
"Apa kamu lupa akan keputusanku dulu? Akulah yang meminta untuk ikut bersamamu, jadi kamu tidak usah terbebani karena keberadaanku; aku bisa mengatasi hal-hal disekitarku kok." Patricia tersenyum, ia ingin mengatakan hal yang lebih luar biasa seperti 'aku kuat kok!' atau 'aku bisa diandalkan tenang saja!' namun nyatanya ia tidak mampu mengatakan hal yang seperti itu ditengah kenyataan yang ada saat ini.
Patricia tahu apa yang dipikirkan Danny, terlihat memang ia berusaha untuk tetap menjalani tujuannya tanpa sedikitpun berusaha membuat orang lain khawatir atau terluka karenanya, namun sejujurnya juga sikap Danny yang seperti itu terkesan agak tertutup dan hal itulah yang membuat Patricia melihat dirinya kembali saat ini, ia ingin lebih kuat lagi agar tidak perlu lagi terlalu di perhatikan atau di lindungi oleh orang lain.
Memang nyatanya ia sendiri termasuk tipe orang yang tidak bisa melakukan suatu hal sendiri, Patricia lebih suka melakukan hal yang bisa dilakukannya dengan orang lain, dan karena sifat itulah ia tidak bisa berhenti untuk terus bergantung pada orang lain.
Setelah Danny mengatakan hal itu, ia melihat Patricia tertunduk seperti tengah merenungi sesuatu, perlahan rambutnya juga turun ke bawah menutupi wajahnya, meskipun sedang tertunduk Danny bisa tahu dari sekelebat raut wajahnya itu bahwa Patricia mulai mulai memandang dirinya lemah dan tidak bisa apa-apa.
Danny tahu sikap yang terlihat terlalu melindungi ini pasti melukai perasaannya saat ini; Danny bisa menebak Patricia merasa dirinya kurang kuat hingga akhirnya dia harus selalu dilindungi sampai saat ini, namun sebenarnya bukan ini yang Danny pikirkan tentang Patricia.
__ADS_1
"Aku hampir kehilangan arah karena kehilangan apa yang berarti bagiku, keluargaku, kampung halamanku, dan teman-temanku, semuanya itu hilang seketika dalam hidupku ... dan aku merasa dalam perjalananku saat ini tidak ada seorang pun yang mengerti dan peduli padaku ...."
Danny mulai berbicara, Brock dan Vincent tahu bahwa pria muda itu saat ini tengah berbicara dengan Patricia saat ini.
Danny mendekat dan mengangkat wajah Patricia yang tertunduk itu, ia rasa perlu untuk melakukan hal ini untuk memberikan kembali semangat pada temannya itu.
Patricia agak kaget ketika Danny melakukan hal itu, perlahan ia mengangkat kepalanya dan melihat Danny merapikan rambut panjangnya yang agak acak-acakan dan kemudian tersenyum lembut.
Hempasan angin lebut menerpa mereka saat ini meskipun waktu tengah beranjak siang, namun angin itu membawa kelembutan dan hawa dingin yang sejuk karena hujan yang terjadi tadi.
__ADS_1
"Bertemu denganku?"
Sesudah ia menangkat kepala gadis itu, Danny saat ini bisa melihat Patricia penasaran akan apa yang telah ia katakan tadi, raut matanya terlihat menunjukkan dan bertanya-tanya apa yang ia maksud tadi.
Danny kira Patricia akan cepat mengerti dengan perkataannya tadi, namun mengingat perkataannya yang singkat itu menimbulkan pertanyaan bagi Patricia saat ini, sepertinya ia harus menjelaskannya.
"Kau ingat waktu kita pertama kali bertemu dulu? Dan apa yang kau lihat dulu sewaktu kali kita bertemu?"
Danny berusaha mengingatkan Patricia akan apa yang telah terjadi pada pertemuan pertama mereka dulu.
__ADS_1
"Kesedihanlah yang mempertemukan kita dulu, aku bahkan meluapkannya di sampingmu." Danny tahu sebagai pria tentulah ia tidak boleh terlihat bersedih, apalagi diketahui oleh wanita; mungkin saja akan ada yang berpendapat bahwa hal itu tentulah memalukan.