
"Jika memang tidak ada lagi yang tersisa mengapa kalian tidak lari saja selagi ada kesempatan?! Hah?! Mengapa kalian tidak melakukan itu?!"
"Kami memang bisa untuk meninggalkan Tuan, namun kami tidak mungkin melakukannya," jawab salah satu pria besar itu pelan.
Kibo menggeleng-gelangkan kepalanya tanda tidak percaya, seketika itu juga ia melompat mengarahkan kepalanya pada salah satu pria besar itu, ia harus melompat karena memang para pria anggota Alliance Fight's itu tinggi dan besar.
Buk!
Sebuah sundulan yang cukup keras telah dilakukan oleh pria keriting itu pada kening salah seorang pria besar yang tengah berbicara dengannya itu.
Darah segar mengalir dari balik rambut keritingnya itu, sedangkan pada pria besar yang ia serang menggunakan kepalanya itu sama sekali tidak terpengaruh apapun oleh serangannya itu.
"Apakah kalian masih bisa berpikir dengan jernih? Mengapa kalian masih peduli padaku? Aku ada di sini karena kesalahanku sendiri ... kalian tidak perlu menanggung kesalahan yang tidak kalian lakukan ...."
Kibo merasa bahwa keputusan para anggotanya itu adalah sebuah hal yang sangat tidak masuk akal, dimana mereka sendiri masuk ke dalam lubang yang memang seharusnya bisa mereka lewati.
Salah satu pria besar itu yang sedari tadi menjadi perwakilan bicara bagi anggota yang lain berkata pelan, "Kami melakukan ini ... karena Tuan Kibo adalah pemimpin kami ...."
__ADS_1
"Lantas dengan melakukan semua ini? Apa yang akan kalian harapkan lagi?"
Perasaan yang kacau kini menghinggapi pria keriting ini, ia tidak habis pikir mengapa kejadian seperti ini bisa terjadi.
Ia tidak merasakan apapun bahkan ketika darah segar keluar dibalik rambut keritingnya itu.
Kibo berbalik dari hadapan anggotanya itu, ia menghadap tembok dinding dan seketika itu juga membenturkan kepalanya berkali-kali pada dinding dengan cukup keras.
"Tu-tuan Kibo!"
Apakah memang dengan dirinya menjadi seorang pemimpin adalah hal yang salah? Dia sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
Terlebih lagi setelah mendengar kenyataan dari Arthur, rasanya kenyataan yang sebenarnya itu terasa begitu berat untuk dipikul.
Apalagi ditambah dengan kenyataan bahwa kelompoknya ini berakhir di sini karena keputusannya itu.
Begitu kerasnya pria itu membentur-benturkan kepalanya pada dinding tembok penjara itu, sampai-sampai darah menetes keluar lebih banyak lagi.
__ADS_1
Darah kini berceceran di lantai dan juga terlihat di tembok dinding itu, entah sudah berapa kali ini membentur-benturkan kepalanya itu, para anggota Alliance Fight's itu sama sekali tidak mengetahui mengapa pemimpinnya itu berbuat seperti ini.
Tidak ada yang berani untuk menghentikan aksinya yang cukup berbahaya itu, bukan berarti para anggota Alliance Fight's ini mengabaikan dan tidak peduli padanya melainkan mereka semua tidak menghentikan Kibo karena memang mereka menghormati keputusannya untuk bertindak seperti itu.
Setelah beberapa saat akhirnya Kibo menghentikan tindakan keputusasaannya itu, ia tersungkur dengan kepala yang tertunduk menghadap tembok dinding penjara itu.
Apa yang telah kulakukan?
Mengapa semuanya menjadi seperti ini?
Ini semua karena kesalahanku ... kalau saja Yizi ada di sini mungkin saja tidak akan berakhir seperti ini ....
Tetesan air dan darah bercampur menjadi satu, mereka menetes bersamaan.
Gara-gara aku yang telah mengambil keputusan untuk mengikuti kompetisi ini ....
Kalau saja kami memutuskan untuk berhenti dan tidak jadi mengikutinya ... mungkin saja ... mungkin saja hal ini tidak akan terjadi ....
__ADS_1