Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 430: Menguasai


__ADS_3

Danny merasa lebih tenang setelah batu permata mulia sihir


itu ada dalam dirinya. Tidak biasnya ia bisa mempertahankan kesadarannya seperti ini, padahal jiika situasi sudah sulit kesadarannya bisa saja menghilang.


Batu permata mulia sihir seolah langsung menerimanya apa


adanya, berbeda dengan usaha yang ia lakukan sebelumnya pada batu permata lain.


‘Kenapa ya?’ Danny bertanya dalam hatinya sendiri. Fakta


bahwa ia telah berlatih keras selama beberapa waktu bersama dengan temannya itu adalah hal yang tidak bisa dipungkiri, jadi apa itu alasannya?


‘Tapi sebelumnya aku juga berlatih seperti ini....’ Danny


memikirkannya, memang latihan yang ia jalani demi menjadi pewaris batu permata mulia berbeda namun tetap berfokus bagaimana caranya agar ia bisa menguasai kekuatan dan keahlian tertentu.


Dan di setiap akhir sesi latihannya biasanya ia menunjukkan seberapa maju proses latihannya itu dengan melawan gurunya sendiri.


‘Bahkan ketika ingin menguasai batu permata mulia fisik pun


seperti itu.’ Danny mengingat bagaimana keadaan fisiknya yang dipaksa jauh ke tingkat yang berbeda demi mengimbangi kekuatan batu permata mulia.


Namun mengapa di saat ia hanya mengeluarkan aura kekuatan saja malah batu permata mulia sihir langsung bisa ada dalam dirinya sekarang?


Danny berdiam sebentar, menyelidiki apa yang terjadi dalam tubuhnya, namun tepat setelah berselang batu permata mulia hilang di genggaman


tangannya di situlah perasaan energinya yang meluap sirna.


‘Selain itu aku tidak merasakan apapun lagi....’


Danny malahan kembali ke kondisi awalnya, di mana ia berada dalam keadaan yang baik-baik saja.


Kejadian ini berbanding terbalik ketika ia berusaha untuk


mengimbangi kekuatan batu permata mulia, kali ini malah batu permata mulia itu sendiri yang seperti punya keinginan sendiri.


Sederhananya kekuatan itulah yang menerima Danny apa adanya, tidak peduli seberapa besar kekekuatan sihirnya sekarang.


Padahal Danny pikir ia akan bertarung dengan seorang ahli


sihir demi human yang hebat di sini dan bersusah payah untuk mendapatkan batu permata mulia, namun pada akhirnya apa yang ia pikirkan ini tidak terjadi.

__ADS_1


“Dengan begini tugasku sudah selesai.” Freiss sedikit tersenyum, terlihat jelas raut wajahnya menunjukkan kelegaan.


Dari dia juga terpancar bagaimana pesona seorang wanita dewasa yang begitu terlihat ramah dan baik, membuat siapapun yang memandangnya jadi terpana beberapa saat.


‘Hanya tinggal satu batu lagi....’ Danny merenung, tidak


terasa perjalanannya sudah sejauh ini, berbagai macam hal telah dilewatinya dan kini semuanya itu membawanya sampai di titik ini.


Danny sedikit tertunduk, ia masih belum percaya dengan apa yang terjadi saat ini.


“Kenapa?” Patricia sadar Danny terlihat lebih diam sekarang.


“Ah tidak apa,” jawab Danny sembari tersenyum, meski rasa


penasarannya masih belum terjawab namun ia bersyukur karena tidak ada hal aneh


yang terjadi dalam tubuhnya saat ini.


*


Syut!


Seketika itu juga Freiss mengaktifkan mode penglihatan


Mode penglihatan sihirnya ini membuka dimensi baru yang


tidak terlihat oleh mata biasa, membuat penggunanya melihat sekitar dengan pandangan berwarna ungu dan tembus pandang.


Semua yang dilihat dalam dimensi yang terbuka ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditutupi, seperti besaran kekuatan fisik dan sihir seseorang, kondisi organ fisik dan dalam, bahkan kelemahan dan kekuatan seseorang bisa dilihat secara instan dengan pandangan ini.


Kekuatan penglihatan yang cukup hebat dan menguntungkan bagi siapapun yang bisa menguasainya, dan sayangnya tidak semua orang bisa menguasainya.


Kekuatan penglihatan ini tidak bisa dipelajari secara biasas


seperti teknik lain, melaikan butuh kekuatan sihir yang hebat demi bisa menggunakan kekuatan ini.


‘Meskipun tidak batu permata mulia sihir tidak ada lagi padaku,


tapi seharusnya aku masih bisa menggunakannya.'


Juga kekuatan ini tidak bisa digunakan berulangkali karena

__ADS_1


besarnya energi sihir yang harus dikeluarkan.


Freiss melihat bagaimana kekuatan yang terpancar dari Danny, dan memang sesuai dengan apa yang ditunjukkannya tadi, bahkan dari dalam diri pemuda ini Freiss bisa merasakan kekuatan lain yang misterius.


‘Kenapa seorang manusia punya kekuatan seperti ini?’ Freiss


bertanya dalam batinnya sendiri, ia memang tahu sekarang pewaris batu permata mulia adalah seorang manusia yang bahkan belum berumur banyak, namun ketika ia menyelediki lebih dalam lagi ia ternyata ada sesuatu yang menarik.


‘Kekuatan yang bahkan tidak aku paham bagaimana cara


kerjanya.’ Freiss sejujurnya tidak begitu tahu apa sebenarnya titik kekuatan berwarna


putih terang yang berada dalam tubuh pemuda ini.


Selain itu Freiss juga bisa melihat empat kekuatan lain yang tak lain tak bukan adalah kekuatan batu permata mulia itu sendiri.


‘Keempat kekuatan leluhur demi human bisa berdampingan seperti itu, beruntung sekali aku bisa melihatnya.’ Freiss merasa bangga sebagai mantan


pemegang batu permata sihir melihat pemandangan seperti ini.


Yang di mana akan memenuhi takdir yang sudah ditentukan,


pemuda bernama Danny ini akan segera menghadapi akhir perjalanannya.


SYUT!


“Uh....” Freiss memegang kepalanya sendiri, terasa berat, matanya pun mengalami hal yang sama.


‘Aku terlalu lama menggunakan kekuatan sihir ini....’ Freiss


terlalu terbawa rasa penasarannya akan apa yang ada dalam diri pemuda ini sampai-sampai lupa kekuatan batu permata mulia sudah tidak lagi berada di tangannya.


"Guru?” Danny mendekati Freiss yang terlihat tiba-tiba kehilangan keseimbangannya.


“Ah, aku tidak apa.” Freiss kini berusaha mengumpulkan


kekuatan lagi, karena ia adalah seorang demi human dari aliran sihir, tidak susah baginya untuk melakukannya.


“H-hei pandangan kalian berubah tadi?” Danny mengucek-ngucek


matanya sembari menanyakan hal ini pada temannya dengan heran.

__ADS_1


“A... apa?” Freis tidak percaya dengan apa yang didengarnya


sekarang.


__ADS_2