Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 478: Sudah Kubilang 'kan


__ADS_3

“Hm.” Domer melihat ke sekitarnya, ia masih melihat hamparan padang pasir luas yang sama, tidak ada yang berbeda sejauh mata memandang.


Namun dibalik raut wajah tenang sang iblis ini, ia tahu betul ada sesuatu yang terjadi.


‘Kilatan ungu tadi.’ Domer tidak bisa mengabaikan kilatan ungu yang barusan terjadi, begitu cepat sampai tidak bisa dideteksi kecuali dengan indera yang kuat.


“Kau melakukan sesuatu?” tanya Domer sembari melihat tajam pada pemuda yang ada di depannya.


Pemuda yang tak lain tak bukan adalah Danny itu sedikit tersenyum. “Menurutmu?”


Danny tidak memberikan jawaban, melainkan maalah menyuruh iblis ini berpikir sendiri.


Jawaban yang mencurigakan, Domer sekarang tahu mengapa adsa kilatan cahaya ungu dan juga atmosfer sekitar yang terasa berbeda, apalagi kalau bukan ulah si manusia ini?


Ia tidak bisa merasakan hawa kekuatan orang lain selain pemuda yang jadi tergetnya, seolah keberadaan yang lain lenyap dan hanya tinggal mereka berdua.


‘Dia melakukan sesuatu.’ Sudah jelas seperti itulah kesimpulannya. Tidak ada yang bisa menjelaskan kejadian ini selain dari apa yang dilihatnya.


Apakah ini ilusi? Ataukah teknik lain? Domer masih belum tahu sebabnya, mengingat secara garis besar tidak ada yang berubah kecuali kini ia hanya sedang berdua dengan pemuda itu di sini.


‘Sihir perubahan tempat?’ Domer yakin asumsi inilah yang paling aman untuk dipercayai saat ini, meski ia juga tidak punya dasar kuat untuk benar-benar yakin.


Domer tahu bisa saja pemuda bernama Danny itu mengeluarkan kekuatan sihir jumlah besar dan membuat lokasi baru yang benar-benar mirip. Dengan kata lain ia menjebaknya satu lawan satu.


Keputusan yang mengejutkan dan bodoh. Di saat seharusnya dia bekerja sama dengan manusia lain, eh ... yang dilakukan malah sebaliknya. Dan tidak berhenti di situ, dia malah mengajak satu lawan satu.


Manusia tidak berpikir panjang seperti apa lagi ini? Domer tidak mengerti, namun pada akhirnya ia tidak bisa berharap banyak dari seorang manusia seperti dia.


Manusia dengan kekuatan batu permata mulia dan juga kekuatan aneh yang sulit dijelaskan? Apakah Archifer tidak terlalu berlebihan?


Yang ia lihat sekarang pada targetnya ini hanyalah blunder fatal yang sangat merugikan diri dia sendiri. Bahkan sebagai lawan pun ia masih peduli sampai seperti ini.


Apakah dia layak menyandang sebutan musuh terbesar bagi rencana iblis? Ataukah Archifer hanya berlebihan saja?


‘Saatnya mencari tahu’ Domer melihat tajam ke arah Danny.


*

__ADS_1


Sementara itu di sisi lain Danny masih terdiam melihat musuhnya dengan penuh perhatian.


Luka yang ada pada tubuhnya masih belum terlihat baik, namun tidak masalah selama rasa sakit yang ada tidak mengganggu. Danny tidak menunjukkan ekspresi lain selain keseriusan yang ada padanya.


‘Tidak mungkin dia tidak sadar,’ batin Danny, iblis dengan kekuatan besar ini mengingatkannya pada Victoria, iblis perempuan dengan kekuatan yang tidak masukk akal.


Mata Danny bersinar berwarna ungu, aura kekuatannya terus meningkat.


‘Aku harus menggunakannya atau tidak sama sekali.’ Danny menguatkan tekadnya, karena memang inilah yang harus ia lakukan.


‘Aku harus mengendalikannya, aku bisa.’ Batin bisa bergejolak di dalam, tidak ada gunanya menunjukkan pada orang luar. Tidak ada gunanya memperlihatkan kelemahan pada orang lain.


Apa yang terlihat di luar seringkali bisa menipu, dan teknik inilah yang sedang digunakan oleh Danny. Ia punya pilihan untuk terlihat tetap kuat atau menunjukkan kelemahannya.


Yang di mana pilihan kedua paling mudah dilakukan namun tidak berguna, jadinya Danny memilih pilihan pertama saja yang sulit namun cukup efektif.


Tidak ada salahnya merasakan tidak berdaya dan tidak mampu, namun ketika terlalu lama maka akan berakibat fatal. Danny belajar dari kebimbangannya ketika mendapat mandat menggunakan kekuatan batu permat mulia.


Ia selalu merasa tidak mampu dan berkompromi dengan rasa sakitnya, yang tidak membuatnya jadi makin baik, malahan sebaliknya.


‘Tuan Arthur, maaf. Aku akan menyelesaikan urusanku, dendam Tuan Thor, serahkan saja padaku.’ Danny tidak punya kesempatan mengatakan hal ini secara langsung dan ikut campur dalam urusan orang tidaklah mengenakkan.


Namun ia tidak bisa menyerahkan urusan ini pada sang ksatria suci, yang di mana iblis bernama Domer itu hanya punya urusan dengannya.


Danny tidak mau membiarkan Tuan Arthur termakan pancingan dari iblis ini yang pada akhirnya lupa akan segalanya.


Danny banyak mendengar Tuan Thor dari orang, dan dia adalah anggota ksatria suci yang ramah dan menyenangkan. Pasti tidak mudah kehilangan seorang yang begitu dicintai.


Danny berdiri di sini tidak hanya untuk dirinya sendiri, menjawab tantangan iblis. Ia juga berdiri sebagai seorang yang dipercayakan Arthur untuk melawannya.


Meski memang secara tidak resmi. Lagipula Arthur sendiri belum bilang dia memperbolehkan Danny ikut campur dalam urusan ini, namun tidak ada waktu lagi. Danny siap mengambil konsekuensi apapun yang akan ia hadapi.


HUSH!


Danny maju ke depan, seketika itu juga ia melancarkan rentetan serangan fisik pada Domer.


DUAR!

__ADS_1


BLAR!


Namun serangan yang dilancarkan Dannya malah mengenai lingkaran sihir yang mengelilingi tubuh iblis itu, bahkan untuk mengenai zirahnya sulit sekali.


‘Dia cepat!’ Danny sudah bergerak secepat yang ia bisa, namun sudah pasti tidak secepat ketika menggunakan kekuatan batu permata mulia kecepatan.


BUM!


Domer maju ke depan, sedang gerakan Danny tertinggal, ia benar-benar kalah cepat di sini!


‘Tidak sempat!’


“Sihir Per-“ Danny sedikit mengarahkan tangannya ke depan, ia belum sempat bersiap untuk bertahan dari serangan iblis ini.


TRANG!


BUM!


“Ugh!” Meski kalah cepat, Danny berhasil mengakalinya dengan meningkatkan kekuatan aliran sihirnya ,yang pada akhirnya ia berhasil membuat lingkaran pertahanan sihir, meski belum sempurna dan hancur di saat yang bersamaan.


Tubuh Danny terhempas kencang dan terpental jauh bahkan menimbulkan suara seperti ledakan yang hebat.


‘Astaga!’ Danny bisa merasakan tubuhnya bergesekan dengan udara, rasanya panas seperti terbakar. Ia berusaha menghentikan dirinya agar tidak terhempas, namun memang susah sekali!


Seperti ada magnet yang terus menariknya ke belakang, kekuatan fisik iblis Domer ini di luar akal sehat.


SSRRRRRR!


Danny memperkuat lagi kekuatan batu permaya mulia sihirnya, ia butuh lebih banyak lagi kekuatan. Tidak lucu bilamana tubuhnya malah habis terbakar karena bergesekan dengan udara, dia ini kan bukan meteor.


‘Baiklah aku bisa! Aku bisa!’ Aura keunguan yang pudar di tubuh Danny kini mulai menguat kembali, membantunya agar bisa bertahan melawan udara ini.


HUSH!


“?!” Tanpa bisa diduga siapapun Domer malah muncul di dekat Danny yang masih terhempas begitu kuat, seolah mudah sekali baginya untuk bergerak dalam kecepatan seperti ini.


“Aku salah menilaimu.” Domer melihat Danny dingin, sedang kepalan tangannya yang penuh dengan energi sihir siap menghantam Danny sekali lagi.

__ADS_1


__ADS_2