Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 238: Rasa Sakit Yang Kurasa


__ADS_3

Setelah berlari beberapa saat ia melihat Yizi masih dalam aura kekuatan merahnya itu sedang berlutut di tanah; dia terlihat seperti kesakitan dan kelelahan.


"Yizi! Kau tak apa?"


Yizi kemudian batuk- bukan batuk biasa, melainkan batuk darah yang cukup banyak. "He-hei Yizi! Kau ...."


Danny seketika itu juga merasa bahwa mungkin saja Yizi yang sekarang ini belum mampu menahan kekuatan serangan Arthur yang bertubi-tubi tadi.


Maka dari itu mungkin saja efek dari serangan Arthur tadi baru saja ia rasakan sesaat setelah ia menerima serangan yang bertubi-tubi itu.


Danny melihat ke arah Arthur yang terlempar tadi; sekarang area sekitar mereka tidak ada lagi nampak pepohonan hijau dan rindang melainkan menjadi tanah kosong di mana banyak pohon tumbang dan berserakan di mana-mana; situasi seperti ini membuat cahaya bulan dapat menerangi mereka dengan lebih baik.


Tuan Arthur ... apakah semua ini sudah selesai?


Untuk sesaat Danny mengira bahwa pertarungan ini telah berakhir dengan Arthur yang sudah berada di sana; terhempas dua kali ke tempat yang sama membuat aura sihir berwarna kuning dari tubuhnya itu menghilang.


"Ukh?!"

__ADS_1


Danny merasakan sakit yang amat sangat pada badannya itu, sebuah kesakitan yang tiba-tiba muncul itu membuat Danny harus tergeletak di tanah.


"ARGHH!"


Yizi yang masih harus berfokus dengan sihirnya itu dengan tujuan meminimalisir kesakitannya itu merasa heran dengan Danny yang tiba-tiba terjatuh dan berteriak dengan kencang.


Yizi berusaha untuk tetap fokus mengalirkan seluruh sihirnya itu sehingga masih terlihat aura sihir berwarna merah itu masih ada terlihat dari dirinya- dia melakukan hal itu untuk menekan rasa sakit yang seharusnya ia terima dari serangan Arthur tadi.


Yizi pun mendekati Danny yang sedang berguling-guling di tanah sambil berterik-teriak dengan keras; ia sama sekali tidak tahu mengapa Danny yang tadinya baik-baik saja lalu tiba-tiba bertingkah seperti ini.


"Danny?! Ada apa denganmu?" Yizi berusaha untuk menenangkan Danny yang nampak meringkuk kesakitan bahkan sambil berteriak-teriak dengan keras.


Rasa sakit ini, lebih daripada saat aku pertama kali menerima batu permata fisik!


Mengapa tiba-tiba saja muncul rasa sakit ini?!


Ja-jangan-jangan ini akibat dari penggunaan kekuatan batu permata mulai fisik dan daya tahan secara bersamaan?!

__ADS_1


Astaga rasa sakit ini benar-benar sakit, mungkin saja ini rasa paling sakit yang pernah kurasakan sampai saat ini.


Danny terus berguling-guling dan meringkuk meratap akan rasa sakit yang ia derita itu benar-benar menyiksanya saat ini, ia tidak menduga rasa sakit yang akan di terimanya itu melebihi apa yang dapat ia tanggung di dalam tubuhnya itu.


Dalam beberapa saat yang penting, Danny merasa ia akan meninggalkan dunia ini karena rasa sakit yang amat sangat itu.


Ia rasanya ingin saja denhan menghentikan ras sakit ini namun tidak tahu bagaimana caranya, jika memilih tentu saja ia lebih memilih kondisi dimana ia sudah tidak merasa sakit lagi.


Danny dengan segera memegang bahu Yizi, raut mukanya benar-benar tersiksa, menggila dan merasa sudah tidak peduli apapun juga.


"Yi-Yizi, ku-mohon ... bisakah kau menghentikan rasa sakit yang kurasa ini?"


"AARGHH!"


"AGHH! SAKIIIT!"


Yizi masih kebingungan dengan kondisi Danny saat ini. "A-apa yang kau maksud Danny?"

__ADS_1


"Apa yang bisa kulakukan untukmu?!"


__ADS_2