Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 556: Maju terus!


__ADS_3

Di sisi lain… Hello. Hutan Sihir.


Pluk.


Sophia dibawa cahaya terang itu ke tempat asalnya lagi, dan seketika itu juga membuka matanya.


Dia sadar cepat sekali, padahal baru saja sampai ke tempat ini.


Sophia perlahan bangun dan melihat keadaan sekitar, beberapa hewan dan serangga mulai mendekat ke arahnya seolah menyambutnya.


‘Danny.’ Sang penjaga hutan sihir itu memegang kepalanya, seluruh lukanya sembuh dan bahkan masih ada kekuatan regenerasi yang dirasakan olehnya.


Niatnya membantu malah dilindungi. Sophia merenung.


DEG!


‘A- apa ini?’ Ada sesuatu yang bergejolak dalam dirinya!


Sophia berusaha tenang, memfokuskan pikirannya pada apa saja yang baru saja dirasakannya.


Tidak biasanya ia mengalami hal ini! Pasti ada sesuatu yang terjadi.


-Nona Sophia-


Suara pria berat tiba-tiba terdengar!


‘Yang mulia?’ Sophia memastikan apa yang didengarnya itu.


-Aku terjebak oleh kekuatan Archifer, situasinya gawat-


“!” Benar! Ternyata kekuatan batu permata mulia bicara padanya!


Tapi bagaimana mungkin? Bukankah dimensi mereka sudah terpisah jauh sekarang?


Apa jangan-jangan? Waktu ia dipulihkan olehnya?Kemampuannya bicara dengan batu ras leluhur ter-transfer padanya?


Bahkan Sophia baru pertama kali mendengar suara agung kekuatan leluhurnya sendiri!


-Kami senang jika kamu bisa membantu-


‘A- apa yang bisa kubuat yang mulia?’


Berikutnya Sophia mendengar dengan seksama apa yang harus ia lakukan, sementara ia akhirnya membuat lingkaran sihir sederhana dari tanah dan mulai duduk di tengahnya.


‘Kekuatan batu permata mulia terhubung padaku… aku bisa melakukannya….’ Sophia menguatkan hatinya, apapun yang terjadi ia tidak mau membiarkan kesempatan ini lewat begitu saja!


Raja iblis itu harus dikalahkan! Bagaimanapun caranya!


“Kekuatan Batu Permata Mulia: Kesadaran Penuh!”


SYYUUUNGG!


Seketika itu juga gelombang kehijauan menyebar ke seluruh penjuru dunia ini!

__ADS_1


***


BRAK!


HUSSSHH!


Raven melancarkan beberapa serangan tombak dengan cepat sekali! Dikombinasikan dengan tali jerat gelapnya, zirah raja iblis akhirnya hancur!


‘Aku telat!’ Raven masih menyesalinya, kalau saja ia datang lebih cepat pasti ia bisa bekerja sama mengalahkannya!


Tapi sekarang Danny benar-benar sudah dilumpuhkan!


“Putriku! Kenapa kau melakukan ini!?” Archifer masih segan menghadapi Raven, dia tidak serius dan serasa hanya mengulur waktu saja.


“Kau tidak mengerti rasanya tertindas Archifer!” Raven tidak peduli dan terus menggempur dengan serangan tombaknya itu.


SRET!


Kena! Serangan tombaknya mengenai wajah musuhnya!


‘Heh.’ Raven jadi bangga di sini.


Bisa melukai raja iblis sendiri itu adalah pencapaian yang hebat!


Shh..


Archifer masih saja memandang penuh arti, tidak ada keseriusan yang terpancar darinya.


Raven bisa melihatnya, rasanya seperti penghinaan. Tapi apa boleh buat, marah tidak ada gunanya juga.


Sh!


Luka tombak pun pulih tak berbekas, sementara Archifer membaca semua serangan Raven dengan mudah.


‘Sial!’ Raven mempercepat gerakannya tapi tetap saja Archifer bisa menghindarinya!


“Kekuatan Gelap: Peniru Serangan.”


HUSSHSHH!


Archifer maju dengan tombak kegelapan yang sama bergantian menyerang membabi-buta juga. Giliran Raven yang bertahan!


BUMM!


‘Serangannya!’ Tidak bisa dipungkiri serangan raja iblis itu lebih cepat dan kuat! Dia tidak sekedar meniru saja!


SYAT!


SYUT!


Peniru serangan yang tak ada duanya, itulah Archifer. Bahkan lebih baik dari serangan aslinya!


BUM!

__ADS_1


Raven terhempas ke belakang tidak kuasa menahan limpahan energi raja iblis.


Shhhh!


‘Kuat sekali!’ Raven tidak ingat raja iblis punya kekuatan begini.


Ya, wajar saja sih, mengingat baru pertama kali melawannya juga.


HUSH!


Tanpa panjang lebar Raven melesat lagi, kali ini ia benar-benar serius!


“Kekuatan Gelap: Pedang Gelap!”


TRANG!


Raven melancarkan rentetan serangan cepat, bahkan makin lama makin cepat!


“Kau belum mengerti juga?” Archifer mengatasi serangan itu dengan santai sekali.


SRING!


Rentetan rantai kegelapan muncul dan mengikat raja iblis. Serangan kejutan!


KRRTTT!


‘Dia sudah besar.’ Tidak bisa dipungkiri kekuatan putrinya jauh lebih besar sekarang.


GREP!


“HENTIKAN… INI!”


KRANG!


Dengan cepat Raven mengarahkan pedangnya pada kepala raja iblis, dia tidak bertahan sama sekali! Tidak ada keraguan sama sekali!


‘Sial.’ Raven terdiam. Pedangnya gelapnya sama sekali tak mempan menebas kepala raja iblis itu.


“Trik murahan tak akan mempan padaku sayang.” Archifer memandangnya kasihan.


‘Sial’


Raven tahu tidak akan mudah, tapi ini sudah kelewatan susah sih.


Padahal ia sudah mengerahkan seluruh tenaganya. Strategi one hit one kill tidak berhasil!


“Mari bicarakan ini anakku.” Archifer masih bersabar, bahkam ketika menerima perlakuan seperti ini.


KRRRIKKK!


‘Belum selesai!’ Raven terus mengeluarkan tenaganya, tidak peduli leher raja iblis sekeras apapun, ia tidak akan menyerah!


‘Sia-sia saja.’ Archifer terdiam, tidak peduli sebagian besar tubuhnya terantai dan pedang gelap mengenai lehernya. Itu tidak akan menghentikannya.

__ADS_1


‘Aku tidak akan menyerah!’ Raven menggertak, ia tidak akan mundur!


__ADS_2