Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 120: Arti Kekuatan


__ADS_3

Bagaimana ini? Pasti akan sangat menarik sekali, aku penasaran akan kekuatannya seperti apa, seperti apa rasanya bertarung dengan ksatria dari barat.


Dan aku curiga padanya karena baru pertama kali melihatnya, apakah selama ini ia tidak bersama kami di dalam ruangan sel di bangunan ini?


Hmmm, kurasa memang begitu, tapi mengapa? Mengapa pria ini harus dipisahkan dengan kami?


***


Arthur, tubuhnya begitu mulus namun tertempel kotoran di sekejur tubuhnya, ia nampak sangat gagah dengan otot yang pas namun tidak terlalu mencolok.


Sekilas memang dia seperti pemuda yang berotot biasa, namun sebenarnya siapa yang tahu dibalik penampilannya yang seperti ini?


Sepertinya kedua petarung telah siap di arena sana, akhirnya sang ketua mengangkat tangannya ke atas kemudian dengan cepat juga mengarahkannya kebawah, mirip seperti akan lomba lari, namun di kasus yang seperti ini bukan lomba lari yang dimaksud.


Dengan tanda seperti ini pertandingan secara resmi di mulai, alasan tidak memakai bel adalah karena suara bel sangat keras, bahkan bisa sampai terdengar ke sel tahanan sehingga memungkinkan petarung lain curiga karena adanya kompetisi sebelum waktunya.


Kepalan tangan Surfur yang besar sudah sangat siap untuk membereskan lawannya saat ini, ia mengambil ancang-ancang sejenak.

__ADS_1


Inilah seranganku!


Dengan cepat ia beranjak, gerakan tubuhnya tidak terlalu cepat, bahkan lantai arena sedikit bergetar karena berat tubuhnya itu, ia akan meninju Arthur tepat di wajahnya menggunakan tangan besarnya itu.


HUSSSH!


Serangan tangan kanannya yang besar itu, ber-urat dan penuh tato, raut wajahnya menunjukkan ekspresi yang haus akan pertarungan yang habis-habisan, nampaknya memang pria ini lahir untuk bertarung.


Namun anehnya Arthur sama sekali tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya, ia hanya diam- bahkan bisa dibilang tidak memperhatikan sama sekali serangan yang akan datang padanya.


Hal ini membuat Surfur semakin menggila, ia menebak-nebak apakah yang akan terjadi padanya? Mungkinkah dia akan terlempar, terjatuh ataukah hal menarik lainnya? Surfur sangat menantikan reaksi Arthur saat serangannya itu mengenainya.


Dan benar saja serangannya itu memang dengan tepat mengenai wajahnya, namun ternyata prediksi yang dibuat oleh Surfur mengenai hal menarik yang akan terjadi pada Arthur sama sekali tidak terjadi.


Arthur sama sekali tidak terjatuh seperti perkiraan awalnya apalagi sampai terlempar, Arthur hanya diam saja ....


Ya benar, Ksatria itu hanya berdiam saja, masih berdiri bahkan tubuhnya sama sekali tidak bergerak oleh karena pukulan Surfur yang terkenal kuat itu, seakan-akan Surfur telah memukul sebuah benda yang amat keras.

__ADS_1


Memang benar pukulannya amat keras, namun target yang ia pukul tidak menunjukkan reaksi apapun, ia masih berdiri dengan tatapan kosong menatap padanya, mata biru Arthur yang bersinar kini berubah menjadi biru redup seakan memang ia benar-benar orang yang berbeda.


Ekspresi kosong Arthur pun sama sekali tidak berubah, di pipi kanannya terdapat sebuah kepalan tangan yang besar yang telah meninjunya, namun itu sama sekali tidak beraksi apapun.


A-apa?!


Mengapa pukulanku tidak berpengaruh padanya?


Akhirnya setelah tertegun sejenak Surfur mulai menghujani yang Arthur masih diam saja itu dengan pukulan beruntun oleh kedua tangan besarnya itu, kekuatan pukulannya masih sama dengan pukulan awal tadi yang ia lancarkan.


Bahkan pukulan beruntun yang ia lancarkan itu menyebabkan efek angin yang berhembus lumayan kencang di sekitaran arena itu, pukulan Surfur memang nampaknya sangat kuat sampai-sampai menyebabkan efek seperti itu.


Sang ketua dalam wujud robot hitam hanya bisa terdiam sambil menyilangkan tangannya di dadanya, lagi-lagi aura mata merahnya bersinar menandakan ia sangat menanti apa yang terjadi selanjutnya antara para petarung di arenanya itu.


Hempasan angin itu berlangsung beberapa saat, tidak terhitung berapa banyak pukulan Surfur yang telah sukses mengenai Arthur, ia nampaknya sangat puas, peluh nampak bertetesan di sekujur tubuhnya yang besar itu.


Bagaimana seranganku?

__ADS_1


Mungkin saja dia sudah tidak ada di sini, hahaha-ha ...


A-apa?!


__ADS_2