
"Baiklah Danny, latihan ini akan kita lakukan terus menerus, mulai dari tahap pertama 'merasakan' setelah kau bisa beradaptasi lebih jauh lagi maka kita akan melanjutkan ke tahap ini, sebelum kita benar-benar berlatih tahap terakhir."
Tuan Housen menjelaskan bagaimana mekanisme latihannya, pada dua hari awal latihan, Danny diperkenalkan pada tahap satu dan dua sekaligus, yang memang ternyata harus dikuasai dulu satu persatu, sebelum akhirnya benar-benar layak untuk menerima latihan tahap terakhir.
"Baiklah Tuan!"
•
Dan Begitulah, Danny dan Tuan Housen berlatih bersama-sama, sesi latihan mereka yaitu tahap pertama selesai dalam dua minggu dan dalam dua minggu berikutnya, Danny bisa menguasai tahap kedua.
Tiba bagi pemuda itu agar ia menjalankan tahap terakhir dari latihannya setelah hampir satu bulan dia berlatih kedua tahap sebelum tahap terakhir itu.
"Cukup bagus Danny, selama waktu satu bulan ini kau mampu untuk menguasai dua tahap pertama, dan kini tiba saatnya kita akan mengakhiri latihan kita, jika kau sudah berhasil menguasai juga tahap terakhir ini."
Danny begitu bersemangat akan latihan tahap ketiga yang akan segera dijalaninya itu, ia sendiri juga tidak menyangka akan bisa menguasai dua tahap ini hanya dalam waktu satu bulan saja, tentunya itu tidak lepas dari bantuan kekuatan baru permata mulia fisik dan daya tahan.
Bahkan Danny sudah bisa merasa 'bersahabat' dengan kekuatan batu permata mulia kecepatan ini, selama latihan 'merasakan' dan 'melihat' ia sudah beberapa kali untuk menguji kemampuannya dalam bergerak cepat dan melihat cepat, dan kini latihannya itu membuahkan hasil yang cukup bagus.
Kini sekarang ia tidak perlu lagi dibantu oleh kekuatan batu permata mulia fisik dan batu permata mulia daya tahan, karena memang ia sudah beradaptasi dengan bagus pada kekuatan kecepatan ini dan tidak lagi merasakan efek merugikan apapun pada tubuhnya.
__ADS_1
Tuan Housen sepertinya akan menjelaskan mengenai latihan yang akan dilaksanakannya itu.
"Kini di tahap ketiga kau akan 'melakukan'"
"'Melakukan?'" Danny butuh penjelasan lebih lanjut mengenai latihan yang akan dijalaninya ini.
"Benar, kau akan menggabungkan teknik 'merasakan' dan 'melihat' sekaligus, dan sebagai hasilnya adalah kau akan 'melakukan'"
Bahkan setelah dijelaskan seperti itu oleh gurunya Danny masih tetap kurang mengerti akan apa artinya 'melakukan' ini, apakah gurunya itu tidak akan menjelaskan lebih rinci lagi padanya?
"Kau boleh melakukannya sekarang." Tuan Housen berbalik setelah berkata seperti itu ia berbalik dan sepertinya kembali akan menjauh darinya ke ujung area rumput luas ini, dia meninggalkannya sendirian di tengah area ini.
Namun ada sedikit perbedaan yang dilihatnya ketika melihat gurunya itu pergi hanya dengan berjalan kaki biasa saja, padahal biasanya ia akan menggunakan kekuatan batu permata mulia kecepatan untuk bisa bergerak dengan cepat.
Danny akhirnya tidak bisa membiarkan dirinya berdiam diri lebih lama, sudah hampir satu bulan lamanya ia berlatih dua tahap sebelumnya dan kini sebagai akhir dari latihannya berusaha melakukan yang terbaik adalah satu-satunya pilihan di sini.
Danny memfokuskan pikirannya itu, dan kemudian melakukan tahap pertama terlebih dahulu, di mana sekarang ia sudah terbiasa mendengar suara khas dari kekuatan kecepatan ini dengungan keras yang 'itu' dan melihat pemandangan sekitarnya menjadi kekuningan.
Zuuung!!!
Baiklah ini dia ... kekuatan yang harus bisa kukuasai sesegera mungkin!
Setelah melakukan tahap pertama apa lagi yang dilakukannya? Tentu saja ia melanjutkan ke tahap kedua, di mana ia kembali memfokuskan diri dan pikirannya itu, tidak ada yang terasa aneh pada tubuhnya karena memang ia sudah terbiasa dan menguasai kedua tahapan ini.
Syut!
Dan seketika itu juga Danny tidak melihat lagi pemandangan kekuningan yang biasa dilihatnya ketika tahap pertama dijalankan, ini baru pertama kalinya terjadi dan ia menjadi bingung karenanya.
A- apa ini? Kekuatan kecepatan ini hilang? Mengapa semuanya tidak terlihat kekuningan?
Danny saat ini melihat keadaannya seperti biasa tanpa adanya tanda ia sedang menggunakan tahap pertama dan keduanya, padahal jelas-jelas ia menggunakannya secara bersamaan saat ini.
Danny bingung sendiri, ia merasakan kedua tahapan kekuatan bercampur aduk di dalam dirinya yang memang ia merasa ada yang berbeda saat ini, dengan kedua kekuatan yang terasa di tubuhnya namun tidak melihat efek yang biasanya terjadi membuatnya sedikit heran juga.
Danny mencoba untuk melangkahkan kakinya pada Tuan Housen itu agar ia bisa menanyakan apa yang terjadi dengannya saat ini, namun sayangnya gurunya itu berada di jarak yang cukup jauh dengannya yang membuatnya membutuhkan waktu beberapa saat untuk mencapai tempatnya.
Satu langkahnya hampir menyentuh tanah, dan Danny tidak merasakan apapun yang aneh sekarang ini, lalu apa yang sebenarnya terjadi?
Zlit.
"Lho?" Danny sadar ia benar-benar mengambil satu langkah pertama dengan niatan ingin mendekati tempat gurunya berada namun mengapa ia berada di antara pepohonan sempit dan bahkan dedaunannya sampai mengenai rambutnya?
Danny melihat ke depan, ia tidak semestinya berada di tempat ini dengan satu langkah yang ia buat, pepohonan yang berdekatan dan area yang sulit dijangkau ada di depannya, lalu ia menoleh cepat ke belakang untuk memastikan ia sedang berada di mana saat ini.
Ia malah melihat punggung di mana gurunya itu sedang berdiri, jadinya bisa dipastikan ia sedang berada di belakang gurunya ini tanpa disadarinya!
Danny berniat untuk melangkahkan kakinya lagi, namun mengingat ketika ia pertama tadi melangkahkan kakinya lalu tiba-tiba berada di belakang gurunya, tentunya ini bukanlah hal yang biasa untuk terjadi.
Satu langkah yang diambilnya malah maju terlalu jauh dan tanpa sadar ia malah berdiri dibelakang gurunya; berpikir mengenai apa yang terjadi dengannya saat ini sedang dilakukannya.
A- aku sudah menuruti apa yang Tuan Housen perintahkan, namun apa yang telah terjadi tadi?
Danny berharap Tuan Housen akan berbalik dan menjelaskan sesuatu padanya, namun setelah beberapa saat berlalu ia tidak kunjung melihat apa yang diharapkannya, yang ini membuat dirinya harus memecahkan sendiri soal apa telah terjadi tadi.
Harusnya aku melihat pandangan kekuningan di area sekitarku jika ingin bergerak dengan cepat, namun mengapa terjadi hal berbeda sekarang ini?
Dan lagi aku tidak mendengar suara gelombang yang memang menandai akhir dari tahap pertama ini, itu berarti kedua tahapan kekuatan masih kulakukan saat ini.
Danny yakin benar ada sesuatu yang belum diketahuinya, namun ia dapat memastikan apa yang dilihatnya secara biasa tidak benar-benar menghilangkan kekuatan pinjaman batu permata mulia ini, sebaliknya ia yakin kekuatan batu tersebut masih ada di dalam dirinya.
Apakah ini berarti aku berpindah tempat dengan cepat karena ingin mendekati Tuan Housen, namun malah meleset dan sampai di belakangnya?
Hanya itulah kemungkinan yang bisa dipikirkan Danny, karena ini adalah hal yang baru baginya maka memperkirakan kemungkinan terbesar akan membantunya untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi tadi.
Danny tadi memang merasa kaget karena tiba-tiba berada di antara pepohohan dan dedaunan itu, ia pun membersihkan rambut atasnya yang sedikit tertutup daun itu, dan kembali memfokuskan diri, hendak mencoba sesuatu yang ia temukan tadi.
Fokus! Aku bisa mengendalikan kekuatan ini bagaimanapun caranya! Dan inilah cara yang akan kucoba!
__ADS_1
Danny merasa tingkat kefokusannya meningkat, kini ia membayangkan dirinya sendiri agar bisa berdiri tepat di hadapan Tuan Housen, ia membayangkan bagaimana tempat di mana ia akan berpijak, merasakan kondisi di sekitarnya, dan jarak dengan seseorang yang ingin dilihatnya, semua itu diakhirinya dengan melakukan fokus yang dalam.
Danny membutuhkan waktu beberapa saat untuk meyagkinkan dirinya bahwa memang itulah yang diinginkannya, setelah benar-benar yakin, Danny mulai perlahan, sedikit demi sedikit melangkahkan kakinya satu langkah saja
Zlit.
"Hah!" Danny melihat ia sudah berpindah tempat kembali, dan ia saat ini berada di hadapan gurunya, hanya saja meleset dari jarak yang sebenarnya ia bayangkan tadi, namun setidaknya apa yang ia duga dan lakukan juga membuahkan hasil di sini.
"Bagus Danny, akhirnya kau mengetahui bagaimana penggabungan tahap yang telah kau lakukan berhasil membuatmu sampai di hadapanku."
Danny akhirnya mengetahui apa yang harus benar-benar ia lakukan di tahap terakhir ini, yaitu fokus! Dia bisa membayangkan tempat di mana ia ingin ada dan kemudian melangkahkan kakinya dan selanjutnya akan terjadi hal yang memang tidak bisa dilihat oleh mata biasa; sebuah kecepatan yang terlalu cepat.
Jadinya ini yang merupakan tahap terakhir, penggabungan yang dikatakan gurunya sebelumnya, dan kemudian ada satu hal yang harus dilakukannya seperti yang sebelumnya telah dijelaskan di atas.
"Saya sedikit meleset ketika berusaha untuk melangkah ke tempat ini Tuan, sebelumnya saya ingin jarak di antara kita lebih dekat lagi." Danny tidak begitu bisa mengendalikan arah tempat yang benar-benar ingin ia capai.
Tuan Housen memaklumi hal tersebut yang memang untuk percobaan pertama ini tidak mungkin bisa dilakukan dengan sempurna; tidak ada yang sempurna di dunia ini.
"Tidak apa Danny, teruslah mengasah kekuatan batu permata mulia yang kupinjamkan padamu ini, tahap terakhir ini tidak akan butuh waktu lama untukmu agar bisa menguasainya."
Danny merasa bersemangat kembali setelah mendengar dorongan positif dari gurunya itu, ia sadar ia harus mencoba terus menerus sampai akhirnya mencapai hasil yang diinginkannya.
Begitulah rangkaian tahapaan yang harus Danny pelajari demi bisa menguasai kekuatan batu permata mulia, yang merupakan batu super kuat yang berasal dari ras demi human.
Danny terus menerus berlatih, merasakan, melihat, menggabungkan, dan terakhir memfokuskan dirinya, hal itulah yang dipelajarinya selama beberapa hari ke depan sampai benar-benar ia dapat menguasai tahapan terakhir ini.
Dan Danny melalui hari-harinya dengan latihan dan juga mengambil waktu untuk berbincang dengan teman-temannya, ia mendengarkan bagaimana Patricia, Brock dan juga Vincent berlatih dengan keras, berbagi berbagai macam hal dengan mereka.
Dengan begitu Danny bisa lebih dekat lagi dengan teman-temannya, sedih, senang ataupun apapun dilewatinya bersama dan itu adalah momen berharga baginya selama berlatih bersama Tuan Housen.
***
Sudah lewat dua puluh hari sejak Danny memulai latihan tahap terakhirnya itu, dan kini ia sudah dinyatakan lulus dan layak untuk menerima kekuatan batu permata mulia dari pemegang aslinya, Tuan Housen.
Pagi hari yang cerah yang merupakan hari terakhir Danny berlatih dengan Tuan Housen menjadi momen yang berharga bagi pemuda itu, tidak ia sangka ia banyak menghabiskan waktu di tempat ini bersama dengan teman-temannya, dan dibimbing oleh seorang ras demi human yang baik, Tuan Housen.
"Danny tidak kusangka perkembanganmu untuk beradaptasi dan 'berteman' dengan kekuatan batu permata mulia kecepatan ini begitu singkat, kau punya kekuatan yang unik di dalam tubuhmu yang memungkinkan semua ini bisa terjadi." Tuan Housen yang melihat begitu pesatnya perkembangan anak muridnya itu, hingga akhirnya ia begitu bangga dalam waktu singkat ia berhasil menyelesaikan tugasnya sebagai pemegang batu permata mulia selama ini.
Danny ikut bangga karena memang ia sudah melakukan apa yang dibisanya agar bisa layak menerima kekuatan besar itu, yang pasti jerih payahnya ini tidak akan sia-sia karena memang ia sudah berada di akhir tujuannya, menerima batu permata mulia kecepatan.
Tuan Housen mengeluarkan sesuatu dari kantong baju berwarna putihnya, di tangan kanannya ia menggenggam sesuatu yang bisa Danny tebak apa isinya.
Begitu Tuan Housen membuka kepalan tangannya, sinar berwarna kuning cerah terpancar dari sebuah batu permata di sana, begitu indah dan menyilaukan mata, dan tidak sampai berhenti di sana daya tarik setiap batu permata mulia memang tidak tergantikan, masing-masing dari mereka memancarkan keindahan masing-masing dan setara.
"Danny, kau berhak menerimanya, ambillah." Tuan Housen menjulurkan tangannya sembari menyerahkan batu permata mulia kecepatan itu pada muridnya itu.
Syuuut ....
"!"
"!"
Belum sempat Danny memegang batu permata mulia kecepatan yang bersinar berwarna kuning itu, tiba-tiba ada bayangan hitam cepat yang seperti menembus tangannya dan mengambil batu permata itu tepat di saat Danny belum menerimanya.
"Apa yang?!" Tuan Housen juga tidak menyadari mengapa tiba-tiba bisa ada bayangan hitam tembus pandang dan secara cepat mengambil batu permata mulia yang akan diberikan pada Danny itu.
"Sial!" Danny melihat bayangan hitam itu berbentuk seperti manusia dan dengan dua titik merah ada pada bagian atasnya, ketika melihatnya rasanya tidak asing dan merasa pernah melihat di suatu tempat.
"Ah!" Danny ingat, beberapa hari yang lalu ketika ia masih belajar tahap kedua ia melihat bayangan yang sama persis dengan yang tiba-tiba muncul saat ini, dan tidak salah lagi makhluk itu adalah makhluk yang pernah dilihatnya sebelumnya!
"Maaf Tuan Housen!" Danny segera berlari mengejar bayangan hitam yang masuk ke antara pepohonan yang berdekatan itu, berusaha untuk mengejar makhluk aneh itu demi mendapatkan kembali batu permata mulia yang berharga itu.
Tuan Housen sendiri tidak melakukan apapun, ia masih berada di tengah area rerumputan itu, dirinya sendiri tidak menduga akan adnaya bayangan hitam asing yang misterius yang tiba-tiba mengambil batu permata mulia dari tangannya dengan cepat.
Padahal ia yakin benar pulau kosong dan tidak terjamah ini seharusnya aman dan tidak ada siapapun selain ia dan empat anak muda yang bersama dengannya, namun kenyataan lagi-lagi tidak sesuai dengan ekpektasi.
Pak tua yang tidak memiliki rencana lain itu akhirnya menyerahkan urusan ini pada anak muridnya, ia yakin Danny bisa mengurus perkara ini dengan baik, lagipula ini dilakukannya untuk mempercayakan apa yang telah ia berikan padanya muridnya itu.
__ADS_1
"Batu permata mulia kecepatan itu telah kuserahkan pada Danny, dialah yang kini bertanggung jawab atasnya." Tuan Housen hanya bisa berharap agar keberadaan batu permata mulia yang ada di tangan makhluk aneh itu bisa diambil kembali oleh Danny, karena jika tidak maka semuanya akan menjadi sulit dengan mudah.
***