
Pria besar yang tadi menyerang itu mundur sedikit, Thor berbalik badan kemudian menunjukkan dirinya kepada semua anggota kelompok itu.
"Tu-tuan Thor ...." Seketika itu juga semua anggota Alliance Fight's mengenali bahwa memang pria asing yang tadi mereka curigai adalah Tuan Thor sendiri, mereka langsung memberikan penghormatan dengan cara menundukkan badannya pada sang ksatria suci itu.
"Ma-maafkan saya atas apa yang telah saya lakukan tadi Tuan ...."
Thor hanya tersenyum. "Tidak apa ... kamu telah berbuat hal yang benar ketika melihat pria asing mendekati pemimpin kalian ... tujuanmu adalah untuk melindungi Tuanmu bukan?"
Pria besar yang telah melancarkan serangan itu mengangguk perlahan.
"Kalau begitu, kau bisa lupakan atas apa yang telah terjadi barusan ...."
Kibo merasa heran mengapa sang ksatria suci berada di tempat ini? Sebenarnya apa yang menjadi tujuannya?
Thor memandang Kibo dengan penuh arti, begitupula sebaliknya Kibo pada Thor memandangnya dengan cara yang sama.
"Kau baik-baik saja Kibo?"
__ADS_1
Kibo tertunduk, perasaannya sedihnya sudah tidak begitu menguasainya, dirinya itu memang memutuskan untuk menutup mata dan pikiran dari segala hal yang negatif, dan nampaknya ia telah agak berhasil melakukannya.
"Tu-tuan ... tidak seharusnya ... repot-repot datang kemari hanya untuk melihat penjahat seperti kami ...."
Thor pertama kali mendengar suara lemas dan parau dari petulang itu, terlihat dengan jelas bahwa ia masih berada dalam keputusasaan yang dalam.
"Apakah Tuan khawatir dengan penjahat seperti kami? Seorang ksatria pembela keadilan dan kebenaran seharusnya tidak perlu datang menemui orang yang bersalah ...."
Semakin ia mendengar pria keriting itu, tidak hanya pada raut wajahnya tapi juga keputasasaan yang dalam makin tersirat dari perkataannya itu.
Kibo memandang Thor bukan seperti seseorang yang ia kagumi lagi, bukan ... dia tidak merasa kecewa dengannya, hanya saja sesuatu hal yang tidak bisa dijelaskan sedang merundung hatinya saat ini.
"Percaya padaku?" Kibo mulai tergugah setelah mendengar perkataan sang ksatria suci itu.
Ia tidak menyangka Thor akan mengatakan hal yang seperti ini di saat orang lain sudah tidak percaya lagi padanya.
"Tidak ... aku bukan hanya percaya padamu ... aku percaya pada kelompok Alliance Fight's," ujar Thor menekankan nada bicaranya sambil memegang kedua pundak Kibo.
__ADS_1
Mendengar perkataan yang meyakinkan itu Kibo memalingkan pandangannya dari wajah sang ksatria suci itu.
"Ah ... Tuan Thor ... kau benar-benar tidak perlu iba pada kami ... terima kasih atas perkataanmu itu ... namun itu saja tidak akan mengubah status kami sebagai penjahat ... jangan meresikokan pendapatmu ini karena mungkin saja Tuan bisa terkena masalah ...."
Thor menggoyang-goyangkan pundak Kibo dengan cukup keras sambil berkata, "Aku benar-benar percaya padamu, Alliance Fight's ... kelompok ini aku percaya tidak pernah melakukan suatu hal yang jahat!"
"Jangan pedulikan sikapku ini ... aku hanya bertindak sesuai dengan kata hatiku saja, jadi kau tidak perlu merasa keberatan karena hal ini ...."
"Kibo ... simpan dulu kesedihanmu itu, sebab ... aku akan memberi tahu bagaimana takdir kalian esok hari ...."
Kibo memandang kembali wajah dari sang ksatria suci itu, ia melihat seberkas kesedihan yang cukup jelas terlihat dari padanya ... sebuah perasaan khawatir dan cemas terpaut dengan jelas dari raut mukanya itu.
"Ba-bagaimana ... takdir kami?" Kibo mulai mengeyampingkan dulu kesedihannya itu saat ketika Thor berkata seperti itu, entah mengapa ia sudah bisa menebak apa akan ia katakan selanjutnya.
"Maafkan aku Kibo ...."
Thor kembali berdiri dan membungkukkan badannya pada seluruh anggota Alliance Fight's.
__ADS_1
"Maafkan aku semuanya ... organisasi Alliance Fight's ... akan berakhir ... esok hari ...."
....