Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 282: Kesamaan Yang Tidak Disadari


__ADS_3

"Di mana-mana cerita tentang pahlawan itu ia akan melindungi sesuatu dari hal buruk, menyelamatkan apa yang berharga baginya, selalu berpatok pada keadilan dan kebenaran, mementingkan kepentingan orang lain dibanding dirinya sendiri, bahkan terkadang seorang pahlawan dipaksa untuk mengambil keputusan yang sulit yang tidak pernah bisa ia bayangkan sebelumnya."


Danny masih belum bisa memahami apa yang dibicarakan oleh Vincent, rasanya penjelasan yang diberikan Vincent malah terlalu sulit dipahami dibanding penjelasan yang telah ia utarakan sebelumnya.


Vincent tahu juga Danny masih belum sadar dengan apa yang sedang dikatakannya, jadinya ia berusaha menjelaskan secara rinci supaya di pemuda ini sadar dengan ucapannya itu.


Memang ini bukan keahliannya untuk berbicara panjang lebar beginu, namun sebenarnya Vincent memiliki sifat yang fleksibel dan dalam suatu waktu ia bisa menyesuaikan dan bisa mengerti tentang apa yang dibicarakan dan dirasakan oleh lawan bicaranya itu.


"Lalu apa bedanya denganmu Danny? Kau bertekad untuk menghentikan para iblis, itu untuk melindungi siapa? Melindungi orang banyak? Terlebih lagi karena beberapa di antara mereka adalah orang terdekatmu, itu menjukkan kau punya sesuatu yang berharga untuk dilindungi. Lalu kau ingin agar orang lain tidak bernasib sama denganmu, bukankah itu juga kau mementingkan kepentingan orang lain, dan lagi kau diperhadapkan dengan situasi sulit yang bahkan kau sendiri tidak memahaminya, namun kau tetap berfokus pada tujuan yang kau anggap itu benar, bukanlah itu adalah keputusan sulit yang kau lakukan?"


Pertanyaan beruntun dilancarkan oleh Vincent saat ini, secara tidak langsung ia menyamakan bagaimana sifat dan perilaku Danny mirip seperti pahlawan pada umumnya.


Mata Danny kemudian memancarkan sinar kejelasan yang saat ini ia pancarkan, ia bisa menangkap apa maksud dari perkataan Vincent tadi.


"Bukankah semua ini menunjukkan bahwa kau ini adalah pahlawan, Danny?" Vincent mengatakannya sembari tersenyum.


"Pa-pahlawan?"


Danny tidak pernah berpikir bahwa apa yang ia lakukan itu mirip seperti apa yang para pahlawan lakukan, ia memang sama sekali tidak pernah membandingkan atau menggunggulkan apa yang sedang ia lakukan saat ini.

__ADS_1


Namun berkat pencerahan dari Vincent, Danny bisa melihat kembali sinar kejelasan yang selama ini tidak dapat diketahuinya.


Vincent mulai mengutarakan apa yang ia pikirkan mengenai apa yang saat ini dilakukan oleh Danny itu.


"Aku tahu kau pasti akan mengelak dan tidak mau disebut seperti ini dan aku juga tidak akan memaksamu untuk menganggap dirimu itu pahlawan Danny."


"Hanya saja kupikir dengan semua yang terjadi padamu, kemampuan unik yang kau miliki, memang hanya kaulah yang memiliki kekuatan untuk mengalahkan segala yang jahat nantinya."


"Secara tidak langsung memang setiap orang bisa menjadi pahlawan; arti pahlawan ini banyak sekali tergantung bagaimana cara kita menilainya."


"Dari ceritamu itu aku tahu Danny, memang dalam dirimu itu sudah ada kemampuan terpendam agar kau bisa mengalahkan para iblis nantinya."


Brock tidak menyangka Vincent mengatakan hal yang sebijak ini, ia tidak tahu juga ternyata Vincent tidak hanya bersikap konyol sepanjang waktu saja; ada waktunya ia serius dan keseriusannya itu membuat siapapun merasa tengah melihat seorang yang berbeda dari dirinya itu.


"Kau telah melewati banyak hal Danny, dan kau akan terus mengalami berbagai hal lagi ...."


"Aku pun tahu apapun yang terjadi kau akan tetap mengikuti jalanmu saat ini dan berusaha yang terbaik demi menghentikan kejahatan ...."


Vincent mulai berbicara serius dan makin serius saat ini.

__ADS_1


"Namun aku menganggapmu sebagi Pahlawan yang akan melindungi dunia ini dari kejahatan Danny ...."


"Vi-Vincent?!" Brock terkejut ketika mendengar hal itu, begitupula dengan Patricia saat ini.


"Bu-bukankah itu terlalu berlebihan?" Danny berusaha mengelak dengan apa yang dikatakan oleh temannya itu.


"Aku tahu, aku tahu, seorang pahlawan memang butuh pengakuan dari orang lain- tapi sebenarnya sosok pahlawan yang sebenarnya itu terkadang tidak terlihat oleh orang lain, tapi itu tidak akan mengubah apapun soal statusnya sebagai pahlawan."


"Danny aku tahu misimu ini adalah misi yang besar karena ini menyangkut tanggung jawab yang besar, kau harus diperhadapkan dengan berbagai kejadian di luar nalar di usia mudamu saat ini, namun kau terus maju ke depan karena tahu hal ini hanya bisa dilakukan olehmu."


"Hal inilah yang membuatku sadar bahwa memang hanya kaulah dengan kemampuan terpendammu itu yang mampu mengalahkan makhluk jahat yang sudah muncul saat ini."


"Kau juga bilang, kau tidak bisa sendirian bukan? Kupikir memang itu adalah hal yang manusiawi karena di dunia ini tidak akan ada yang dapat melakukan semuanya sendiri."


"Aku memang menginginkan hidup yang aman dan jauh dari masalah yang ada, namun setelah mendengar ceritamu dan kenyataan mengerikan yang akan terjadi, pikiranku berubah dari apa yang kupikirkan sejak awalnya ...."


Vincent masih terlihat sungguh-sungguh ketika ia mengatakan hal yang begitu panjang lebar itu, hal ini membuat temannya, Brock menganga keheranan atas perubahan sikap yang drastis ini.


"Be-berubah pikiran?" Danny sepertinya tahu apa jawaban Vincent tentang keputusan mengikutinya itu.

__ADS_1


"Singkatnya, izinkan aku ikut bersamamu Tuan Pahlawan ...."


__ADS_2