
"Hmm, sepertinya kau menyadari sesuatu anak muda ... akhirnya kau tahu akan kebiasaanku dan koleksi milikku ... hmm ... haha." Pria itu terdengar puas karena merasa lawan bicarannya telah mengerti 'kisi-kisi' yang disampaikannya dan mengerti sendiri tanpa dijelaskan olehnya.
Keringat mulai bertetesan di wajah Danny, ia merasa tertekan dan tidak percaya akan apa yang telah terjadi padanya, yaitu ia bertemu dengan seorang pembunuh dan langsung terkena jebakan darinya.
Danny butuh waktu untuk menerima ini dengan akal sehat, namun seberapa banyak ia berpikir ia tidak menemukan hal lain selain daripada pria misterius itu yang sudah berbuat kekejian dan kejahatan sejak lama; mengapa dia bisa berbuat jahat tanpa diketahui siapapun?
Hal yang aneh bilamana ia menyukai pergelangan tangan dan menjadikannya sebagai koleksinya, dan untuk melakukan hal itu sudah pasti ia butuh orang-orang yang kemudian menjadi target korbannya.
Danny tidak tahu seberapa banyak pria ini telah membunuh orang dan seberapa banyak pula koleksi pergelangan tangan yang dipunyainya, sampai-sampai aura yang dipancarkannya benar-benar tidak karuan benar-benar busuk!
Dia-dia harusnya tidak berkeliaran dan bisa membunuh orang seenaknya ... ja-jangan-jangan di sinilah markasnya?! Dia menyembunyikan kejahatannya dengan tinggal di sini seusai ia beraksi diluaran sana?!
Danny tidak menyangka ia tiba-tiba bertemu dengan pembunuh yang mengoleksi hal tidak wajar ini, Danny tidak mau tahu lebih lanjut mengapa pria itu begitu menyukai pergelangan tangan, ini adalah hal yang benar-benar dipersalahkan ... fakta bahwa pria misterius itu sudah membunuh banyak orang sudah terungkap saat ini.
Danny menutup mulutnya dengan tangan kirinya, ia tidak tahan rasanya ingin muntah ketika merasakan aura yang begitu gelap dan jahat ini; ia tidak menyangka manusia bisa mengeluarkan aura seperti ini, atau jika diibaratkan, karena kejahatannya yang begitu banyak itu, ia sudah tidak bisa dianggap manusia lagi!
"Hm? Kau merasa tidak nyaman karena keberadaanku? Sudah kuduga ... jika begitu kau bisa meninggalkan pergelangan tangan kananmu di sana, biarlah kau merelakannya agar 'dia' bisa menjadi salah satu koleksiku yang berharga." Pria itu mulai membujuk Danny dengan rayuan mautnya, ia berkata bahwa Danny bisa melepaskan diri dari sana dengan syarat ia harus meninggalkan pergelangan tangan kanannya sendiri.
Ini menjadi makin menegangkan, Danny tidak mengira hanya akan menemukan satu pilihan di sini dan lagi pilihan itu benar-benar tidak mau dilakukannya.
Pria misterius di dalam rumah itu memang benar-benar mengincar Danny, atau lebih tepatnya ... pergelangan tangannya agar dapat dikoleksinya.
__ADS_1
Pria itu memang tidak mengancam akan membunuh Danny dan memang hanya membutuhkan pergelangan tangannya saja namun Danny tidak serta merta juga menuruti untuk melakukan hal yang mengerikan seperti itu itu, ia tidak mungkin menuruti apa yang diperintahkan penjahat seperti pria itu demi memuaskan keinginan bejatnya itu.
"Aku terkesan dengan salah seorang temanmu anak muda ... seorang yang memiliki rambut sebahu, dia bahkan tahu rencana awalku, yaitu untuk menyeret kalian berempat ke dalam rumahku." Pria itu berkata bahwa apa yang Vincent katakan sebelumnya memang benar.
"Namun rasanya tidak enak bilamana ada seseorang yang mengetahui rencana awalku itu, karena keberadaan pria berambut sebahu yang membongkar rencanaku, keinginan mendapatkan pergelangan tangan sebanyak delapan buah menjadi sirna."
Ada nada kecewa dari suara pria misterius itu karena terbongkarnya rencana miliknya itu.
"Namun aku tidak menyangka akan ada kau, yang menarik pintu rumahku dan mau memberikan satu pergelangan tanganku untuk menghiburku karena gagalnya rencanaku tadi."
Pria itu menganggap Danny yang membuka pintu itu adalah sebuah keberuntungan baginya, karena jika ia tidak bisa mendapatkan delapan, satu saja jadi cukup baginya saat ini.
Mendengar hal ini Danny benar-benar tidak bisa menganggap pembunuh ini adalah pembunuh biasa, Danny bisa merasakan di samping aura memuakkan ini, aura membunuh juga perlahan terasa saat ini.
Danny tidak bisa memikirkan sisi manusia dari pria asing yang tinggal di rumah tidak terurus ini, tentang bagaimana ia bisa hidup di tempat kotor seperti ini, bagaimana ia mendapatkan makanan dan minuman, hal-hal yang menjadi kebutuhan dasar manusia bagaimana mungkin bisa tercukupi di sini?
Apakah dengan membunuh orang dan menjadikan mereka koleksinya membuatnya tidak lapar dan merasa bahagia? Lantas apakah itu bisa disebut seorang manusia?
Lagi-lagi Danny tidak bisa menilai pria yang tengah berbicara dengannya itu adalah manusia, bisa jadi ia sisi kemanusiaan sudah sepenuhnya menghilang darinya.
"Mengapa kau diam saja? Apakah kau akan tetap di sini dan membuat teman-temanmu menunggu? Bukankah kau punya tempat untuk dituju?"
__ADS_1
"Tidakkah kau bisa merelakan satu pergelangan tanganmu saja? Padahal aku tidak meminta nyawamu aku hanya meminta sebagian kecil dari anggota tubuhmu ... kau adalah korban pertama yang kuberi keringanan seperti itu."
Korban pertama? Itu berarti semua korban dia yang sebelumnya diambil pergelangan tangan untuk jadi koleksinya kemudian dibunuhnya ... benar-benar keji.
"Jadi bagaimana? Kau akan tetap seperti itu sampai kapanpun, kepalan tangan kananmu tidak akan pernah bisa terlepas jika kau tidak merelakannya."
Danny mendengar bujukan yang tanpa henti ini, namun dengan memikirkannya sama sekali tidak ada gunanya; Danny punya hal yang lebih penting untuk dipikirkan, yaitu kembali lagi ke awal: misteri apa yang menyebabkan rumah ini menjadi tidak biasa?
"Hm, apa kau penasaran mengapa rumahku begitu berbeda dari yang lain?" Akhirnya pria itu mulai berbicara mengenai rumahnya saat ini.
Danny terdiam, lagi-lagi pikirannya bisa ditebak oleh si pria misterius yang berada di dalam rumah ini, dan ini membuatnya makin merasa tidak nyaman.
"Kau sudah masuk ke area kemampuanku Hell Doors." Pria itu menyebutkan sesuatu dalam ucapan baru yang didengar Danny saat ini, ia tidak tahu apa yang dimaksud 'Hell Door' oleh pria misterius penghuni rumah ini.
"Hell Doors?"
"Hell Door adalah kemampuan yang tiba-tiba muncul padaku, dan kemampuanku itu adalah membuat rumah milikku ini sepenuhnya berada dalam kendaliku."
Dalam kendali? Apa maksudnya itu? Apakah ini sebabnya aku tidak bisa melepaskan genggamanku dari gagang pintu ini karena kemampuannya itu membuatku tidak bisa melakukannya?
Ah aku tahu! Jangan-jangan kemampuannya ini memang tidak berhubungan dengan sihir sihir, jadinya aku tidak bisa mendeteksi pada awalnya ... kemampuannya itu sepertinya muncul dengan sendirinya.
__ADS_1
Mirip dengan kemampuan penyembuh Patricia yang tidak termasuk sihir itu, sebuah kemampuan khusus yang hanya dimiliki penggunanya ... tapi mengapa penjahat sepertinya malah mendapat kemampuan khusus seperti itu?!