Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 435: Usaha


__ADS_3

“Sial, di mana mereka berada?” Iblis perempuan Olivia sedang berada di sebuah gua yang gelap, hanya ditemani dengan bola sihir yang menyala berwarna merah, tanpa menunjukkan apa yang ia minta untuk lihat.


“Kemana dia pergi?” Olivia kembali bertanya pada dirinya sendiri.


‘Aku sudah berada di wilayah Kerjaan Timur yang adalah rumah asalnya, tapi kenapa tidak bisa kulacak?’ batin Olivia sembari terus menatap bola sihirnya. Biasanya adalah hal yang mudah untuk mengetahui lokasi seseoran dengan menggunakan teknik ini.


‘Apa itu berarti pemuda itu tidak sedang berada di wilayah ini?’ Kemungkinan yang dipikirkannya ini memang bisa terjadi.


Karena kekuatan unik pemuda itu membuatnya sulit untuk di lacak otomatis seperti ini. entah mengapa bisa begitu, Olivia merasa direpotkan karena hal ini.


Oliva tahu memang pemuda itu berkelana untuk mengumpulkan kekuatan, namun instingnya mengatakan bahwa dia sedang berada di daerah Kerajaan Timur.


“Aku pasti akan menemukannya!” Olivia meneruskan usahanya, ia harus cepat-cepat memanfaatkan momen di mana Shea sudah berada di pihaknya, jika ia sampai terlalu lama maka seorang setengah elf itu bisa saja kehilangan minatnya dan tidak lagi berada di pihaknya.


*


Setelah puas untuk beristirahat, akhirnya tiba saatnya di mana Danny dan juga teman-temannya berpisah dengan Freiss.


“Jadi ini akhirnya.” Freiss tersenyum melihat keempat muridnya.


Danny dan yang lain menatap gurunya dengan pandangan penuh arti.


Meski banyak tantangan yang sudah mereka hadapi sebelumnya, namun mereka akhirnya sampai di tahap ini juga.


Mereka bisa membuktikan bahwa manusia juga bisa bertambah kuat, dan yang lebih penting adalah tekad dari manusia itu sendiri.


Freiss sudah bisa memercayai para muridnya ini, ia tidak berharap banyak, namun hasil yang telah ditunjukkan sudah lebih dari cukup.


“Aku akan mengembalikan ke tempat kalian.” Freiss mengatakan ucapan sebelum perpisahan ini.


“Terima kasih atas semuanya Guru.” Danny pula mengatakan perpisahannya, memang terdengar formal ketika didengar oleh orang lain.


“Pfft....” Vincent malah sedikit menahan tawanya mendengar ini.


“Vincent, situasinya!” Brock terdengar berbisik ke telinga Vincent, namun nada ucapannya keras jadi orang lain tetap bisa mendengarnya juga.


“Maaf... aku tidak tahan dengan ke-formalan ini.” Vincent pada akhirnya bisa menahan ledakan tawanya sebelum membuat situasi makin berubah ke arah yang lain.

__ADS_1


“Meski kami semua lemah tapi Guru tetap mengajari kami. Terima kasih banyak.” Patricia membungkukkan badannya tanda ia begitu berterima kasih atas kebaikan gurunya.


‘Terima kasih.” Sedang Brock hanya mengucapkan dua kata sederhana juga, raut wajahnya begitu ramah dan lebih bisa mengungkapkan lebih dari apa yang telah ia katakan tadi.


Freiss melihat semuanya dengan wajah yang bangga juga.


Mereka berempat sudah mendapatkan kepercayaan darinya sebagai mantan penjaga batu permata mulia sihir.


“Semoga kalian selamat dan bisa menyelesaikan tujuan kalian.” Freiss sedikit melambaikan tangan kanannya tanda memang inilah akhirnya.


Syuuuuut.....


Freiss terdiam melihat ke dapan, keempat muridnya sudah benar-benar pergi dari dunia buatannya.


Ia masih terpikir alasan hal aneh terjadi sebelumnya.


‘Seharusnya dunia buatanku tersembunyi dari dunia luar, tapi tetap saja ada hal diluar dugaanku.’


Apa yang dilakukan Freiss dengan membuat dunia buatan ini datang dengan alasan yang jelas, namun ternyata tidak menutup kemungkinan caranya ini benar-benar berhasil.


Kehadiran portal tadi bukan tanpa alasan, melainkan ada sesuatu dibalik ini.


Karena sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini selama ia menggunakan teknik ‘dunia buatan’ miliknya.


Freiss tidak heran dengan hal ini, karena memang para iblis sekarang sudah mulai menampakkan aksinya.


Yang juga jadi pertanyaan adalah, mengapa portal hitam itu hanya muncul sekejap, tanpa kehadiran siapapun dan kemudian menghilang lagi?


‘Sebelumnya aku merasakan kekuatan batu permata mulia sihir dari pemuda itu.’ Freiss sebelumnya memmang merasakan ada kekuatan sihir yang mengelilingi area dunia buatannya, dan malahan sepenuhnya.


‘Teman-temannya tidak dapat merasakannya.’ Freiss juga tidak melihat adanya reaksi dari rekan-rekan Danny soal kekuatan batu permata mulia sihir yang menyebar ke seluruh area rerumputan ini.


‘Aku masih bisa merasakannya.’ Freiss yang sekarang bukanlah


pemegang batu permata mulia masih bisa merasakan kekuatan yang terpancar dari


batu itu, karena Danny adalah pemegang barunya maka mudah untuk mengetahuinya.

__ADS_1


‘Kekuatan batu permata mulia sihir Danny dengan cepat tersebar, membuat aku tidak bisa merasakan hawa sihirku lagi....’


‘Jika portal itu adalah tanda kedatangan seseorang namun pada akhirnya tidak jadi... itu berarti....’


‘Hanya ada satu kemungkinan....’


Freiss merasa yakin dengan presiksinya ini, dengan bukti yang ia tahu tadi, maka ini membuatnya mudah untuk menarik kesimpulan.


‘Kekuatan batu permata mulia Danny menayamarkan seluruh energi sihir yang ada di tempat ini.’


'Untuk mengelabui musuh soal keberadaan semua orang.'


Begitulah Freiss memandang alasan dibalik kemunculan sementara portal yang mengerikan tadi.


‘Pasti akan datang sesuatu melalui protal itu jika mereka mendeteksi apa yang mereka cari.’ Freiss memang tidak merasakan hawa sihir melalui portal hitam tadi, tapi bukan berarti tidak ada hal yang akan muncul dari sana.


Freiss tahu ternyata begitu besarnya kekuatan iblis, tidak hanya mendeteksi di dunia nyata, mereka juga bisa sampai  ke dunia sihir yang lebih rumit ini.


‘Usaha yang bagus.’ Freiss terkesan dengan begitu niatnya usaha yang dilakukan oleh ras iblis ini, namun ia sendiri lega karena tidak perlu repot-repot menangani urusan yang bisa saja muncul ketika sesuatu datang dari portal hitam itu.


‘Kuharap Danny dan teman-temannya bisa menghadapi apa yang akan terjadi.’ Freiss perlahan duduk di rumput dan menikmati angin sepoi-sepoi yang sejuk.


*


Danny dan teman-temannya melihat seberkas cahaya yang begitu terang, ini sangat silau sampai terasa meyakitkan apabila mereka tidak menutup pandangannya sendiri.


Danny melihat ke sekeliling dan ia tidak melihat sinar matahari cerah yang ia lihat sebelumnya, yang ada ia bisa melihat bulan purnama yang menerangi tempat di mana dirinya dan teman-temannya berada.


“Kita sampai....” Feronica mengomentari bagaimana perubahan suasana yang drastis ini.


“Aneh, siang berganti malam cepat sekali.” Vincent juga dengan seriusnya mengomentari bagaimana suasana baru yang sedang dilihatnya.


Sementara itu Brock dengan tenang melihat ke sekelilingnya, mereka sekarang berada tepat di pusat kota di mala hari dengan sangat sedikit orang yang berlalu lalang di tempat ini.


Danny dan temannya cukup lama menghabiskan waktu berlatih bersama Freiss, namun ketika kembali ke tempat yang sama setelah beberapa waktu berlalu terasa familiar.


Seolah baru saja mereka pergi dan kemudian sudah sampai kembali.

__ADS_1


Danny melihat memang tidak banyak orang yang ada di kota malam ini, cukup aneh mengingat biasanya pusat kota selalu ramai bahkan ketika malam hari sekalipun.


“Seharusnya banyak orang di sini, bukan begitu Danny?” tanya Brock dengan serius.


__ADS_2