
Akhirnya setelah mengumpulkan beberapa jiwa, akhirnya mereka menamai kelompok itu sebagai Alliance Fight's kelompok itu mulai beroperasi dengan mengikuti berbagai turnamen, menyelesaikan tugas bilamana dibutuhkan, dan para petarung pun dibebaskan bila memang ingin berpisah setelah mendapat keuntungan dari kelompoknya itu.
Namun kebanyakan dari mereka ternyata tidak mengambil keuntungan bagi diri mereka sendiri, mereka lebih loyal terhadap kelompoknya dan mulai suka untuk selalu bersama-sama.
Kelompok itu pun telah berjalan selama dua tahun, dengan beberapa anggota yang tetap loyal dan bahkan lebih mementingkan kelompok mereka sendiri.
Pada akhirnya mereka tidak bisa terus tinggal di tempat, dan memutuskan untuk berkelana ke berbagai tempat, dan sampailah mereka di area rerumputan yang luas ini dan memutuskan untuk mengambil rehat sejenak sembari menikmatinya.
"Kibo, setelah kita pergi ke kerajaan barat selanjutnya kita akan menuju kerajaan selatan kan ?" Kibo menunjuk ke arah barat di mana area hijau rerumputan itu masih luas di depannya, nampaknya setiap arah mata angin terasa sama saja akibat begitu luasnya daerah itu.
Yizi tidak sabar ingin segera menuju kerajaan barat, di mana ia bisa melihat langsung para ksatria suci yang memang terkenal di sana.
"Ya, tentu, persiapkan dirimu Yizi kau seharusnya nanti yang akan memberikan sepatah dua patah atau sebanyak apapun yang kamu mau, agar para anggota kita bisa lebih semangat mengikuti acara pertarungan di kerajaan selatan itu," ujar Kibo sembari beranjak berdiri.
__ADS_1
Kibo kemudian memutuskan untuk kembali ke kamp mereka yang ternyata lumayan jauh dari arah mereka berada saat itu, meninggalkan Yizi yang masih duduk di sana.
Aaah, bagaimana ini? Apa aku bisa memimpin mereka semua?
Memang aku tahu ini sudah berjalan dua tahun lamanya, tapi aku merasa tidak pantas untuk memimpin kelompok ini, seharusnya yang lebih pantas adalah Kibo.
Namun dari sejak dulu kelompok ini dibuat Kibo selalu mengelak ketika aku menawarkannya menjadi ketua, dan alasannya memang selalu sama.
Akhirnya setelah cukup berpikir, Yizi ikut pula berdiri dan untuk kembali ke kamp tempat di mana mereka bersinggah, hari sudah mulai sore, sinar matahari sudah mulai berubah menjadi kuning keperakan yang benar-benar diselingi dengan hilir angin dingin yang mulai terasa, membuat Yizi ingin segera kembali ke kamp dan beristirahat di tenda.
Beberapa jam berlalu, hari sudah mulai gelap, namun Yizi nampaknya ingin membuang hajat, namun apa daya di sana hanyalah area lapangan hijau yang luas terbuka, masakan harus buka-bukaan dalam buang air?
Padahal seharusnya Yizi memberikan pidato atau pemberian semangat pada para anggota Alliance Fight's nya itu, namun itu harus terhalang karena keinginan alaminya itu.
__ADS_1
Kibo tak dapat berbuat apa-apa selain mengizinkan temannya itu meskipun dalam keadaan penting saat ini, ia hanya berpesan kepada Yizi agar tidak terlalu lama menyelesaikan urusannya itu.
Yizi akhirnya memutuskan untuk pergi agak jauh dari kamp nya itu untuk mencapai area di mana banyak sekali pepohonan di sana.
Akhirnya Yizi menyelesaikan urusannya di sana, terasa enak dan lega setelah selesai.
Namun tiba-tiba Yizi mendegar sebuah suara dedahan pohon kering yang terinjak-injak, tidak jauh dari area pepohonan tempatnya berdiri.
Akhirnya Yizi memutuskan untuk mencari tahu, bilamana ada orang atau binantang yang berada di area itu, ia mengendap-endap supaya keberadaannya tidak diketahui jika bila memang ada sesuatu di sana.
Setelah berjalan mengendap-endap, tidak ada apapun di sana yang mencurigakan, mungkin hanya angin pikir Yizi, ia berbalik badan untuk pergi menuju kampnya kembali.
Namun tiba-tiba di hadapannya ada bayangan hitam dan Yizi belum bisa berbuat apapun sebelum akhirnya dia tidak sadarkan diri.
__ADS_1