Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 454: Kalau Ada Yang Sulit Kenapa Harus Yang Mudah?


__ADS_3

Dengan informasi yang telah mereka dapatkan, Jack dan Gill mempersiapkan segala sesuatunya, meminum potion dan melapisi senjatanya dengan minyak khusus, demi menghadapi musuh jenis apapun yang akan muncul nanti.


Mengingat tidak ada yang aneh dengan kehadiran iblis yang kini makin jelas, Jack dan Gill bisa berekspektasi lebih ketika mereka sudah dilapangan nanti.


Dengan begitu mereka butuh persiapan yang lebih dari biasanya, sesuatu yang mampu meningkatkan peluang mereka untuk menghadapi musuh yang akan datang, karena jika tidak, maka sesuatu yang tidak mereka pikirkan bisa saja terjadi, dan lagi bukanlah hal yang baik.


Malam pun tiba, di area lapang tanah tandus yang sepi, Jack terlihat seperti menggambar sesuatu, yang tak lain tak bukan adalah lingkaran portal sederhana dengan kapur dan kemudian berdiri..


“Kau yang bisa diandalkan kak.” Gill tahu kakaknya ini punya kekuatan sihir berpindah tempat, namun hanya pda tingkal awal yang keberhasilannya kecil.


“Serahkan padaku.” Jack tidak terdengar ragu, namun sorot matanya berkata lain, seolah bertanya-tanya apakah ia akan berhasil melakukannya atau tidak.


Tidak ada cara cepat lain lagi selain ini, Jack tahu mengundur waktu bukanlah pilihan tepat saat ini, ia merasakan seluruh tubuhnya seolah memaksanya untuk segera pergi ke Kerajaan Timur.


Dengan berbekal pengalamannya dan juga adiknya yang pernah di bawa ke penginapan ketika diselamatkan oleh Danny. Jack menggunakan dasar ini agar ia berhasil pergi ke tempat yang diinginkannya, karena sihir teleportasi bukanlah sihir tingkat kesulitan rendah, melainkan sebaliknya.


Kemungkinan besarnya bisa gagal dan tidak ada cara lain selain pergi ke daerah Kerajaan Timur dengan cara manual, yang pasti akan butuh waktu lebih lama lagi.


Cara dengan risiko besar lebih baik daripada cara yang kedua, Jack tahu dan ia mengesampingkan segala pikiran skeptisnya dan fokus pada apa yang ada di depannya.


Jack masih ingat tempat penginapan itu dan berharap ia dan adiknya bisa sampai ke sana.


Jack Dan Gill masuk ke lingkaran portal itu dan Jack segera melakukan urusannya, menutup matanya, bibirnya bergerak cepat dan apa yang dikatakannya sulit dipahami.


Dari sini siapapun bisa menilai Jack sedang mengucapkan kalimat sakti yang diperlukan agar kekuatan teleportasinya dapat berjalan sebagaimana mestinya.


“....”


Untuk beberapa saat tidak terjadi apapun, yang membuat Gill menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ia tidak mengatakan apapun meski kata-kata hampir saja keluar dari mulutnya.


Jack terdiam, ia masih menutup matanya dan fokus, namun keheningan yang tercipta tidak bisa benar-benar ia abaikan.


“Tak apa kak.” Gill akhirnya mengatakan sesuatu juga, ia muak dengan keheningan malam di sini.

__ADS_1


Berharap kakaknya tidak perlu kecewa karena gagal melakukan urusannya, toh mereka masih punya cara lain.


Jack masih terdiam, ia bukannya terbawa perasaan soal apa yang terjadi sekarang ini, hanya saja harapannya masih ada dan belum selesai sampai di sini.


Gill melihat kakaknya begitu serius bahkan setelah apa yang mereka lakukan gagal sekalipun. Ia tidak tahhu apakah ini baik atau sebaliknya.


Apa reaksi orang ketika apa yang dilakukannya gagal dan masih tetap saja berjuang? Sebagian orang mungkin akan terus mencoba terus, dan yang lainnya berhenti.


Namun di kasus sekarang, Gill tahu kekuatan teleportasi adalah teknik yang hanya satu kali saja, ketika seorang tidak bisa menggunakannya maka itu adalah kenyataan yang sesungguhnya, tidak peduli seberapa banyak mencoba.


Gill tidak heran akan hal ini, karena ia teknik ini sangat jarang digunakan dan ia tidak ingat pula kapan terakhir kali dia menggunakannya.


Kenapa di saat seperti ini, hal yang diabaikan malah justru jadi sangat penting? Jack dan Gill pada kenyataannya hanya mengandalkan transportasi biasa ketika berpergian, meskipun begitu mereka selalu punya cara untuk bisa menyelesaikan misinya secepat mungkin.


Namun tidak dengan sekarang, mengingat firasat yang dirasakan Jack spontan begitu saja maka mereka tidak punya banyak waktu untuk mempersiapkan segalanya, termasuk cara agar bisa sampai ke daerah Kerajaan Timur selain dengan cepat.


Siapa sangka kedua orang dengan keahlian tinggi dari Kerajaan Selatan ternyata bisa panik seperti ini?


Pada akhirnya tidak ada yang sempurna di dunia ini dan semua yang terlihat dengan mata tidak sepenuhnya benar, tidak ada yang pasti dan semuanya berubah begitu cepat.


Namun meski begitu Gill sama sekali tidak terganggu ataupun meninggalkan kakaknya yang masih terdiam, sebaliknya ia tetap di area gambar portal dan juga diam tak melakukan apapun.


“Hm.” Pada akhirnya, setelah beberapa saat berlalu, Jack sadar ia tidak bisa menggunakan sihir teleportasi, ia memang menguasainya, namun itu dulu, mengembalikan kemampuan yang telah ditinggalkan tidak semudah membalikkan telapak tangan.


“Pemberhentian selanjutnya... Kerajaan Timur?” Gill menggertakkan kedua tangannya, ia kini tidak sabar untuk masuk ke bagian aksi yang menegangkan.


Tidak peduli dengan cara yang digunakan, mau cepat atau lambat, itu tidaklah penting bagi manusia agak hitam dengan pedang besar ini, Gill, adalah seorang yang menyukai aksi lebih dari apapun dalam hidupnya sendiri.


Jack dan Gill akhirnya perlahan berjalan meninggalkan gambar sihir portal itu, karena untuk apa lagi mereka tetap diam di sana?


Tap.


“!”

__ADS_1


Sring!


“Apa yang?!” Jack terkejut, begitu pula Gill, bagaimana tidak? Tiba-tiba hal aneh terjadi di tempat mereka sedang berdiri.


Kemunculan cahaya biru dari lingkaran portal yang ada di bawah kaki mereka, itulah yang terjadi sekarang ini.


‘Kenapa bisa begini?’ Jack tidak begitu mengerti, padahal ia sudah mencoba beberapa kali namun hasilnya nihil, dan sekarang mengapa tepat setelah ia dan adiknya hendak meninggalkan portal ini, sesuatu tiba-tiba terjadi?


Jack baru pertama kali melihat yang seperti ini, bagaimana mungkin kekuatan teleportasi bisa bereaksi seperti ini?


Memang hanya sedikit yang ia tahu, namun setidaknya Jack juga tahu garis besar bagaimana kekuatan teleportasi bekerja.


Dan kini lingkaran portal di bawah kaki mereka malah makin terang dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda akan hilang.


Sementara tangan Gill sudah meraih pedang yang berada di punggungnya, demi bersiap menghadapi situasi yang berubah drastis ini.


DRRRTTTT....


Tidak hanya cahaya biru terang yang keluar dari lingkaran portal itu, namun juga getaran yang cukup membuat tubuh bergoyang dan tidak stabil.


Kejadian macam apa ini? Tidak ada yang tahu pasti, dan Jack tidak melihat ini sebagai hal yang patut dibanggakan.


‘Gawat.’ Jack berkomentar dalam hatinya, ia merasakan portal buatannya itu makin tidak stabil dan juga mengkhawatirkan. Dengan kekuatan seperti ini teknik itu bukannya jadi berguna, malahan sebaliknya.


Sihir teleportasi yang tidak sempurna hanya akan membuat siapapun di dalamnya akan berpindah ke tempat, hanya saja tidak pada lokasi yang dikehendaki dan itu adalah sisi berbahaya dari teknik ini.


Siapa yang ingin pergi ke tempat acak yang di mana apapun bisa terjadi? Tentunya tidak ada kata lain yang lebih bisa menjabarkan selain ‘bahaya’.


‘Aku tidak memikirkannya!’ Dan itulah fakta yang terjadi, Jack terlalu fokus pada tujuannya dan lupa akan konsekuensinya, yang kini sedang terjadi.


“Gill! Lari” Jack berlari cepat, adiknya mengikutinya dengan cekatan.


SYUT!

__ADS_1


Namun cahaya biru itu menelan mereka berdua hingga tidak bersisa lagi....


__ADS_2