
“Kenapa....” Raut wajah Danny menyiratkan ketidakpercayaan yang dalam, ia tidak mengerti mengapa bisa-bisanya ia melihat rekan lamanya... di dunia nyata.
Danny bisa memaklumi apa yang ia lihat sebelumnya adalah dunia lain yang tak sengaja ia ciptakan.
Saking begitu rindu akan kedua rekannya sampai-sampai batu permata mulia sihir meresponnya dengan membuat dunia lain tanpa sepengetahuan penggunanya saat ini.
Perlahan keringat mulai menetes dari kepala pemuda itu, kini ia melihat kembali rekannya dengan penampilan yang sama persis, memakai jubah hijau, penampilannya tertutup.
“....” Danny merasa tidak ingin percaya, namun kali kedua ia melihatnya tidak membuat apa yang dilihatnya ini tidak nyata seperti sebelumnya.
“Cecilia....” Nada suara Danny pelan dan terdengar menyakitkan. Namun ia berusaha untuk menahan agar suaranya tidak terdengar siapapun.
“....” Seorang yang dikenal Danny yak tak lain tak bukan adalah Cecilia menyingkapkan tudung hijaunya itu.
"!"
Patricia terkejut dengan apa yang dilihatnya, ia memang melihat orang yang sama sebelumnya di dunia yang diciptakan Danny, namun kali ini ia bisa melihat dengan jelas gadis cantik itu punya bentuk telinga yang sedikit berbeda.
Bentuknya agak panjang, dari sini Patricia berpendapat bahwa seorang yang di depannya ini bukanlah manusia biasa seperti yang ia duga sebelumnya.
Seketika itu juga terlihat jelas sorot mata biru yang tajam yang membuat siapapun yang melihatnya jadi terintimidasi.
Itulah yang menjadi pembeda dibalik kemunculan nyata rekannya ini.
Danny bisa merasakan aura sihir alam yang begitu kuat yang menandakan pertemuannya ini tidak seperti yang ia harapkan.
Tidak ada waktu untuk memikirkan perasaannya sendiri, yang ia lihat sekarang bukanlah Cecilia yang dikenalnya. Tidak peduli seberapa lama waktu berlalu Danny tetap ingat dengan kejadian itu.
‘Karena kelemahanku sendiri... aku tidak bisa menyelamatkannya....’
‘Kalau saja aku lebih kuat....’
Danny tahu akibat dari rekannya yang berubah jadi pribadi lain adalah karena ia tidak mampu bertahan dari Victoria, salah seorang pemimpin iblis yang begitu kuat.
Kalau saja ia punya kekuatan untuk mengatasi apa yang telah terjadi di masa lalu, mungkin sekarang semuanya bisa berakhir berbeda.
‘Kaulah orang pertama yang menyelamatkanku....’ Danny tidak mmapu menahan perasaannya sendiri. Pertemuan setelah beberapa waktu ini membuat Danny tidak tahu harus berbuat apa.
Pada kenyataannya Danny memang diselamatkan oleh seorang yang ada di depannya, itu adalah fakta, tidak peduli kenyataan yang sekarang ia dan teman-temannya tahu.
Seorang yang menolongnya dengan tulus. Dan bahkan mau menemani perjalanannya tanpa ragu sedikitpun.
Lebih baik bagi Danny jika ia tidak bertemu kembali dengannya ketimbang harus bertemu di situasi seperti ini.
Keduanya sama-sama berat, namun pada akhirnya yang terberatlah yang kini datang padanya.
“Kau terlihat berbeda.” Cecilia alias Shea akhirnya mengatakan sesuatu, nada suaranya penuh dengan keseriusan dan ketegasan. Sorot matanya yang tajam masih tetap terasa menusuk.
Danny perlahan membuka matanya, sorot matanya menandakan ia sudah siap akan apapun yang akan terjadi di sini.
Setelah banyak waktu berlalu Shea memang bisa merasakan adanya perubahan yang cukup besar dari pemuda yang ia tinggalkan yang juga mengakui dirinya adalah temannya itu.
Perubahan yang paling jelas terasa tidak lain tidak bukan adalah dari segi kekuatan, yang mana pemuda bernama Danny itupunya kekuatan yang beragam sekarang.
Jika harus diakui maka ini adalah loncatan yang cukup besar. Kini Shea tidak menganggap Danny hanya manusia biasa saja, melainkan kekuatannya sudah setara musuh pertama yang ia hadapi setelah tersadar, Victoria.
__ADS_1
Danny terdiam, ia semakin sadar memang seorang yang di depannya bukanlah seorang yang ia kenal, ia berusaha untuk berpikir seperti ini.
“Apa yang sudah kau lakukan?” Danny langsung ke intinya, tubuhnya sedikit bergetar ketika menanyakan hal ini.
....
Patricia melihat Danny bersusah payah untuk berkomunikasi dengan seorang- atau se-makhluk yang ada di depan mereka.
Patricia sedikit banyak sudah tahu soal gadis berjubah hijau ini dari cerita Danny. Dia adalah teman lamanya yang sudah berubah dan kini tidak seperti yang dia kenal lagi.
Patricia memang sedikit bingung dengan maksud dari ‘berubah’ namun kemungkinan besar yang Danny maksud adalah soal sifat.
Jikalau ‘berubah’ itu yang dimaksud maka Patricia bisa lebih mengerti lagi dari sebelumnya.
“Aku mencarimu,” jawab Shea pendek.
“Tadinya aku ingin bersantais sampai iblis menemukan dan mengalahkanmu... tapi kesabaranku masih ada batasnya juga.” Shea memainkan jemarinya, ia seperti tipikal makhluk yang cepat bosan dan tidak mau menunggu.
“Iblis?” Danny terheran, mengapa rekan lamanya itu menyebutkan soal itu?
Danny pikir kedatangan Cecilia hanyalah atas dasar keinginannya sendiri dan menghancurkan apa yang ia suka, namun mengapa ia mengatakan sesuatu tentang iblis?
Danny tahu rekan lamanya itu adalah dari ras setengah elf yang punya kekuatan yang luar biasa, kekuatannya itu seolah bisa digunakan untuk apapun yang dikehendaki.
Jikalau kini Cecilia datang mencarinya, maka mungkin saja ini hanyalah urusan pribadi antar mereka berdua, karena Danny sendiri yakin Cecilia tidak sepenuhnya lupa tentangnya.
Mungkin setelah sekian lama berlalu itu Cecilia tiba-tiba mengingat sesuatu tentangnya dan alih-alih kembali jadi orang yang dikenal, dia malah tetap berbeda dan tidak berpihak padanya.
Jadi Danny yakin pertemuannya setelah sekian lama ini adalah pertemuan yang tidak diinginkan, Danny punya firasat ini dari awal.
‘Ini alasan dia mencariku?’ Danny terhening, jikalau rekannya menyebutkan hal itu, yang artinya....
“Kau bekerja sama dengan mereka?” Danny mencoba untuk tetap tenang, meski ia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh rekan lamanya itu.
“....” Shea terdiam dan malah sedikit tersenyum. Entah mengapa raut wajahnya menjadi jawaban yang jelas daripada hanya sekedar perkataan saja.
‘!’ Danny akhirnya tahu motif sebenarnya dari pertemuan ini, yang tak lain tak bukan adalah hubungan sebab akibat yang ia lihat dari awal.
‘Iblis sudah mulai muncul di kota, dan Cecilia juga jadi bagian mereka.’
Danny kini tak punya alasan untuk tetap mempertahankan pendapatnya, toh lawan bicaranya sendiri yang sudah mengonfirmasi apa yang ia tanyakan tadi.
‘Ras setengah elf....’ Di sepanjang perjalanannya ini Danny tidak hanya sekdar berlatih berbagai disiplin ilmu saja, melainkan di waktu senggangnya ia juga memperdalam informasi melalui buku yang ada.
Dan di salah satu buku kuno yang dibacanya Danny tahu ras Setengah Elf adalah ras yang kuat dan tidak tunduk pada siapapun, tidak peduli akan bagaimana keadaan mereka.
Mereka tidak akan membiarkan orang atau hal lain mengatur apapun dalam jalan hidup mereka. Bahkan dikatakan mereka lebih baik mati merdeka dibanding hidup terikat.
Namun setelah tahu akan informasi soal berbagai ras yang ada di dunia ini, kenapa ada yang tidak sesuai dengan buku yang dibacanya? Apakah informasi yang ia peroleh tidak akurat?
Padahal Danny tidak asal sembarang baca buku. Buku yang dimaksud juga bukan buku yang disebarluaskan, melainkan buku yang disimpan oleh para pemegang batu permata mulia.
‘Kenapa Cecilia?’ Danny pikir karena harga diri yang begitu kuatlah maka Cecilia ada di sini dengan urusan pribadinya.
Namun ternyata tidak seperti yang ia pikirkan. Danny tidak bsia menyalahkan buku yang sudah ia baca sebelumnya, karena memamng tidak ada yang bisa mendikte kehidupan atau perilaku seseorang hanya dengan tulisan dalam buku saja.
__ADS_1
Danny tahu ras setengah elf juga punya pikiran dan kehendaknya masing-masing, dan Cecilia adalah salah satunya.
Tidak peduli soal buku yang berkata apa. Yang pasti kini Danny tahu alasan dibalik pertemuan dengan rekan lamanya ini.
“Apa itu urusanmu?” Shea tidak menjawab apa yangn ditanyakan Danny, malahan ia seolah tersinggung, nada suaranya tinggi dan alisnya menurun tajam.
SHHHH....
“A... apa?” Patricia merasakan udara di sekitarnya berubah, malam yang dingin menjadi semakin dingin seolah masuk ke dalam tubuhnya.
Perubahan suasana juga disadari oleh Danny. ‘Ia mengumpulkan kekuatan alam....’
Danny akhirnya teringat kembali akan buku yang telah ia baca dan seketika itu juga ia sadar, ternyata membaca banyak buku bermanfaat juga.
Karena masih banyak orang yang belum sadar akan pentingnya buku. Mereka lebih suka percaya apa yang mereka anggap benar.
Mempercayai apa yang dianggap benar tidak sepenuhnya salah, namun akan lebih baik lagi kalau percaya atas dasar yang kuat.
Di kasus Danny, bisa saja ia menganggap Cecilia tetap adalah temannya dan lari dari kenyataan. Pilihan seperti itu sangat berisiko dan bahkan bisa membuatnya dan temannya berada dalam bahaya.
Namun Danny memilih untuk percaya akan kenyataan bahwa temannya itu sudah berubah dan tidak ada yang bisa ia lakukan untuk mengubahnya selain dengan menghentikan apa yang akan dia lakukan.
Lebih mudah untuk percaya apa yang dianggap benar ketimbang mempertimbangkannya dari berbagai sisi, namun terkadang pilihan yang terbaik adalah yang sekaligus menyakitkan.
‘Kekuatan alam akan lebih efektif bilamana digunakan di alam terbuka.’ Danny spontan ingat akan hal ini.
Dengan mengumpulkan energi alam di tempat terbuka maka sama dengan mempunyai kekuatan alam yang tidak akan pernah habis.
Namun dengan lingkungan penuh bangunan dan sedikit pohon dan makhluk hidup yang ada maka pengumpulan kekuatan alam tidak akan efektif sebagaimana mestinya.
‘Kenapa dia tetap menggunakannya?’ Danny memerhatikan dengan seksama kini penampilan Cecilia mulai berubah.
Sorot matanya mulai berubah jadi kehijauan, tidak sampai di sana namun juga, kukunya, dan bibirnya. Penampilan yang berubah ini juga adalah tanda dari ia sedang mengumpulkan energi alam.
Penampilan yang sama persis ketika sosok yang Danny kenal hilang darinya.
“Bersiaplah Patrcia!” Danny memasang pose bertarung dan diikuti dengan Patricia juga.
SHHHHH!
Danny memfokuskan tenaganya, ia tidak mengunakan kekuatan batu permata mulia, namun murni hanya kekuatan sihirnya sendiri. Kini pengendalian sihit mlihknya sudah berkembang lebih baik.
Akan lebih mudah melakukannya jika ia menggunakan kekuatan batu permata mulia juga, namun Danny teringat akan kenyataan yang dikatakan Freiss padanya.
Patricia tidak kalah untuk mengeluarkan kekuatan sihirnya juga, inilah saatnya untuk menunjukkan tekadnya mengikuti Danny selama ini.
“Sihir Alam: Akar.” Shea memulai apa yang jadi tujuannya.
SRAK!
“!” Di saat yang cepat akar tumbuhan yang besar tiba-tiba muncul di daro bawah kaki Danny dan Patricia, membuat mereka terkejut dan haarus melompat ke atas.
‘Tidak bisa kurasakan!’ Danny sama sekali tidak merasakan datangnya serangan ke arahnya. Hal ini memang wajar karena energi alam adalah kekuatan khusus yang tidak dipelajari secara umum.
Seperti energi gelap pada iblis, kekuatan energi alam khusus pada ras elf dan juga setengah elf. Kekuatannya membaur dengan alam, menjadikannya susah terdeteksi dan diketahui.
__ADS_1
‘Kalau serangannya saja susah dirasakan, bagaimana cara mengatasinya?’ Danny berusaha berkelit di antara akar pohon yang menjeratnya ini.