Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 483: Coba Saja!


__ADS_3

BUM!


SSHHHHH!


Sementara itu di dunia buatan terjadi sebuah ledakan besar, membuat debu pasir terbang kemana-mana dan terlihat cahaya merah dan kuning bergerak cepat seperti kilat.


Kedua cahaya itu bertubrukan, menimbulkan hempasan angin yang hebat, dan terus saja begitu terulang-ulang.


Domer tidak berusaha untuk melepaskan diri dari dunia buatan lawannya itu, melainkan ia menggempur Danny dengan kecepatan dan kekuatan yang luar biasa.


BUM!


Pertarungan tangan kosong yang benar-benar hebat, yang di mana tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Yang memang sudah jelas akan seperti itu.


Domer dengan aura kekuatan merah yang membara terlihat begitu lihai dan tenang menghadapi Danny yang seriusnya sampai ke ubun-ubun.


BUAGH!


DUAR!


Domer dengan cepat memberikan rentetan serangan dan manuver yang belum pernah Danny lihat sebelumnya, yang di mana Danny sendiri main aman dengan berkelit dan sesekali menahan serangan fisik iblis itu.


‘Pola serangannya!’ Danny berusaha bertahan dengan caranya terbaik yang mampu dilakukannya, kekuatan kecepatannya sangat membantunya di saat harus melihat gerakan fisik yang tidak biasa.


HUSH!


‘Uh.’ Baru saja beberapa saat berlalu, Danny sudah merasa ada yang berbeda, tubuhnya jadi lebih berat dari sebelumnya.


Tidak heran ia mengalami ini, mengingat ia mengunakan kedua batu permata mulia dengan maksimal. Sebuah hal yang sudah pasti terjadi dan tidak bisa dihindari.


Namun tidak ada gunanya untuk mengasihani tubuhnya sendiri, yang pasti tujuannya hanya satu, yaitu tentu saja menumbangkan iblis ini.


‘Dia... makin cepat!’


“HM!” Domer terus bertambah cepat, rentetan serangannya makin instens dan Danny perlahan tertinggal kecepatannya.


“Ukh.” Danny terus berusaha menghindari setiap serangan fisik yang hampir-hampir mengenai tubuhnya.


‘!’


BUMMMMM!


Domer mengerahkan lingkaran sihir merah yang ada di sekitarnya, dan itu menabrak tubuh pemuda itu dengan keras, suaranya pun seperti bom yang diledakkan.


HUUUUSH!


Danny terpental jauh sekali, membuat keberadaannya malah seolah menghilang dari padang pasir ini.


“Hm, dia tidak mungkin keluar dari dunianya sendiri.” Domer tidak masalah dengan musuhnya yang menghilang dari pandangannya.


“Sihir.... Teleportasi....” Danny berusaha merapalkan mantranya, tekanan yang hebat ini membuat seluruh tubuhnya kaku dan untuk membuka mulut pun tidak semudah biasanya.


SRING!


Seketika itu juga tubuh Danny diselimuti oleh aura ungu terang.

__ADS_1


SYUT!


Kret....


“Sihir Tanah: Hantaman Badai!” Danny muncul di depan musuhnya dengan lingkaran sihir coklat ada di sekeliling tangannya. Dan tidak ada lagi aura kuning yang menyelimuti tubuhnya.


“Cepat juga, teleportasi?” Domer terkesan akan bagaimana pemuda itu kembali ke hadapannya dalam waktu yang singkat, padahal dia tidak menggunakan kekuatan kecepatan sama sekali. Jadi dugaannya pemuda itu bisa saja menggunakan sihir teleportasi.


‘Itu bukan sihir teleportasi....’ batin Danny, ia tahu akan hal ini. Pada kenyataannya sihir teleportasi punya karakteristik yang berbeda dibanding dengan teknik yang sekarang di gunakannya.


Aura orang yang menggunakan sihir teleportasi biasanya berwarna biru dan sihir jenis ini butuh konsentrasi tinggi, tidak bisa digunakan ketika penggunanya tidak tenang dan sedang terdesak.


Danny tidak memenuhi kriteria agar bisa menggunakan sihir teleportasi, namun ternyata ia bisa menggunakan cara lain.


Lantas mengapa Danny menyebut teknik tadi dengan ‘sihir teleportasi’? Padahal ia sendiri tahu itu bukanlah teknik tersebut.


Yah, sederhananya Danny tidak terpikir hal lain selain teknik teleportasi yang mekanismenya kurang lebih sama, yaitu berpindah tempat dengan cepat. Lagipula ia tidak mau pusing memberikan nama baru pada teknik yang dilakukannya itu.


Faktor penting lainnya ia bisa menggunakan teknik ‘teleportasi’ ini karena saat ini seluruh tempat di mana ia dan musuhnya berada dalam kendalinya sendiri.


Jadi sederhananya ia hanya memanfaatkan struktur dunia yang dalam kendalinya, membuat kenyataan baru di mana ia kembali ke tempat semula dengan instan.


Lagipula apa yang tidak dapat dilakukannya di dunia buatannya sendiri ini? Danny bisa mengubahnya sesuai keinginan dan mengapa pula ia tidak bisa mengendalikan di mana ia akan berada?


Meski Danny bisa menggunakan sihir teleportasi, namun itu terlalu rumit, memakan waktu, tenaga, dan sulit dilakukan di kondisinya yang tadi. Jadi mengapa ia tidak memanfaatkan keuntungan ini?


‘Aku harus bisa menembus pertahanannya!’ Sekarang Danny begitu dekat dengan musuhnya yang menatapnya serius.


Danny tidak mau menyia-nyiakan kekuatan sihir yang sekarang sudah ada di kedua tangannya, ia bahkan harus menghilangkan sementara kekuatan kecepatan demi menlancarkan serangan balasan ini.


Berisiko memang, karena Domer bisa saja melancarkan serangan yang lebih cepat untuk menggagalkan usahanya. Namun kalau tidak dicoba siapa yang tahu?


‘Seranggan skala biasa tidak akan melukainya sedikipun.’ Danny tahu akan hal ini, ia harus memanfaatkan kesempatan yang bisa mengubah alur pertarungan ini, tidak peduli sebesar apapun risikonya.


Domer melihat pemuda itu mengumpulkan sebagian besar kekuatannya itu di kedua tangannya, yang di mana dia bisa mengeluarkan sihir elemen tanah kapan saja untuk menyerang.


Di dukung dengan lingkungan yang sekarang, pemuda itu punya keuntungan untuk memanipulasi tanah sesuai apa yag diinginkannya.


Syut.


Domer mengerahkan semua lingkaran merah yang ada di sekitaran tubuhnya ke depan, dan seketika itu juga lingkaran merah itu bergabung satu sama lain dan bertambah besar.


Danny tidak berhenti di sini, ia sudah menduga hal ini akan terjadi, ia terus memfokuskan kekuatan pada lengannya.


Iblis merah itu tidak membiarkan celah sedikitpun masuk padanya, Danny tidak punya pilihan lain selain tetap maju, ia tidak bisa mengecoh lawannya karena tentu saja tidak cukup cepat untuk melakukannya.


BUM!


SSHHHHHH!


Tinjuan Danny mendarat tepat di lingkaran sihir merah iblis itu, seketika itu juga getaran hebat terjadi dan hempasan angin yang berputar kencang tercipta.


Langit pun jadi gelap karena tertutup oleh debu pasir, seolah menimbulkan prasangka cuaca buruk, yang ternyata tidak salah juga.


Drtttt....

__ADS_1


Dibalik langit yang tertutup debu pasir ini, kini ada juga kilatan-kilatan putih yang sesekali terlihat, serta menimbulkan suara yang bising.


Apa yang dikatakan Danny bukanlah bualan, serangan sihir tanah ternyata bisa membuat badai juga, aneh namun nyata.


Mau badai atau apapun selama ini adalah dunia buatannya, sekali lagi, tidak akan sulit bagi pemuda ini untuk mengubahnya.


Apalagi yang lebih keren dari sihir tanah yang bisa mengubah cuaca? Bukankah siapa saja bisa berkreasi tidak peduli apa yang ada dalam kepalanya? Selama itu tidaklah merugikan diri sendiri tentunya. Dan di beberapa kasus orang lain juga. Namun saat ini Danny berusaha untuk merugikan iblis merah itu.


“Sihir Tanah.” Domer tidak melihat adanya sihir yang dimaksud oleh pemuda itu, ia malah hanya melihat serangan fisik saja.


“HM!” Danny tidak kunjung berhenti menguatkan serangan tinjuannya, seperti yang ia duga, kekuatan pertahanan iblis ini sangatlah merepotkan.


Bagaimana ia bisa mengalahkan musuhnya jika sihir pertahanan itu masih ada?


Danny tahu setiap lingkaran sihir merah yang ada pada musuhnya itu memiliki energi sihir yang kuat, dan bilamana digabung, tentu saja sangat merepotkan sekali.


“Hm.” Domer terlihat tenang hanya berdiri saja di belakang sihir merah pertahanannya, ia merasa tidak perlu melakukan apapun dan lebih memilih menganalisa apa yang dilihatnya saja.


Apanya yang sihir tanah? Domer tidak melihat elemen tanah atau apapun pada pemuda ini, yang ada malahan serangan fisik yang sekarang sedang diterimanya.


JDER!


Kilatan petir tiba-tiba menyambar ke sekitaran serangan Danny, yang secara langsung juga mengenai sihir pertahanan iblis itu.


“Oh jadi ini gunanya?” Domer merasakan kerusakan yang cukup berarti di sihir pertahanannya setelah tersambar kilatan cahaya itu. Ia pikir badai yang sekarang terjadi hanyalah kosmetik belaka yang tidak akan memberikan keuntungan pada lawannya.


JDAR!


JDER!


Kilatan petir itu terus menyambar, sedang pertahanan cahaya merah milik iblis itu terlihat retak, sedikit demi sedikit.


“Dia memanipulasi cuaca agar menguntungkannya, dan lagi hanya fokus menguatkan sihirnya saja,” gumam Domer, ia bisa melihat strategi lawan yang sedang digunakan.


‘Aku bisa!’ Danny bersemangat, ia tidak henti-hentinya mengeluarkan kekuatan hanya agar bisa menembus pertahanan iblis ini.


Domer terdiam, ia tahu ia tidak bisa berdiam diri lebih lama lagi, karena jika lengah, pertahanan sihir merahnya itu bisa hancur kapan saja oleh pemuda ini.


Domer perlahan mengangkat tangan kanannya, berniat untuk menguatkan pertahanannya dan berencana membuat lawan berhenti karena kelelahan.


“Sihir kegelapan...!?”


KRANGGG!


“Kh!” Domer terkejut melihat pemuda itu yang menghancurkan sihir pertahananya secepat itu.


“?!” Di sekeliling tubuh pemuda itu ternyata ada aura kuning menyala sebagai representasi dari dia yang sedang menggunakan kekuatan kecepatan, benar-benar tidak disadari Domer sebelumnya.


“Sejak kapan dia?!” Domer tidak merasakan kekuatan lain selain kekuatan sihir yang ada pada pemuda itu, lantas mengapa malah dia muncul dengan kekuatan kecepatan seperti itu?


“!” Domer terdiam dalam kaget, ia sadar tempat ini adalah dunia buatan lawannya sendiri, dan tentu saja pemuda itu bisa melakukan apapun termasuk menyamarkan kekuatan yang digunakannya.


Di saat yang krusial seperti ini Danny sudah mengeluarkan kekuatan kecepatan sejauh apa yang ia bisa lakukan, dan sekarang hanya tinggal sedikit lagi saja serangannya mengenai iblis itu.


“Makan ini!”

__ADS_1


BUAGH!


SPLLASHHHH!


__ADS_2