Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 495: Usaha Untuk Idola


__ADS_3

-Kilas balik, ingatan Olivia-


Di suatu pagi yang indah, di Kerajaan Utara, tempat di mana ras iblis hidup dengan damai seperti biasanya.


Olivia kecil sedang bermain bersama rekan iblisnya yang lain, mereka terlihat senang dan bercanda bersama-sama.


“Hei persiapkan jalan! Tuan Domer akan lewat!” Terdengarlah suara pria berat yang tak lain tak bukan adalah salah satu prajurit iblis, lengkap dengan baju zirah merah dan juga pedang yang keren.


“Woah....” Mata Olivia kecil berbinar melihat tiba-tiba ada banyak pasukan iblis yang lewat ke tengah kota seperti ini.


Sedang teman-temannya sudah beranjak pergi karena orang-orang tua menyuruhnya, hanya Olivia-lah yang masih berdiri di tempatnya.


Jarang sekali para prajurit lewat ke kota, biasanya hanya pada saat tengah malam atau ketika sepi, di saat itulah para prajurit iblis ini datang ke kota.


“Hei! Aku mau lihat yang datang itu!” Beberapa pria dan wanita dari ras iblis berdesakan satu sama lain, mereka terlihat begitu tertarik dengan kedatangan salah satu komandan besar iblis yang akan segera lewat.


Blugh.


“Ah!” Olivia kecil jatuh tersungkur karena terdesak begitu banyak masyarakat iblis yang berkerumun, yang orang banyak pedulikan itu adalah bagaimana melihat sang komandan besar iblis yang sangat berpengaruh bagi Kerajaan Utara.


Momen yang jarang terjadi seperti inilah yang dicari kebanyakan orang. Dan pada hakikatnya hal ini tidak hanya berlaku pada iblis dewasa juga.


“AH! Minggir! Aku mau lihat!” Olivia kecil berusaha bangkit dari kerumunan masyarakat ini. Ia juga tidak mau ketinggalan untuk melihat sosok dibalik pertahanan Kerajaan Utara, Tuan Domer.


“Anak kecil main yang jauh sana!” Salah satu iblis dewasa menatap Olivia dengan tidak ramah, yang membuat Olivia jadi tidak senang juga.


“Hmph!” Olivia mendengus kesal, tidak menghiraukan omongan iblis dewasa itu. Malahan tekadnya jadi makin kuat.


‘Aku harus melihatnya!’ batin Olivia kecil, namun tidak mungkin di saat kerumunan para iblis dewasa ini menghalangi pandangannya.


Lagipula bagaimana mungkin ia bisa melihat apa yang ada di depannya kecuali ia punya tinggi yang sama dengan para iblis dewasa ini?

__ADS_1


Tidak mungkin karena ia masih kecil, mau pakai teknik gelap pun, iblis kecil belum diperbolehkan menggunakan itu, jangankan menggunakannya, belajar mengenainya juga masih belum saatnya.


Olivia kecil memutar otaknya, dengan hanya berdiri saja tidak akan menjamin iblis lain akan membantunya untuk melihat sang komandan besar iblis itu.


Menurut cerita orang, sosok Tuan Domer itu adalah tinggi besar dan begitu gagah, namun pada akhirnya Olivia masih belum cukup dengan hanya penjelasan seperti ini saja, ia ingin melihatnya secara langsung.


“Waah! Lihat! Keren sekali!” Para iblis wanita bersorak kencang sangat kagum dengan apa yang dilihatnya, yang membuat Olivia kecil malah semakin penasaran.


TAP!


“Hei!”


Seketika itu juga Olivia kecil berlari ke belakang menjauhi kerumunan yang ada, menubruk beberapa iblis dewasa yang kaget dengan kelakuannya ini.


‘Aku harus melihatnya!’ Tidak ada tekad yang lebih besar dari hal ini dalam hati Olivia kecil, dan ia berlari menerobos kerumunan yang makin padat.


Berlari menjauh kerumunan, karena ia tahu ia tidak bisa menyelip antar tubuh para iblis dewasa yang berdesakan ini, jadinya malah ia menjauh saja.


‘Aku bisa melihatnya dari atas.’ Olivia kecil punya rencana berbeda, yang akhirnya ia mencari bangunan rumah yang sekiranya terdapat tangga untuk bisa naik ke atas.


“Aha!” Olivia kecil menemukan sebuah rumah yang di mana terdapat tangga di temboknya, jika memanjat ke atas tentunya akan membuat ia bisa melihat sosok komandan iblis yang hebat itu.


Kebetulan atap dari bangunan rumah itu bukanlah genteng sebagaimana mestinya, melainkan tembok datar yang di mana bisa menginjakkan kaki di atas sana.


Kebetulan Olivia juga pernah melihat beberapa anak yang main di atas rumah itu, hanya saja ditemani oleh iblis dewasa.


“Hup!” Olivia segera melakukan urusannya, ia perlahan memanjat tangga yang ada di tembok rumah itu, seharusnya perbuatannya ini tidak diketahui siapapun mengingat perhatian semua iblis hanya tertuju pada kedatangan komandan besar iblis.


‘Hehe....’ Memanjat tangga bukanlah perkara sulit meskipun tubuhnya kecil, ia hanya tinggal fokus mengarahkan tangan dan kakinya dan itu sudahlah cukup.


Tap.

__ADS_1


Olivia kecil akhirnya sampai di atap rumah, dan dengan setengah berlari ia melihat ke bagian paling pinggir dari bangunan rumah yang telah dipanjatnya. Ada tembok putih pendek yang membatasi atap itu, dan Olivia menjaga jarak dengan itu.


“Ah!” Benar saja dugaannya, ia bisa melihat kerumunan para iblis dan juga prajurit iblis yang berusaha untuk membuka jalan dari kerumunan yang besar ini.


“Keren sekali....’ Mata Olivia kecil berbinar melihat ini, ia sangat senang bisa melihat sosok iblis kuat yang sudah berjasa banyak bagi kerajaan ini.


Benar saja apa kata iblis lain, Tuan Domer itu punya tubuh yang besar dan sangat gagah, tidak heran bilamana banyak masyarakat ras iblis yang mengelu-elukannya.


Perhatian Olivia kecil tidak teralihkan sedikitpun, mengingat ia sedang memuaskan dirinya untuk melihat sosok iblis hebat ini.


‘Bagaimana rasanya digendong olehnya ya?’


“HEI!”


“AH!?” Olivia berbalik melihat ada pemilik rumah yang tidak sengaja sedang berada di atap rumah juga. Seorang iblis pria dewasa yang memiliki tampang tidak senang dengan kedatangan orang asing di sini.


‘Sial!’ Olivia tidak mempersiapkan diri sama sekali bilamana pemilik rumah datang ke atap juga.


“Bocah bandel! Sini kau!” Pemilik rumah itu berjalan mendekati Olivia, sedang Olivia gemetaran di tempatnya.


‘Ba-bagaimana ini? Aku mungkin dituduh mencuri sesuatu!’ Olivia kecil terpikirkan hal ini, bahkan pikirannya itu sudah cukup dewasa untuk memikirkan apa yang bisa saja terjadi.


Pemilik rumah itu sudah curiga dengan gerak-geriknya, dan ditambah lagi di kota sedang marak-maraknya kasus kehilangan barang yang seringkali tidak diketahui penyebabnya.


Maka tentu dengan itu pemilik rumah bisa mempermasalahkan kejadian ini dengan mudah.


Pemilik rumah itu berpikir kemungkinan bocah iblis ini sudah merencanakan mengendap-endap masuk ke rumah ini di saat keramaian terjadi, tentulah dari atas atap ia bisa mengawasi segalanya, dan ketika sudah aman ia bisa masuk ke dalam dari pintu atap yang ada.


“Tu-tuan aku sedang melihat Tuan Iblis besar yang datang!” Olivia kecil berusaha meyakinkan sang pemilik rumah bahwa ia sama sekali tidak ada niat untuk berbuat jahat di sini.


“Alasan saja! Barang di rumahku banyak hilang!” Terbuktilah apa yang dipikirkan Olivia kecil.

__ADS_1


Padahal ia pikir hampir semua iblis melihat kedatangan sang komandan besar iblis ini, namun pada akhirnya tidak seperti yang ia pikirkan.


__ADS_2