Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 320: Dan Terjadi Lagi


__ADS_3

Danny kemudian melihat wajah Patricia semakin merah ketika ia berusaha menyodorkan roti yang berukuran cukup besar itu padanyaa; melihat ini tentu saja Danny penasaran mengapa raut mukanya bisa berubah dengan cepat seperti itu.


"Patricia, wajahmu terlihat memerah, kau baik-baik saja?" Danny bergerak mendekat untuk memerhatikan lebih dekat wajah Patricia yang memerah itu, bisa jadi dia ikut tidak enak badan juga sepertinya; jika benar tentu saja Patricia harus banyak beristirahat juga.


"Ah- wajahnya." Patricia kaget melihat Danny yang mendekat ke wajahnya itu, alasan mengapa temannya melakukan hal itu tidak diketahuinya, ia berusaha untuk memantapkan tekadanya membantu temannaya itu, namun saat ini suasana hatinya tiba-tiba berubah, ia merasa gugup untuk melakukan ini pada temannya itu.


"Hm?" Setelah beberapa saat memerhatikan wajah Patricia, bukannya wajah memerahnya itu hilang malah terlihat semakin banyak dan saat ini ia terlihat menyembunyikan kegelisahannya.


Danny akhirnya memutuskan untuk meraba kening temannya itu, barangkali ada hal yang membuatnya tidak nyaman dan ada kemungkinan kondisinya tidak begitu baik saat ini.


Namun saat Danny menempelkan tangannya ke keningnya, ia tidak merasakan panas apapun dari kening temannya itu, Patricia berada di kondisi normal dan sama sekali tidak sepertu kurang sehat saat ini.


"Sepertinya kau baik-baik saja Patricia, kukira mukamu memerah karena merasa tidak enak badan sepertiku." Danny lega karena temannya itu sehat-sehat saja, ia kira Patricia yang telah memulihkan kondisi Vincent dan dirinya secara sekaligus dalam waktu yang tidak lama menggunakan kemampuannya membuatnya lelah dan harus beristirahat.


Patricia menundukkan kepalanya, entah mengapa perasaan aneh kembali muncul padanya, ia merasa salah tingkah di hadapan temannya itu dan merasa tindakan yang dilakukannya itu terlalu berat baginya.


Padahal hanya ingin membantu temannya, namun ia tidak menyangka akan kembali merasakan perasaan seperti ini, gadis itu jadi bingung harus bagaimana di kondisi seperti ini.


Danny yang melihat Patricia terus tertunduk di sana merasa ada yang tidak benar saat ini, maksudnya adalah melihat raut wajah Patricia yang memerah sembari menunduk, bukankah itu tanda ia sedang tidak enak badan? Lantas mengapa tubuhnya tidak panas setelah ia mengecek kening temannya tadi?


Apa mungkin Patricia menjadi tidak nyaman karena sudah bertemu dengannya? Danny jadi terpikir banyak hal mengenai temannya yang tidak bertindak biasa itu.

__ADS_1


Patricia sendiri yang sudah menerima perlakuan seperti itu dari Danny malah semakin tidak bisa mengontrol dirinya sendiri, dan rasanya tidak bisa membuat situasi jadi lebih nyaman juga.


"I-ini semoga makanannya enak, beristirahatlah!" Seketika itu juga Patricia menyerahkan roti sekaligus nampan dan segelas susu yang agak terombang-ambing pada Danny, ia mengembalikan lagi kursi ke tempat asalnya dan dengan cepat keluar dari ruangan kamar Danny.


Ada apa dengan Patricia?


Hal ini membuat Danny heran mengapa Patricia bisa bertingkah seperti itu? Tidak biasanya dia bersikap seperti itu.


Pada akhirnya memang inilah yang Danny inginkan, lebih baik baginya untuk makan menggunakan tangannya sendiri dibanding dengan Patricia yang menyodorkannya seperti itu; rasanya ia juga terlalu mengandalkan temannya, dan juga mungkin saja Patricia tidak nyaman ketika harus menyodori dan membantunya makan seperti itu.


Dia tidak jadi membantuku makan karena punya alasannya juga, tapi kuharap kondisinya baik-baik saja dan bisa kembali seperti biasa.


Danny berpikir baik tentang Patricia, ia menghargai tindakan awal temannya tadi dengan memberinya bantuan untuk makan, meskipun tidak jadi melakukannya tetap saja Danny jadi sadar akan kepedulian Patricia memang masih tetap sama padanya.


Danny tidak begitu terganggu karena sikap Patricia yang seperti itu, namun ia berharap temannya itu kembali bersikap biasa saja kepadanya selayaknya pada saat mereka berdua dulu.


Danny kemudian duduk di sisi tempat tidurnya dan meletakkan nampan kecil itu di pangkuanny, perlahan ia mengangkat roti yang cukup besar itu dan memakannya perlahan, setelah beberapa kali menggerakkan tangannya demi memasukkan potongan roti itu ke dalam mulutnya, ia mulai merasa lemas kembali, ternyata memang benar ia tidak bisa kembali beraktifitas seperti biasanya, pada akhirnya ia membutuhkan istirahat yang cukup agar bisa kembali memulihkan tenaganya.


Setelah selesai memakan roti, ia meminum segelas susu segar, masih hangat dan enak diminum pagi hari yang cerah seperti ini.


***

__ADS_1


Di sisi lain Patricia yang saat ini tengah berada di depan kamar Danny, memegang dadanya sendiri, entah mengapa adrenalinnya terpacu dan jantungnya berdetak cepat saat ini, ia merasa hal seperti ini secara tiba-tiba ketika Danny berlaku seperti itu padanya.


Ia tidak mengerti mengapa dengan tindakan temannya yang biasa saja itu bisa membuatnya salah tingkah seperti itu? Padahal seharusnya ia juga bisa bersikap biasa saja dan tidak perlu menjauh darinya.


Aku menjadi gugup ketika berada di dekat Danny, perasaan ini kembali kurasakan lagi ...


Patricia tidak begitu mengerti akan apa yang dirasakannya itu, namun yang pasti ada sesuatu yang berubah dari cara pandangnya melihat Danny; ia melihat Danny begitu peduli padanya membuatnya merasa ada suatu hal yang terjadi di dalam dirinya.


Tanda-tanda yang ia alami sudah disebutkan di atas, Patricia jadi semakin kagum dengan Danny dan merasa ingin selalu dekat dengannya, namun ketika Patricia menilai sikap Danny sudah mulai berlebihan maka gejala yang dialami akan ia alami lagi dan pada akhirnya ia akan mengalami hal yang sama.


Namun jika dipikir lebih lagi Patricia pikir tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan Danny padanya tadi; Danny hanya khawatir karena melihat wajah Patricia memerah seketika itu dan menduga bahwa ia mengalami sakit, padahal memang tidak seperti itu.


Entah mengapa ia merasa malu ketika diperlakukan seperti itu oleh Danny, mungkin karena kepeduliannya tinggi padanya hingga akhirnya membuat Patricia salah tingkah dan bertindak yang aneh-aneh.


Bukannya aku melarikan diri dari kebaikannya dan tindakannya, hanya saja jantungku berdebar-debar lebih cepat dari sebelumnya, aku merasa senang sekaligus gugup di saat yang bersamaan.


Dan Patricia sadar sewaktu dulu memang ia biasa saja ketika bersama dengan Danny, namun seiring dengan berjalannya waktu perasaannya itu mulai berubah dengan temannya itu, ketika memikirkan kebaikan Danny maka Patricia akan semakin memikirkan hal itu, dan itu membuat dirinya menjadi salah tingkah lebih banyak lagi.


Namun sama seperti kejadian sebelumnya, Patricia tidak boleh menggantungkan perasaannya seperti ini pada Danny, takutnya ia akan membuat Danny repot dan perjalanannya menjadi terhambat, sama seperti tindakannya yang cukup ceroboh sewaktu berhadapan dengan penunggu rumah sosok jahat itu.


Butuh waktu untuk membuatnya berhenti berdebar karena tindakan Danny itu, bukannya ia tidak menyukainya, justru karena ia berlebihan menyukai sikap temannya itu hingga akhirnya membuat dirinya itu kehilangan kontrol dan perasaannya sepenuhnya menguasai dirinya itu.

__ADS_1


Patricia bertekad ia harus bisa mengendalikan perasaan salah tingkah dan bahagia berlebihnya itu, dan harus memandang Danny sebagaimana seharusnya dan membantunya dalam tujuannya itu.


Ia beranjak pergi ke bawah lantai penginapan itu, hendak membiarkan Danny beristirahat dan memulihkan kondisi tubuhnya itu.


__ADS_2