Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 297: Urusan Yang Belum Selesai


__ADS_3

Danny yang mendengar keputusan mantap dari Brock ini masih belum menyangka akan apa yang telah dikatakan pria besar itu, namun Danny yakin pasti ada sesuatu yang menyebabkan Brock bisa memutuskan sebaik ini dibanding sebelumnya.


"Hmph, jadi kau tidak akan lari Brock? Sepertinya aku harus lebih menghargaimu karena kau lebih besar dari kami." Vincent merapikan rambut agak panjangnya itu dan bergaya, ia merasa bergaya adalah hal yang membuatnya terlihat keren saat ini.


"Dan aku sama sekali tidak tahu apa yang kau maksud Vincent."


"Tapi aku sendiri tidak mengangka keputusanmu akan sama denganku Brock."


Vincent sendiri memang tidak begitu yakin temannya yang selalu logis dan serius itu akan mengikuti perjalanan Danny saat ini; dan memang dalam lubuk hatinya ia menyimpan perasaan tidak mau berpisah dengan pria besar itu juga, dalam artian dia sudah menjadi sahabat yang lebih dekat dibanding siapapun juga dengannya sampai saat ini.


"Sepertinya aku harus mengawasimu agar tidak bertingkah konyol Vincent." Brock memasang ekpresi seakan ia sudah dapat tugas yang berat dan menyusahkan.


"Apa?! Kau pikir aku konyol?! Apa kau sudah lupa akan tekad dan keseriusanku sebelumnya?!"


"Oh ya, terserah kau Vincent."


Danny senang ketika mendengar jawaban Brock yang jujur itu, ia memang merasa bahwa jika hanya Vincent yang ikut dengannya, ia akan merasa ada yang kurang tapi Brock dan Vincent sudah memutuskan hal yang sama, yaitu mengikutinya dalam perjalanan ini.


"Aku senang kalian bergabung bersama kami Brock, Vincent, kuharap kita berempat akan bisa mengatasi apapun di depan kita dengan bersama-sama." Danny tersenyum, ia memang merasa senang karena tidak perlu berpisah dengan kedua temannya itu.


"Aku akan melakukan apa yang kubisa demi membantumu Danny." Brock mengobarkan semangatnya, ia mengepalkan tangan keras dan kekarnya itu pada pemuda itu.


"A-aku bisa melihat semangatmu Brock haha"


"Sebelum itu kurasa kita harus pergi ke tempat yang menjual pakaian Danny." Vincent mengusulkan hal itu.

__ADS_1


"Eh? Kenapa?"


"Kau lebih cocok memakai pakaian Danny, dengan memakai pakaian bagus kurasa kharisma-mu bisa bertambah dengan pesat." Vincent melihat Danny yang tidak berbaju dan hanya memakai celana pendek saja; ia merasa jika terus-terusan melihat pria bertelanjang dada rasanya tidak begitu nyaman.


"Eh? K-kau benar Vincent, sepertinya karena terlalu lama telanjang dada-hachi!"


"Hm, sepertinya memang benar kita harus mendapatkan pakaian untukmu Danny." Vincent yakin dengan apa yang diusulkannya adalah hal yang benar, karena memang Danny membutuhkan sesuatu untuk menutupi langsung badannya itu.


"Sedikit dingin, tapi tak apa ... kita akan mulai berjalan untuk keluar dari area hutan ini, bisa saja kita singgah di desa ataupun kota yang berada di area selatan ini." Danny memang setuju ia butuh pakaian untuk menutupi badannya itu, dengan mempunyai kemampuan akan panas dan dingin bukan berarti ia dapat terus-terusan santai di kondisi seperti ini.


Lagipula kemampuan Danny memang masih belum begitu stabil pasca dirinya itu bangun secara tidak bisa dijelaskan, dan Danny mulai bisa tahu jelas bahwa ia punya kemampuan yang sungguh aneh: bangkit dari kematian.


"Tunggu Danny, kau sudah tahu kita akan pergi ke mana?" tanya Vincent, ia masih belum mengetahui daerah mana yang akan mereka tuju saat ini.


"Sayangnya aku tidak bisa begitu jelas mengetahui lokasi tepatnya, namun aku punya gambaran lokasi di mana kita harus pergi ke sana, hanya saja kita harus keluar dahulu dari area hutan ini." Petunjuk satu-satunya Danny yang dimilikinya adalah fakta bahwa dia mampu merasakan lokasi mana yang harus ia tuju; indra sebagai pemilik batu pertama mulia miliknya mulai tajam, pantas saja dari awal ia menemukan pemilik sebelumnya dari batu permata mulia secara tidak sengaja, namun setelah ini ia sudah bisa mengetahui siapa yang sebenarnya ia cari dan membedakan apakah ia pemilik batu permata mulia atau hanyalah orang biasa.


Vincent akhirnya mulai berjalan, dalam keyakinan ia sudah bisa percaya diri dengan baik dan berhenti bertindak konyol, namun ketika ia berusaha untuk tidak berbuat aneh rasanya itu lebih aneh.


Ia mencegah dirinya agar tidak berbuat aneh yang memang tidak aneh menurutnya, namun sebenarnya dipandang aneh menurut orang lain dan melakukan ini sepertinya akan membuatnya jadi orang yang berbeda.


"Huh, ini akan menyenangkan!" Pada akhirnya Vincent malah semakin gugup dan tidak bisa terus-terusan bersikap seolah-olah ia bisa menangangani apapun.


"Hei Vincent! Mau kemana kau? Kau berjalan ke arah yang salah! Kita tidak akan menyusuri sepanjang alur sungai ini! Kita melewatinya!" Terdengar Brock memanggilnya, Vincent menoleh dan melihat Brock sedang berjalan menyeberangi sungai kecil itu dengan Danny yang memimpin, Patricia, dan Brock sendiri yang berada di urutan terbelakang.


"Sepertinya aku harus tetap menjadi diri sendiri saja." Vincent menghilangkan pikiran tentang menjadi keren ataupun berusaha untuk mengubah pikirannya seolah-olah ia harus menjadi orang lain.

__ADS_1


Vincent akhirnya tahu menjadi diri sendiri adalah pilihan paling memungkinkan bagi dirinya, pada akhirnya tadi ketika ia bersikap sok-sok an ia jadi kehilangan fokus dan kurang memperhatikan sekitarnya.


"Aku akan menjadi versi terbaik dari diriku sendiri." Vincent bertekad ia tidak mau berubah menjadi orang lain, meskipun ia tahu sikapnya itu mungkin saja masih bisa menyebalkan bagi orang lain.


"Tunggu aku!" Vincent segera berlari menyusul Brock, Patricia, dan Danny yang sudah menyeberangi sungai itu dan hendak menyusuri area hutan itu sampai mereka berempat keluar dari area itu.


Danny saat ini memiliki semangat yang tinggi, optimistisme berkobar di dalam dirinya, karena ia tahu ia tidak sendiri, ada Patricia, Brock dan Vincent yang akan menemaninya menghadapi misi yang tidak terbayangkan ini.


***Sementara itu di waktu yang sama, di tempat bekas bangunan penjara milik organisasi Dark Shadow***


Situasi nampak hening di sekitaran keadaan bangunan itu, sebuah bangunan yang terbagi menjadi beberapa area, yang merupakan tempat di mana orang diculik dan dipaksa untuk memulai kehidupan baru di sini.


Sebuah tempat yang tersembunyi dan tidak diketahui oleh siapapun bahkan oleh kerajaan sekalipun, tempat ini adalah tempat yang sempurna untuk menjalankan apa yang tidak ingin diketahui oleh orang lain.


Dark Shadow, begitulah sebutannya- sekelompok orang berwujud bayangan hitam dan bisa berubah layaknya orang yang berkostum robot hitam, mereka berjumlah lima orang dengan penampilan yang sama, kecuali pemimpinnya yang memiliki warna mata yang berbeda dibanding keempat orang lainnya.


Identitas mereka berlima belum terungkap, namun Arthur berhasil memojokkan satu dari mereka berempat yang kebetulan itu adalah pemimpinnya sendiri; Arthur mengetahui fakta bilamana sekelompok makhluk hitam yang menamai diri sebagai Dark Shadow adalah manusia dan lebih jauh lagi, ia tahu dibalik kekuatan hitam pekatnya itu ada tanda seorang wanita ketika Arthur berusaha mengungkap siapa sebenarnya makhluk hitam itu.


Dan pada akhirnya kelompok Dark Shadow itu akhirnya memutuskan untuk melarikan diri karena sudah tidak mampu lagi melawan kekuatan Arthur yang begitu luar biasa.


Dark Shadow, sebuah kelompok misterius dengan tujuan tersembunyi yang hanya diketahui oleh lima orang anggotanya itu sudah meninggalkan tempat ini secara total dan pada saat ini tidak diketahui di mana keberadaan mereka.


Memang seharusnya saat ini sudah tidak ada hal apapun yang terjadi saat ini, tempat ini tetap akan menjadi tempat yang tidak diketahui orang banyak, dan menyimpan pertanyaan besar akan siapapun yang menemukannya suatu saat nanti.


Di sekitaran area luar bangunan penjara itu tiba-tiba muncul sebuah lingkaran sihir berwarna biru dan tidak lama kemudian ada seseorang yang muncul dari sana, tentulah sihir yang digunakan orang itu adalah sihir teleportasi.

__ADS_1


Perlahan ia beranjak keluar dari lingkaran sihir kecil itu, terlihat seorang pria berambut pirang dengan pakaian serba berwarna kekuningan dan berkilau seperti emas.


__ADS_2