
Patricia menyangka Tuan Brock akan menentang tindakan yang ia lakukan itu, pasalnya adalah risiko yang ternyata besar juga bilamana ingin melakukan pemulihan dengan memakai kemampuan penyembuh Patricia itu.
"Aku yakin juga dengan apa yang Tuan Brock yakini, bilamana memang Tuan Vincent mampu untuk melalui semua hal ini."
Danny melihat Vincent yang masih berada di pangkuan temannya itu, sedikit membuka matanya dan di sana ia bisa melihat tatapan memang seperti kekosongan yang ada terlihat dari raut mata Vincent itu.
Dan Danny pula tidak tahu proses ini akan berjalan berapa lama, namun saat ini lama atau tidaknya sama sekali bukanlah hal yang diutamakan, melainkan keselamatan sang pria berambut sebahu ini.
"Sejujurnya ini adalah hal berat untuk dilakukan ...." Patricia sepertinya ingin membicarakan sesuatu.
"Hal berat?" Tentu pula Danny jadi ingin mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud oleh Patricia saat ini.
"Aku memang sudah berhasil menyembuhkan sejumlah orang dengan luka kecil dan ringan, luka luar ataupun dalam ...."
Karena Patricia menyangkut soal luka, maka Danny agaknya penasaran juga luka macam apa yang saat ini dialami oleh Vincent.
"Tuan Vincent mengalami luka bagian dalam yang cukup parah ... memang serangan yang menyebabkan lukanya saat ini hanya meninggalkan sedikit bekas yang terlihat yang jika dilihat dari luar bukan hal yang terlalu mencolok, tapi seperti yang telah kukatakan tadi, luka dalamnya yang tidak terlihat itulah yang menyebabkannya menjadi seperti ini." Patricia bisa tahu karena kemampuan yang dikeluarkannya itu, ia bisa tahu secara langsung (terhubung karena proses menyembuhkan luka dalamnya) dengan Tuan Vincent secara langsung.
Patricia bisa merasa saat ini kekuatannya memang sudah mulai berjalan dengan baik, hanya saja prosesnya memang memakan waktu yang tidak sebentar; ia bisa memonitor atau mengawasi secara langsung ketika ada seseorang yang memakai kemampuannya itu.
"Luka dalam yang terjadi pada Tuan Vincent adalah ia mengalami kerusakan yang cukup banyak pada bagian kepalanya, dan hal ini ber-efek pada penurunan fungsi tubuhnya yang terjadi saat ini," jelas Patricia.
"Luka pada kepala?" Danny tahu jika memang kepala adalah anggota tubuh yang penting yang harus dilindungi dan bilamana terluka atau mengalami kerusakan, maka sudah pasti akan mempengaruhi yang kondisi bagian tubuh yang lain juga.
"Ya, luka yang ada pada kepalanya itu membuat otaknya terganggu dan hampir berhenti bekerja dan di saat yang sama organ tubuhnya yang lain berusaha untuk tetap berfungsi walau tidak ada perintah dari otaknya."
Danny baru mengetahui tentang hal ini, ia memang tidak begitu mengerti tentang organ tubuh atau tubuh bagian dalam secara rinci.
__ADS_1
"Jadi saat ini kau berusaha untuk memperbaiki bagian kepalanya dahulu?"
"Kau benar Danny, dan memang hal itulah yang paling membutuhkan waktu yang tidak bisa ditentukan; aku bisa saja langsung memperbaiki kerusakan organ selain otak lebih dahulu, namun risikonya lebih besar karena organ yang lain sebenarnya membutuhkan perintah dari otak untuk melakukan berbagai hal, jika tetap dilakukan organ dalam tubuhnya bisa gagal fungsi karena kita memaksanya untuk bekerja sesuai kehendak kita."
Mendengar penjelasan Patricia yang rumit itu, membuat Danny juga tidak begitu mengerti mendengarnya; jika menyangkut keahliannya Patricia memang pandai untuk menjelaskan hal semacam ini.
"Singkatnya, kita harus mengembalikan kesadaran Tuan Vincent dahulu dengan 'mengembalikan' kondisi otak Tuan Vincent yang kurang baik itu agar ia bisa sadar dan kemudian kita bisa lanjut pada proses berikutnya."
"Proses berikutnya?" Danny semakin penasaran juga akan proses apa yang harus dilakukan setelah hal ini.
"Dengan mengembalikan kesadaran Tuan Vincent, maka dengan itu kemampuan penyembuhku akan bisa memperbaiki seluruh organ tubuhnya dari badan hingga kakinya."
"Memperbaiki dengan cara 'membalikkan' kondisi keadaan organ dalam tubuhnya, itu sama dengan mengembalikkan kondisi awalnya bukan? Lalu apa perbedaannya dengan 'memperbaiki' secara umumnya?" Danny berusaha untuk mengerti bahasa yang digunakan Patricia saat ini.
"Seperti yang telah kukatakan tadi, jika luka ringan sampai sedang aku bisa 'memperbaiki' yaitu meregenerasi dan memulihkan secara umum tanpa risiko, tapi jika kondisinya sudah berat maka aku tidak mampu melakukan itu, yang bisa kulakukan 'membalikkan' kondisi organ tubuh yang rusak ke awal sebelum rusak tadi; ini seperti membalikkan waktu di mana organ yang rusak akan berangsur-angsur kembali 'mundur' menuju kondisi awal sebelum ia menerima luka saat ini, dan risikonya adalah korban akan mengalami rasa sakit yang sama ketika ia pertama kali merasakan sakit yang menyebabkan luka beratnya saat ini."
Patricia bilang bahwa ia mampu 'membalikkan' artinya ia tidak memulihkan atau menyembuhkannya, melainkan memundurkan kondisi organ yang rusak menjadi sebelum rusak; singkatnya ini berisiko!
"Ah! Ini terlalu membingungkan! Vincent kau pasti bisa!" Pemikiran Danny tidak sampai untuk memikirkan hal serumit ini, ia akhirnya memutuskan untuk berhenti memikirkannya.
"Ah! Vincent!" Brock menyadari sesuatu, ia melihat Vincent menggerakan bola matanya, dan kini kesadarannya mulai bisa terlihat dengan jelas.
"Vincent!" Danny juga antusias ketika tahu Vincent sudah mulai bisa mendapatkan kesadarannya kembali.
Vincent yang tadinya hanya melihat secara tidak jelas dan telinganya berdengung, kini penglihatannya mulai membaik dan menajam seperti sedia kala, pendengarannya pun mengalami hal yang sama, berangsur-angsur dengungannya menghilang dan ia kini mulai mendengar orang berteriak padanya.
Vincent mulai bisa menatap orang dan mendengar dengan jelas saat ini, tak lama kemudian ia mencoba untuk membuka berbicara, namun ia tidak mampu untuk berbicara.
__ADS_1
"Vi- Vincent sudah sadar! Ia seperti ingin mengatakan sesuatu pada kita!" Brock mulai gembira ketika mengetahui hal ini.
Meskipun mulutnya bergerak, namun suara sama sekali tidak keluar darinya, Vincent sudah mencoba untuk menggerakan mulutnya agar ia bisa bersuara, namun yang terjadi adalah gerakan mulutnya yang terbatas dan keheningan tetap ada padanya.
"A-apa ini? Mengapa dia tidak bisa berbicara?" Brock heran mengapa Vincent yang terlihat sudah sadar itu tidak bisa berbicara.
Patricia masih berada di dalam keseriusannya saat ini, aura hijau yang ada pada Vincent tidak lagi menyala pudar melainkan kini berkedip-kedip, dan Danny serta Brock tidak tahu apa maksudnya.
"Sudah saatnya kita menuju proses terakhir." Patricia begitu serius, kini ia tahu kondisi kesadaran Tuan Vincent sudah kembali seperti semula, namun organ tubuh bagian dalamnya masih berada di efek pemyembuhannya yang semu, dalam artian Patricia berusaha sekuat tenaga tidak membuat Tuan Vincent terkejut dengan apa yang ia rasakan selanjutnya.
Patricia mulai menghilangkan perlindungan organ bagian dalam Tuan Vincent itu; ini berarti Tuan Vincent akan segera mengalami rasa sakit yang sama ketika ia mengalami kejadian awal penyebab dia menjadi seperti ini.
Aku sudah berusaha sekuat tenaga agar tidak mengejutkannya dengan rasa sakit yang bertubi ini, dan ini adalah batasanku; kini kemampuanku ini akan menujukkan sisinya yang sebenarnya.
"Proses selanjutnya?" Brock merasa ada yang janggal dengan apa yang disampaikan gadis bernama Patricia itu.
"A-apa maksudmu?!" Brock membutuhkan penjelasan akan mengapa Vincent tidak bisa bicara dan hanya melihatnya saja.
"Tolong tenang Tuan Brock, kini kita akan segera melihat seberapa baik Tuan Vincent menangani rasa sakit yang akan segera dirasakannya"
"Pa- Patricia?! Ini?!" Danny melihat Vincent yang saat ini tiba-tiba mengeluarkan ekspresi kesakitan yang luar biasa; itu terlihat ia tersiksa namun tidak bisa bersuara dan tidak bisa bergerak sedikitpun, hanya mimik mukanya yang menujukkan bahwa ia memang sedang kesakitan saat ini.
"Vi- Vincent!" Brock tahu ia sudah mempercayai Vincent soal menangani rasa sakit itu, namun setelah melihat langsung bagaimana ekspresi temannya itu, entah mengapa ia tidak bisa berlama-lama melihatnya seperti tersiksa namun tidak bisa melakukan apapun, bahkan berteriak sekalipun.
"Aku sedang menjalankan proses selanjutnya dari kemampuan penyembuh ini, organ dalam Tuan Vincent sedang 'membalikkan' kondisinya sendiri, maka dari itu ia merasa sangat kesakitan saat ini."
"Be-berapa lama ini berlangsung?! Masa kita harus tetap menunggu dan melihatnya kesakitan seperti ini?!" Brock ternyata tidak benar-benar kuat untuk melihat temannya tersiksa dalam keheningan itu; ia merasa tersayat-sayat ketika melihat ekspresi Vincent yang tidak biasa karena begitu luar biasanya rasa sakit yang dideritanya itu.
__ADS_1
"Sebentar lagi ini akan segera berakhir, kita saat ini hanya bisa percaya pada kemampuan Tuan Vincent untuknya agar bisa terus bertahan mengalami rasa sakit yang sedang ia rasakan ini."