
Si penjahat pria misterius ini memiliki cara baru baginya untuk kembali ke kehidupan lamanya dan menghindari kerugian yang dapat ia alami, namun saat ini tidak ada yang bisa membongkar kejahatannya selain daripada korban yang telah diakhiri olehnya!
Danny tahu mana mungkin juga para korban bisa membongkar kejahatan si pria yang telah berubah menjadi rumah saat ini, sesudah kehidupan mereka diambil mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk membongkar dan menghentikan si penjahat ini.
Terlalu banyak jiwa yang seharusnya tidak layak berakhir di tangan pembunuh keji sepertinya, namun adanya kejadian aneh ini malah semakin membuat si pembunuh ini diuntungkan dan terus bisa melakukan aksi kejahatannya secara tidak diketahui dan diam-diam.
Danny tidak habis pikir mengapa orang jahat ini tiba-tiba memiliki kemampuan di tengah kejahatan yang ia perbuat? Padahal lebih baik baginya agar ia tidak perlu lagi berbuat jahat.
Tapi apa pedulinya baginya? Si penjahat ini hanya akan mempedulikan apa yang menbuatnya senang saat ini, karena itulah seberapapun Danny banyak berbicara dengan sosok penjahat berwujud rumah ini tidak akan pernah bisa untuk membuatnya berubah.
Danny semakin lama semakin yakin, ucapan si suara pria misterius rumah ini bisa jadi hanya bualan belaka, Danny memang mengharapkan dirinya tidak menjadi korban dari kejahatan yang dilakukan pria itu.
Namun pertanyaannya adalah apakah dengan menyerahkan kepalan tangan kanannya Danny dan kemudian ia akan langsung melepaskannya begitu saja? Bukakankah hal itu bisa merugikan baginya?
Kita ambil contoh apabila Danny berhasil lolos dengan cara merelakan kepalan tangannya itu di gagang pintu ini dan pergi menjauh dari rumah itu, karena Danny sudah tahu kemistisan dan fakta bahwa rumah usang itu bukanlah rumah biasa, ia bisa saja meminta bantuan seseorang untuk menghancurkan rumah ini, tidakkah akan terjadi seperti itu?
Danny yakin si penjahat ini tidak mau hal ini terjadi, maka dari itu ia mengatakan bujukan dan rayuan yang bohong dengan mengatakan bahwa Danny masih bisa melarikan diri dari rumah tua itu.
Danny memang pikir tadi si penjahat berwujud rumah ini kasihan terhadapnya dan memutuskan untuk memberi keringanan padanya dengan membiarkannya untuk tetap hidup.
__ADS_1
Namun karena penjahat ini bukanlah penjahat biasa melainkan sudah berkecimpung di dunia kegelapan hingga akhirnya bisa menghasilkan aura sebusuk ini, perlakuannya pada Danny tadi bisa saja hanya sebagai kamuflase agar dirinya bisa Danny percaya.
Karena itulah Danny saat inilah memiliki banyak alasan ia tidak perlu menuruti keinginan si penjahat ini selain karena memang ia tidak mau kehilangan kepalan tangan kanannya, ia tidak mau juga tertipu dan harus juga berakhir di sini karena penjahat itu.
Dengan jatuhnya dirinya ke dalam perangkap ini, itu berarti Danny akan menjadi korban berikutnya sepenuhnya si penjahat yang berkekuatan rumah ini.
Rumah tua usang ini adalah kemampuan si penjahat itu sendiri, jadi sudah pasti rumah ini memiliki hal aneh yang tidak bisa dilakukan rumah lain.
Sebagai contoh, gagang pintu rumah bisa menahan kepalan tangan Danny hingga akhirnya ia tidak bisa berkutik dan tidak bisa pula melepaskan diri dari sana.
Apa lagi yang bisa dilakukan oleh Hell Doors? Tanganku sudah dijebaknya, saat ini pikiranku pula berada di dalam kendalinya saat ini, lalu apalagi yang belum kuketahui?
Danny menganalisis setiap kemampuan yang ia tahu milik musuh itu sembari mencari celah agar ia bisa melepaskan diri dari sana.
Sementara itu Patricia, Brock dan Vincent masih melihat Danny yang terdiam disana, setelah ia mengeluarkan kata-kata seolah-olah sedang mengobrol dengan seseorang, kini setelah beberapa saat ia terlihat diam saja tanpa suara dan tanpa bergerak sedikitpun.
"A-ada apa dengan Danny saat ini?" Patricia merasa peringatan yang diberikan Danny adalah suatu hal yang sangat penting, maka dari itu ia tidak mendekati Danny, ia mengambil jarak agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Ini sepertinya tidak bagus." Brock melihat suasana sekitar, langit sore berangsur-angsur menjadi gelap saat ini.
__ADS_1
Brock pikir dengan menghabiskan waktu lebih lama dan tidak pergi ke daerah yang cukup ada orang setidaknya sebuah desa adalah suatu pilihan yang kurang bagus, karena memang berada di pepohonan hutan rindang yang gelap, di sini bisa terjadi suatu hal yang tidak terduga seperti yang dialami Danny saat ini.
Vincent yang melihat Danny yang diam mematung yakin pasti bahwa ada suatu hal yang tidak biasa terjadi padanya saat ini ketika ia sudah membuka pintu rumah kecil tidak terawat itu meskipun hanya sedikit; pasti penyebabnya adalah hal itu, karena dimulai dari sana tingkah Danny mulai aneh sampai saat ini.
Sudah ada beberapa menit yang terlewat, ada sekitar tiga puluh menit Danny mematung saja di sana tanpa melakukan hal yang berarti, dalam waktu ini Patricia, Brock dan Vincent tahu ada sesuatu yang Danny ketahui namun tidak dengan mereka.
"Ini adalah salahku, karena aku tidak sempat menceritakan semuanya ... Ada yang aneh dengan Danny namun kita sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa." Vincent menyesali karena ia tidak memiliki cukup waktu agar rekan-rekannya itu bisa menyadari soal perasaan dan penglihatannya tentang rumah ini yang tidak begitu baik.
"Kalau ada yang harus disalahkan itu adalah aku Vincent, karena akulah yang mencegahmu bercerita dan benar-benar menghambatmu apapun yang terjadi ... ini adalah salahku." Brock tahu benar bahwa fakta di mana ia adalah seorang yang tidak percaya akan cerita Vincent dan sekaligus tidak memperbolehkannya berbicara yang akhirnya menyebabkan situasi menjadi seperti ini.
Jika saja ia tidak menghentikan Vincent untuk bercerita mungkin saja saat ini mereka semua bisa lebih waspada akan rumah usang itu dan lagi Danny tidak perlu terjebak karena rumah itu.
Patricia makin penasaran karena kondisi Danny yang diam saja itu, bahkan ia tidak melihat satu jari dari pria itu yang bergerak sedikitpun, ia seperti berhenti bergerak sepenuhnya dan hanya diam secara sempurna di sana.
"Se-sepertinya aku harus mendekati Danny agar aku lebih tahu apa yang terjadi padanya saat ini." Begitu Patricia memutuskan untuk melangkahkan kembali kakinya untuk mendekati Danny, ada seseorang yang mencegahnya melakukan hal itu.
"Berhenti Patricia!" Vincent seketika itu juga melihat apa yang akan dilakukan gadis itu, dia berniat untuk mendekati Danny karena penasaran akan apa yang terjadi dengannya saat ini, memang itu terlihat sebagai hal sederhana yang mudah untuk dilakukan untuk mengetahui kondisi Danny saat itu, namun kenyataannya tidak semudah itu!
Patricia menghentikan langkah kakinya itu dan menoleh ke arah orang yang berseru padanya itu.
__ADS_1
Vincent sangat serius saat ini, melihat Danny menjadi aneh ketika melakukan suatu hal dengan rumah itu, ia tidak mau ada lagi yang terjatuh ke dalam hal aneh yang bisa dilakukan oleh rumah itu.
"Jika kau berpikir akan mendekati Danny, sebaiknya tidak usah kau lakukan Patricia." Peringatan singkat yang diucapkan oleh Vincent, dengan nada yang dalam dan serius, ia belum mengetahui apa-apa soal rumah ini sekaligus semua keanehan yang bisa terjadi; mendekati Danny yang sudah terjebak di dekat rumah itu bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan.