Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 334: Prediction Master


__ADS_3

Vincent mengarahkan pandangannya dengan seksama ke arah depan, ia melihat dengan jelas makhluk berjubah hitam yang memang seharusnya ia awasi dari jarak yang aman itu malah tiba-tiba ada di depannya saat ini.


Pria berambut sebahu itu tidak mampu untuk mencerna secara sehat apa yang telah terjadi padanya itu, kenyataan bahwa ia telah berpindah tempat dengan cepat ke tepi pantai di siang hari yang cerah; ia belum bisa sepenuhnya memahami apa yang terjadi saat ini.


Vincent terpaku duduk diam ketika melihat seorang makhluk berjubah hitam yang wajahnya sedikit tersingkap, berwarna merah, dan Vincent dapat melihat dengan jelas bahwa memang seperti dugaannya sebelumnya, makhluk ini bukanlah manusia.


"Si-siapa kau?! Mengapa kau membawaku ke sini?" Vincent langsung tahu apa penyebab dari dirinya itu bisa tiba-tiba pergi ke mari; sebuah kejadian aneh yang penyebabnya sudah pasti karena makhluk merah berjubah hitam yang saat ini berada di hadapannya itu.


A-apa dia menyadari keberadaanku?! Tapi sejak kapan? Padahal aku sudah berada di antara jarak aman dan menjauhi keberadaannya itu!


Vincent belum mengerti mengapa ia yang sudah menjauh dan bersembunyi namun tiba-tiba tanpa sepengetahuannya ia bisa diketahui oleh makhluk berjubah hitam itu.


Makhluk berjubah hitam itu menyingkapkan jubahnya, karena hal itu akhirnya Vincent bisa melihat wajahnya dengan jelas, sebuah wajah perempuan dengan sedikit beberapa benjolan kecil berwarna merah; tidak terlihat begitu mengerikan, Vincent malah melihat ini lebih mirip seperti seorang perempuan biasa yang wajahnya diwarnai warna merah dan ditambah beberapa aksesoris seperti benjolan pada wajahnya.


Sampai di sini Vincent tertegun melihat wajah makhluk yang ia duga sebagai iblis itu, ia kira akan semengerikan apa yang ia bayangkan sebelumnya, namun dengan melihat wajah makhluk itu yang sebenarnya, itu tidak mengerikan sama sekali.


Beberapa saat kemudian Vincent perlahan namun pasti bisa merasakan adanya aura jahat yang muncul dari makhluk ini, akhirnya apa yang ia tunggu-tunggu sebelumnya bahwa memang perkiraannya mengenai makhluk di depannya itu sudah pasti jahat ... dan pastinya adalah iblis juga.


"Mengesankan, pria berambut panjang ... kau mampu mengetahui keberadaanku di tengah kemampuanku itu ...." Suara perempuan terdengar jelas dari makhluk itu, suaranya tidak serak ataupun mengerikan, mirip seperti suara perempuan pada umumnya.


"K-kau?! Sudah pasti Iblis!" Vincent menujuk pada makhluk itu, menuduh dengan pasti bahwa memang dugaannya itu tidak diragukan lagi.


"Hmph, sekali lagi kau mengesankan pria berambut panjang, kau bisa menyadari bahwa aku adalah musuhmu dan sedang mengamati kalian."


Vincent tidak mendengar dengan pasti pernyataan yang jelas dari makhluk ini, namun karena makhluk itu berkata seperti itu dan sama sekali tidak menyangkal tuduhannya tadi, jadi itu sudah menegaskan secara pasti makhluk yang ada di depannya adalah iblis.

__ADS_1


"Mengapa kau bisa mengetahui keberadaanku?!" Vincent ingin tahu akan kebenaran yang terjadi, apakah memang kemampuan iblis tidak terpikirkan olehnya? Apakah ada alasan dibalik semua ini?


"Seharusnya aku yang menanyakan itu pria berambut seperti perempuan, mengapa kau bisa menyadari keberadaanku?" Bukannya menjawab makhluk iblis itu kembali melontarkan pertanyaan yang sama pada Vincent, yang memang ia membuatnya menjadi bingung.


Vincent memegang dadanya sendiri, detak jantungnya masih terasa, kemudian meraba nadi pada tangannya, sama saja tidak ada yang salah pada dirinya, ia benar-benar sadar akan apa yang terjadi saat ini, tempat ini bukanlah ilusi yang tercipta oleh pikirannya sendiri.


Terpaku dan tidak percaya apa yang terjadi, itulah yang Vincent rasakan saat ini, ia tidak menyangka akan berhadapan dengan makhluk iblis yang mengerikan, seperti apa yang telah diceritakan Danny, secepat ini.


Aku tidak menyangka aku diketahui oleh makhluk iblis ini, mengapa dia bisa mengetahui keberadaanku?!


Padahal aku hanya berbuat sedikit saja salah padanya, yakni mendekatinya dan karena keputusan itu pada akhirnya membawaku ke kondisi yang lebih gawat di banding yang tadi ....


Vincent melihat ekspresi sosok perempuan merah iblis itu menatap tajam padanya, tatapan yang bengis dan benar-benar keji, rasanya ditatap seperti itu saja membuat perasannya tidak karuan saat ini.


Vincent memegang kepalanya sendiri, ia merasa frustasi akan apa yang telah dialaminya saat ini, ia merasa semua yang terjadi ini tidak adil baginya, ia yang tidak begitu memiliki kekuatan yang besar tidak seharusnya terjerumus ke dalam situasi yang benar-benar berbahaya baginya.


[Jangan khawatir]


Tiba-tiba Vincent merasa dalam dirinya ada sesuatu yang berbicara, entah bagaimana ia bisa mendengar suara hatinya sendiri, namun ia sama sekali sedang tidak berbicara dalam hatinya sama sekali.


A-apa ini?! Mengapa lagi-lagi ada hal aneh yang kualami?! Siapa yang berbicara tadi?!


Vincent menggerakkan bola matanya, ia tidak bisa terus-terusan menatap makhluk perempuan merah yang memang iblis itu terlalu lama, meskipun penampilannya tidak mengerikan, tatapan bengis dan kejam membuat semuanya berbeda dan tentu saja ia tidak mau menatap seseorang, atau makhluk yang berekpresi seperti itu.


Tidak lupa juga akan aura jahat yang kini mulai menggelora, Vincent dari waktu ke waktu bisa merasakan dengan jelas aura jahat yang terpancar dari makhluk iblis perempuan ini, namun anehnya meskipun ia bisa merasakan aura jahat yang notabene adalah pemicu dari kecemasan dan kepanikan, ia malah merasakan yang sebaliknya.

__ADS_1


Artinya kondisi Vincent setelah bertemu dan melihat langsung makhluk iblis jahat itu, ia malah merasa membaik, kecemasan dan kepanikan yang tadi dirasakannya mulai menghilang dan ia mulai bisa mengendalikan pikiran dan tubuhnya kembali seperti biasa terlepas dari situasi yang memang terlihat lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya.


"Mengapa diam saja?" Makhluk itu sekarang terdengar tidak bisa sabar mendengar jawaban akan apa yang tadi ditanyakannya pada pria berambut sebahu itu, sepertinya iblis perempuan ini tidak sabaran.


Vincent yang saat ini merasa ditekan, tidak punya apapun untuk dijelaskan ataupun dikatakan karena memang ia sendiri tidak tahu akan penyebab ia bisa menemukan persembunyian iblis itu, jika ia katakan ini hanya firasatnya rasanya si makhluk ini tidak akan puas juga mendengarnya.


"Tidak sengaja ... aku menemukan persembunyianmu tidak sengaja." Vincent mengatakan yang sebenarnya, alasan paling masuk akal baginya karena memang itulah yang terjadi, ketidaksengajaan yang benar-benar membuat situasinya menjadi berbahaya secara instan.


"Tidak sengaja? Menarik ... menarik sekali." Makhluk iblis perempuan itu terdengar tidak percaya akan apa yang telah didengarnya, sepertinya yang Vincent kira benar saja terjadi.


Vincent tidak hanya dibuat heran akan iblis perempuan yang tiba-tiba bisa menemukannya itu, kini keheranannya bertambah ketika mendengar suara hatinya berbicara sendiri, ini terdengar membingungkan namun hal seperti itulah yang terjadi.


[Aku adalah kemampuanmu sendiri, bernama Prediction Master, aku mampu untuk memprediksi kejadian di masa depan dengan akurat tanpa kesalahan]


Suara ini lagi?! Apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuhku? Sejak kapan aku bisa mendengar suara hati yang bisa berbicara sendiri padaku?!


Tapi aku sendiri yakin, suara hati yang lain dalam tubuhku yang mengatakan itu, ini benar-benar aneh!


Dan lagi apa yang dikatakannya itu?! Kemampuan? Pre Master?! Aku sendiri asing mendengar kata itu ... apa- apa yang sebenarnya terjadi padaku?!


Vincent panik karena bisa mendengar suara hatinya yang lain di dalam pikirannya itu, ini terdengar aneh karena ia merasa di dalam pikiran dan hatinya itu ada sebuah suara yang mengajaknya bicara.


[Jangan khawatir, kemampuan itu adalah suatu hal yang hanya bisa dilakukan oleh seseorang, kurasa kau pernah mendengar hal seperti ini bukan?]


Oi oi oi, ini makin terdengar aneh, apa ini adalah hasil karena aku terjebak di area tepi pantai ini? Seharusnya aku bisa menikmati area siang hari dan hembusan angin yang segar di sini, namun apa yang saat ini terjadi?! Di depanku ada makhluk paling berbahaya yang mengancam manusia, dan lagi aku mulai gila dan mendengar suara yang lain dalam pikiranku?!

__ADS_1


__ADS_2