
"Jadi ... mengapa ada banyak orang di sini?" Tiba-tiba terdengar suara perempuan dewasa yang bersuarakan nada tidak suka akan apa yang dilihatnya ini.
"Hah?!" Segera setelah kilauan cahaya itu meredup, Danny melihat seorang perempuan dewasa memakain gaun berwarna ungu panjang, turun dari atas dari gelombang yang muncul tadi, dan kini ada di hadapan mereka.
"Si- siapa?" Danny memerhatikan dengan seksama perempuan dewasa bergaun ungu itu, wajahnya seperti seorang perempuan muda dengan alis mata berwarna ungu dan bibirnya pun berwarna sama, aura sihirnya benar-benar kuat.
"Apakah anda musuh?!" Danny bersiaga dan teman-temannya pun berlaku hal yang sama, setelah mereka melihat seorang asing di tempat yang asing, kecurigaan mereka tentunya naik ke tingkat yang tertinggi.
"Huhihihi, lucu sekali anak muda ...." Perempuan itu malah sedikit menutupi mulutnya karena ia merasa terhibur.
Danny malah menjadi semakin waspada, ia kemudian mengeluarkan ke-tiga kekuatan batu permata mulia yang dipunyainya sekaligus, kekuatan fisik, daya tahan dan kecepatan.
Tubuh Danny mengeluarkan aura berwarna kombinasi merah, coklat, dan kuning serta hempasan angin yang kuat muncul dari sekitaran tubuhnya.
Melihat keseriusan anak muda ini, perempuan dewasa ini pun akhirnya angkat bicara. "Boleh juga pengendalianmu anak muda, kekuatan batu permata mulia menuruti kehendakmu, hari ini sungguh terjadi juga."
Danny menyadari ada sesuatu yang aneh, mengapa perempuan dewasa itu tahu ia sedang menggunakan kekuatan ini? Bukankah jika ia musuh tentunya tidak akan tahu mengenai hal ini?
Danny melihat ekspresi perempuan itu menunjukkan ketertarikan padanya, meskipun dia tahu kekuatan apa yang ada padanya, melihat gerak geriknya membuat Danny memang tidak bisa melonggarkan kewaspadaannya.
"Jika saja kau datang sendiri, maka aku ingin tahu seberapa layak dirimu menggunakan kekuatan ini, namun setelah melihat kau datang bersama dengan orang lain, aura yang kau pancarkan dari ke-tiga batu permata mulia sudah cukup untuk membuatku percaya ...." Perempuan dewasa itu berjalan pelan-pelan mengarah pada Danny dan teman-temannya.
"Da- Danny mengapa ibu misterius ini tahu tentang batu ajaib yang kamu punya itu?" Patricia jadinya panik, ia tidak tahu apakah perempuan bergaya serba keunguan itu musuh atau bukan, pasalnya aura sihirnya sungguhlah membuat semua yang didekatnya menjadi ingin berjaga-jaga.
"Benar, aku tidak tahu siapa sebenarnya ibu ini, apa tujuannya dan apa hubungannya dengan tempat ini." Danny berusaha untuk tetap waspada, ia tidak bisa terus-terusan mengeluarkan kekuatan batu permata mulia yang hebat, atau jika ia terus menggunakannya maka aura yang dipancarkannya akan semakin menguat dan membuat tempat ini bergetar dan bahkan tanah yang ada dibawah mereka amblas dan apa yang menunggu mereka di bawah bukanlah hal yang bagus.
"Hihi ...." Perempuan itu kemudian mengangkat tangannya dan menjentikkan jarinya.
Snap ....
Huussshhh!!!
"Apa yang—" Kini Danny dan teman-temannya malah sedang berada di sebuah tempat baru, tepat setelah perempuan bergaun ungu itu menjentikkan jarinya.
Tempat di mana di bawah mereka adalah es yang licin, dan hamparan es tebal ada di sekitaran area ini, jauh di sekiraran mereka ada gunung es yang besar, salju yang hebat dan dingin menerpa mereka sekarang ini.
"Kenapa bisa begini?!" Vincent lagi-lagi menjadi panik, ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, keanehan demi keanehan terjadi, sudah tadi mereka berada di tempat di mana tanah dan api berwarna biru di bawah mereka kini, malahan mereka di tempat di mana cuacanya sangat dingin ekstrim.
__ADS_1
"Belum juga menyadarinya anak muda?" Perempuan bergaun ungu, serba ungu itu sedikit tersenyum, ia sepertinya tengah bermain-main dengan sekumpulan anak muda ini.
Danny mencoba untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi, ia sendiri tahu ini adalah ulah dari perempuan dewasa bergaun ungu ini, kekuatan sihirnya sungguh luar biasa bahkan sampai-sampai bisa memanipulasi tempat, seolah-olah mereka berpindah tetapi kenyataannya tempat ini hanyalah terbuat dari energi sihir belaka.
Energi sihir ....
Danny mengambil waktu sejenak untuk memahami kejadian apa saja yang akhirnya membawanya dan teman-temannya sampai ke tempat ini.
Aku dan teman-teman tiba-tiba terjatuh melalui lubang beraura ungu, yang aku tahu pasti itu adalah lubang sihir ....
Beberapa waktu setelah terjatuh, perempuan bergaun ungu itu muncul, dan menyebutkan sesuatu tentang batu permata mulia yang tidak mungkin diketahui oleh orang lain yang tidka berurusan dengan kekuatan ini.
Kekuatan sihirnya sungguh besar sampai-sampai auranya meluap dengan hebat, begitu menjentikkan jarinya ia dapat dengan mudah mengganti tempat dengan kekuatan sihirnya.
Dengan kata lain, semua ini karena kekuatan sihirnya, bahkan sejak awal sejak aku dan teman-temanku terjatuh itu sudah pasti karena kekuatan sihir perempuan ini, ia yang mengetahui mengenai kekuatan batu permata mulia dan juga memiliki energi sihir yang luar biasa adalah ....
"A- anda pemegang batu permata mulia ... sihir?" Danny sedikit sudah berkata di cuaca yang sangat dingin seperti ini, bahkan setelah dirinya masih menggunakan kekuatan batu permata mulia daya tahan, itu karena cuaca dingin dan keseluruhan area ini bukanlah tempat biasa melainkan mengandung energi sihir yang amat kuat.
"Nah akhirnya sadar juga."
Snap.
Kini mereka ada di sebuah tanah rerumputan yang luas di mana mirip sekali dengan daerah tempat mereka tinggal, di Hello.
Sebuah tempat di mana, rumput lapang yang indah, gunung-gunung yang terlihat jauh di seberang tempat ini, sungai yang mengalir dengan segar, semua ini mirip dengan tempat di dunia nyata.
Jika dijabarkan lebih jelas lagi maka keberadaan mereka sekarang kini lebih masuk akal karena tidak ada lagi pemandangan seperti api yang begitu panas atau es yang begitu dingin.
Danny sempat mengira bahwa ia dan teman-temannya sudah kembali ke dunia nyata, namun ia masih merasakan kekuatan sihir yang tersebar dari tempat ini, dan pada saat bersamaan pula Danny meragukan perkiraannya itu.
Namun tempat ini layaknya padang rumput hijau luas, dengan udara yang segar, semuanya ini terasa begitu nyata terlepas dari kekuatan sihir yang masih ada di tempat ini.
"Jadi ... anda adalah pemegang batu permata mulia sihir?" Danny mengajukan kembali pertanyaan yang sama, mengingat Danny baru pertama kali melihatnya maka ia saat ini butuh mengenal ibu pemegang batu permata mulia itu.
"Hm? Anak mudah kau tidak perlu bertanya dua kali, aku adalah pemegang batu permata mulia sihir." Perempuan dewasa, atau bisa juga di sebut seorang ibu muda itu sedikit tersenyum sambil mengacungkan jari manis tangannya, di sana ada cincin berwarna ungu yang bersinar indah.
Danny menyangka bahwa cincin yang ada pada ibu itulah yang merupakan batu permata mulia yang dimaksud, ketika ditunjukkannya kekuatan sihirnya begitu melimpah dan hebat.
__ADS_1
"I- ibu ini pemegang batu?!" Vincent menunjuk pada ibu muda itu dengan tidak percaya, bagaimana tidak ia sendiri sedang melihat ibu muda yang berparas cantik dengan kedua mata lentik berwarna keunguan dan bibir tipis berwarna ungu pula.
"Apakah aku mengejutkan kalian? Aku pikir kau harus segera menguasai kekuatan batu ini anak muda, atau jika tidak maka hal buruk akan terjadi lebih cepat daripada dugaan kalian."
Danny akhirnya mengenalkan dirinya dan juga teman-temannya pada ibu muda itu, dan kemudian reaksi ibu muda itu lebih baik dibanding sebelumnya, kini pancaran matanya tidak lagi terasa seperti sedang meremehkan, namun menjadi ramah.
"Aku adalah Freiss, pemegang batu permata mulia sihir, selebihnya kau tahu bukan?"
Pemegang batu permata mulia sihir, bernama Freiss dia adalah seorang perempuan demi human, yang baru kali ini Danny lihat, sebelumnya ia mengira para pemegang batu permata mulia ini adalah bapak-bapak lanjut usia, namun melihat sekarang pemegangnya adalah ibu muda berparas cantik maka agaknya ia merasa harus beradaptasi kembali, dan mungkin saja baru kali ini Danny merasa begitu tidak sabar dan sangat bersemangat karena bisa berlatih dengannya.
Untuk umurnya pun Danny hanya bisa menebak-nebak, ia rasa ras demi human pemegang batu permata mulia ini memang seharusnya berumur ribuan tahun, lalu sekarang ia melihat ibu muda dengan usia seperti itu? Agaknya tidak masuk akal, namun Danny tidak mau menanyakan umur pada Ibu Freiss, pasalnya ia sepertinya demi human yang tidak mau membicarakan umur lebih lanjut.
"Ah aku mengerti, Danny kau ini sedang dalam perjalanan berbahaya apakah risiko itu sebanding dengan nyawa teman-temanmu itu?" Ibu muda itu tahu akan perjalanan Danny yang terlalu berbahaya, dan menurutnya membawa orang lain dalam perjalanan berbahaya ini adalah hal yang tidak terlalu bagus.
Danny tidak heran mendengar peringatan seperti ini, lagipula ia pernah berpikir hal yang sama dari dulu, maka dari itu inilah saatnya ia mengeluarkan jurus bicara yang meyakinkankan agar Freiss menjadi sedikit percaya dengannya.
Namun begitu Danny hendak menjelaskan, teman-temannya mulai dari Patricia, Brock bahkan Vincent menjabarkan alasannya masing-masing dalam mengikut Danny, dan masing-masing alasan itu dapat ditarik satu kesimpulan yang utuh: bahwa mereka mengikutnya dengan sukarela dan tidak ada paksaan sedikitpun.
"Oh? Aku tidak tahu ternyata ada manusia yang memberikan harga rendah untuk hidupnya sendiri ... hihi ...." Meskipun Freiss mempunyai paras yang cantik namun perkataan pedasnya itu membuat Danny sedikit emosi.
Memang Danny tidak punya pembelaan yang baik karenanmemang begitulah kenyataannya, perjalanan ini berrbahaya bahkan sangat berbahaya, tidak ada siapapun yang bisa tahu akan apa yang terjadi di hari esok.
"Anda bisa berbicara sesuka hati anda Nona Freiss, namun itu tidak akan melonggarkan tekad mereka." Danny membalas sindiran sang pemegang batu permata mulia sihir dengan penuh percaya diri.
"Hehe ...." Vincent sangat setuju dengan apa yang dikatakan Danny, ia menggaruk-garuk hidungnya sendiri dan memainkan rambut panjangnya berharap pesona lelakinya lebih kuat dibanding sebelumnya.
"Benar!" Patricia pun menjadi semangat karena perkataan Danny tadi, rasa percaya diri yang diberikannya menular dengan cepat dan ia merasa bisa menghadapi apapun.
Brock hanya terdiam, namun senyuman pria besar kekar itu tidak dapat diabaikan, ia api semangat miliknya juga ikut terbakar dan membuat rasa percaya dirinya meningkat drastis.
Freiss melihat kesungguhan dari pengikut seorang pemegang batu permata mulia, memang benar kata Danny bahwa orang-orang yang mengikutinya memiliki kesungguhan hati yang kuat, nampak jelas dan bahkan bisa dirasakan olehnya.
"Hmph ...." Freiss sedikit tersenyum, ia memang yang melihat kenyataan yang sebenarnya merasa masih kurang yakin, namun setelah melihat sekelompok orang ini menyatakan kesatuan dan kesungguhannya, maka agaknya ia harus merencanakan hal yang baru.
"Brock, Vincent, Patricia kalian hanyalah manusia biasa, namun setelah melihat tekad kalian, tidak mungkin aku mengabaikan kalian bukan?" Freiss sedikit tersenyum, sikapnya yang anggun itu menyihir setiap pria yang melihatnya, aura yang dipancarkannya benar-benar kuat, membuat setiap orang menjadi tertarik padanya.
"Apakah ini berarti?" Danny mulai memikirkan hal yang mungkin saja bisa terjadi, apakah mungkin saja bisa terjadi?
__ADS_1
"Hmph, sebelum kau memintanya Danny, aku sudah tahu permintaanmu ... khi khi ...." Freiss lagi-lagi menatap Danny dengan tajam dan penuh kemisteriusan, namun itu tidak menghalangi pesona wanita yang dimilikinya.
"Bersiaplah kalian berempat, karena kalian akan menerima sesuatu yang belum pernah kalian pikirkan ...." Freiss langsung menuju pada inti tentang mengapa ia bertemu dengan orang-orang ini, mulanya ia hanya akan melatih seorang yang akan mewarisi kekuatan batu permata mulia sihir, namun karena situasi tidak seperti dugannya, kini ia mempunyai pekerjaan ekstra untuk melatih teman-teman dari pewaris batu permata mulia.