Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 336: Tidak Ada Pilihan Lain


__ADS_3

Vincent kira kemampuan prediksinya itu benar-benar seperti yang diharapkannya, namun karena yang terjadi tidak sesuai dengan perkiraannya, jadinya Vincent meragukan kemampuannya sendiri.


[Apa yang kumaksud dengan mengatakan semua yang dikatakan oleh musuhmu yang dalam kasus ini adalah Tifee, semua informasi musuh baik yang dikatakan maupun tidak dikatakan akan diketahui, aku tidak bilang semua hal yang kukatakan akan dikatakannya juga bukan? Aku melakukannya hanya di awal perkenalan kemampuanmu saja, ngomong-ngomong jangan seenaknya mengatakan kalau kemampuanmu sendiri rusak ya?!]


Begitukah? Syukurlah kemampuanku sendiri tidak rusak, kalau begitu ini akan menguntungkanku, karena aku bisa mengetahui seluk beluk lawanku dan bahkan kemampuannya, seharusnya ini bisa menguntungkanku bukan?


"PreDestiny...." Vincent tidak sadar tiba-tiba dia bergumam seperti itu, entah mengapa ia ingin mengatakan sesuatu karena sedari tadi ia terlalu banyak berbicara dengan kemampuan Prediction Master miliknya itu, berbicara dengan diri sendiri ternyata melelahkan juga.


Ia dari tadi memikirkan kemampuan musuhnya secara terus menerus agar ia tidak lupa juga karena memang jika ia lupa tidak ada yang bisa mengingatkannya, setidaknya mengingat nama kemampuan musuhnya akan membantunya untuk melakukan hal yang selanjutnya ia harus lakukan, strategi untuk menghadapi musuhnya ini.


Dan tanpa sadar ia berkata pelan tentang apa yang dipikirkannya tadi, sepertinya situasi tidak akan kembali menjadi lebih baik dengan mudah.


Makhluk iblis perempuan merah itu menyadari akan pria berambut sebahu ini menyebutkan sesuatu, yang menurutnya sangat menarik untuk dipertanyakan.


[He-hei?! Apa yang kau katakan?! Bukankah dengan mengatakan sesuatu tentang musuh yang sudah kau ketahui melalui kemampuanmu akan membuatnya curiga?! Dia sama sekali tidak mengatakan padamu mengenai kemampuannya!]


"O-oh." Vincent mendengar suara hati yang begitu keras menghentak pada hatinya, seketika itu juga ia sadar akan apa yang seharusnya ia tidak ucapkan itu.


"Hm, kau ini bisa mengetahui segalanya kah pria berambut panjang? Kau tidak hanya mengetahui keberadaanku padahal di saat itu aku menggunakan kemampuanku, dan saat ini kau bisa langsung mengetahui nama dari kemampuanku itu."


"Mengapa bisa begitu?" Suara perempuan iblis bertanya-tanya akan hal ini, nada mengancam dan mengerikan tetap saja terdengar daripadanya, dan melihat reaksi musuhnya seperti inu membuat Vincent sadar akan hal kecil yang telah membuatnya masuk ke dalam situasi yang jauh lebih berbahaya.

__ADS_1


A-aku tidak sengaja! Benar, aku tanpa sadar mengucapkan kemampuan musuh yang telah kau beritahukan itu! Astaga ini benar-benar gawat!


[Kini kau menyadarinya? Tidak seharusnya kau mengatakan sesuatu yang sudah kau ketahui melaluiku karena memang aku akan mengungkapkan setiap hal dari musuhmu ini bahkan tanpa sepengetahuannya sekalipun!]


Vincent akhirnya mengerti, apa yang sudah diketahuinya harus disimpannya baik-baik dan sekaligus dimanfaatkan olehnya agar bisa keluar dari situasi sulit ini, kesalahan tadi yang dilakukannya tidak akan bisa dihilangkan dan akan terus diingat oleh lawannya sebagai kecurigaan yang besar.


"Hah? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah? Aku hanya asal berkata saja, karena memang aku tidak punya jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaanmu pertama tadi." Vincent mengelak dan berasalan dengan apa yang telah dikatakannya sebelumnya, ia berusaha melakukannya dengan tenang agar tidak semakin dicurigai oleh musuhnya itu.


"Aku tidak percaya kau tidak punya alasan di balik semua yang terjadi ini, mulai dari kau yang mengetahui keberadaanku dan lagi aku mendengar kau bergumam tentang sesuatu yang tidak asing bagiku; kau punya sesuatu yang disebunyikan." Entah bagaimana makhluk iblis perempuan Tifee itu sama sekali tidak mempercayai akan apa alasan yang telah dilontarkan oleh Vincent saat ini.


Sudah pasti begini, aduh padahal aku tidak sengaja mengatakannya mengapa telinganya begitu tajam sih?! Mengapa dia begitu teliti mengamatiku dan mengintrogasiku?!


[Kau memang beruntung masih ada di sini, ingatkah apa yang akan dikatakan olehnya? Dia tidak pandang bulu akan menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalannya, termasuk dirimu saat ini.]


Batin Vincent menjerit ketika mendengar bagian dari dalam dirinya sendiri juga membuatnya tidak tenang saat ini, namun terlepas dari hal itu apa yang dikatakan Prediction Master memang benar sekali.


"Kupikir aku bisa mengorek informasi darimu, karena aku memang sudah yakin kau bukanlah orang biasa, kau pasti punya kemampuan yang bisa membuatmu tahu akan suatu hal yang seharusnya tidak diketahui olehmu."


Apa yang?! Di-Dia bisa menyadari secepat ini?! Apa dia bisa memprediksi begitu tepat dan cepat juga?!


[Sudah kukatakan kepadamu, kemampuan milik musuhmu ini, iblis perempuan ini hampir sama denganmu, tentu saja dia mampu untuk menganalisis kecurigaan yang ia endus yang ada padamu dari tadi.]

__ADS_1


A-aku menghadapi seseorang, akh, dia sama sekali bukan orang, maksudku suatu makhluk yang punya kemampuan yang sama denganku saat ini?! Bagaimana aku bisa mengalahkannya jika ia bisa memprediksi masa depan juga?!


Vincent mulai bisa merasakan dengan jelas kekuatan iblis yang didepannya itu mulai bertambah besar dan besar, sedangkan dirinya ini sendirian saja, namun tidak secara teknis karena dia bersama dengan suara hatinya yang merupakan kemampuannya sendiri.


Iblis akan melakukan apapun hanya agar mereka bisa menyelesaikan tujuannya yang diembannya itu, Vincent tahu benar akan apa yang telah dijelaskan oleh Danny, apalagi ketika ia mendalaminya sewaktu Danny berada di masa pemulihannya itu di kota sebelumnya.


Rasanya setiap penjelasan dan teori tentang iblis yang diceritakan oleh Danny meresap ke dalam jiwa dan relung hatinya yang terdalam, jadinya Vincent fasih dalam pemahaman ini, dan pada situasi ini adalah kesempatan baginya untuk memanfaatkan segala pengetahuannya datang tidak terduga sama sekali.


Aku memang tahu banyak dari Danny mengenai iblis, tapi lihatlah! Aku hanyalah pemula yang menjadi rekannya! Bukankah aku seharusnya jadi tokoh sampingan yang tidak tersorot dan selalu berada dalam keadaan bagus di sepanjang cerita?! Situasi ini tidak cocok untuk aku yang tidak suka hal yang merepotkan!


[Kalau kau bicara seperti itu, mau sebagaimanapun kau paham akan musuhmu saat ini kau akan terus menghindar dan tidak mau direpotkan bukan? Bukankah kau sendiri yang mau ikut dalam perjalanan Danny apapun yang terjadi?! Lantas mengapa protes jika ada hal yang tidak kau inginkan terjadi?!]


Oh ... kau benar, terima kasih telah mengingatkanku Prediction, meskipun aneh sekali aku berbicara dengan diriku sendiri, namun kau telah menyadarkanku kembali akan tujuanku yang sebenarnya memang untuk membantu Danny dalam perjalanannya, berharap agar aku tidak direpotkan bertentangan dengan tekadku sebelumnya ....


Vincent kembali sadar ia tidak bisa lari akan situasi yang terjadi saat ini, kenyataan bahwa ia sedang berhadapan dengan iblis adalah hal yang harus ia terima sebagai bentuk dari tekadnya yang membantu rekannya itu.


Dan karena situasi ini Vincent sadar, hanya akan ada dua hal yang terjadi, satu dia berhasil keluar dari kemampuan iblis dengan mengalahkannya dan kedua, ia harus mengakui kekuatan iblis yang tidak ada duanya dan berakhir di sini; sebuah situasi yang akan berakhir dengan kedua kondisi yang berlawanan.


Di saat aku dan musuh bisa memprediksi waktu ke depan, apa yang akan terjadi bilamana kita saling memprediksi waktu?


[Vincent! Kau saat ini harus mundur! Makhluk iblis itu akan mencekikmu, mundurlah sekarang agar kau bisa menghindari serangannya!]

__ADS_1


A-apa?! Dia sudah mulai beraksi?! Sudah kuduga aku juga harus mulai beraksi!


__ADS_2