
Mengapa ada sepasang pria yang saling mendekap? Dan lagi mengapa salah satu dari mereka terlihat kegerahan?!
Pria muda berambut sedikit panjang, berwarna coklat, wajahnya seperti babak belur, entah apa yang ia lakukan sebelum ia sampai ke sel tempat di mana Danny dan Brock berada.
"Ah ... aku lupa tinggal di penjara- mengapa aku malah tidak memanggil salah satu dari makhluk hitam itu ya ...."
Pria itu memegang sel yang di mana tidak bisa di buka selain harus oleh seseorang yang memegang kunci sel tersebut.
"Kau membutuhkan aku?"
Bayangan hitam tiba-tiba muncul dengan cepat setelah pria itu mengatakan hal tersebut.
"Demi Asgard!" Saking kagetnya rambut panjang pria itu malah berdiri mirip sekali seperti gaya kucing terkejut.
"Hei, jangan berlagak kau seperti melihat hantu deh," ujar makhluk bayangan hitam itu.
"Bagaimana bisa aku nggak mengganggapmu hantu, wujudmu saja sudah bukan lagi seperti manusia bagiku." Pria itu sedikit malas menanggapi makhluk bayangan itu.
"Vincent, sudah berapa kali kau gagal? Semakin kesini aku lihat kau semakin kacau saja ...."
"Ahaha." Pria bernama Vincent itu memegang rambut panjangnya, modelnya seperti di film 'thor' tapi ia tidak terlihat seperti aktris Hollywood sih.
__ADS_1
"Kukira kau tidak akan menyadari enam ratus enam puluh enam kegagalanku untuk keluar dari sini, dasar ... kau seperti hantu saja," ujar Vincent
"Hei, bisakah kau tidak memanggilku hantu, aku ini masih hidup ... dan lagi mengapa kau berlagak seperti cogan yang memegang rambutnya sendiri sembari menutup matanya? Hentikan itu kau membuat mataku sakit."
Vincent tidak bisa menilai apakah yang dikatakan oleh bayangan hitam itu benar, lagipula ia masih penasaran apakah ia bisa di sentuh?
Dan ia pun mencobanya, namun malah tembus, "ASTAGA SUDAH HAMPIR LIMA TAHUN AKU BARU TAHU KAU INI HANTU!"
"Ah, sudahlah dinginkan dulu kepalamu itu, kubukakan pintunya, kau hanya tinggal masuk dan kuharap kau bisa lebih tenang," ijar bayangan itu, meskipun tidak bisa di pegang orang lain namun ia masih bisa memegang benda.
"He-hei bangunlah Brock, kau membuat pria ini kepanasan ...." ujar Vincent sambil mengguling-gulingkan pria berbadan besar itu.
"Ah, aku Vincent, mengapa tiap kali aku begini kau lupa namaku?"
Brock segera melepaskan rangkulannya pada Danny, ia tidak meyangka hawa panas tubuhnya itu berlebih hingga membuat Danny terlalu hangat.
Danny masih tertidur, untuk sementara ini, nampaknya ia butuh sedikit istiharat mungkin ini efek dari kekuatan si bayangan misterius itu.
Brock segera bangun, duduk dengan rapi, "Bagaimana aku tidak terkejut, wajahmu itu nampak mengenaskan sekali, lihat mata kanan sampai bengkak biru begitu dan lagi mengapa kau belum mengelap darah yang mengucur dari mulutmu itu?!"
Vincent belum menyadari ada darah yang mengucur dari mulutnya, ia sadar produksi darah yang ada di tubuhnya malah terbuang percuma, "Ah maaf," ujarnya sambil mengelap darah itu dari mulutnya.
__ADS_1
"Setiap kali kau kembali ke sini dengan kondisi seperti itu, di situlah aku sulit mengenalimu," ucap Brock
Vincent tersenyum kecil, ia sadar sudah berapa kali ia kembali dalam kondisi seperti ini, "Kau tahu Brock, ini sudah ke enam ratus enam puluh enam kali aku seperti ini."
"Apa?! Bukannya itu?"
"Hm, apa maksudmu Brock?"
"Ah, sudahlah."
Vincent melihat pria asing yang berada di samping Brock itu, "Brock aku tahu kita sudah hampir lima tahun tinggal bersama, tapi mengapa aku baru sadar pria ini tinggal bersama kita?"
"Vincent, ada dua hal dalam perkataanmu yang salah, pertama memang benar kita sudah tinggal di sini selama kurang lebih lima tahun, kedua apakah kau tidak menyadari ia adalah orang baru di sini?!"
"Oh begitukah? Aku khawatir memang kita selama ini belum menyadari hal ini, tapi kenapa baru ada yang baru sekarang?"
"Hei, Vincent, jangan bilang kalau kau-"
Vincent memasang ekspresi seakan memang dirinya akan melakukan sesuatu yang tidak menggenakkan, terlihat ekspresi yang tidak sabar menindas orang lain, entah apa yang akan dia lakukan.
"Akhirnya kita punya teman baru!" Seru Vincent dengan bersemangat.
__ADS_1