Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 494: Tatapan Dingin


__ADS_3

Sang iblis perempuan itu tidak masalah dengan kekuatan gelapnya yang dipaksa jadi skala kecil. Itu bukanlah masalah yang besar baginya.


“Kau tidak bisa melakukan apapun pada energi gelap yang kukumpulkan.” Olivia menyatakan kenyataan ini.


Biarlah gadis dengan busur panah itu bisa memaksa energi gelap yang tersebar luas itu jadi berkumpul di satu tempat, namun dia tidak bisa mengubah kenyataan di mana besaran hawa kekuatan yang dikumpulkannya sama sekali tidak berubah.


Dan apakah ada artinya? Tentu saja. Olivia tidak perlu cemas, meski daya luas jangkauan kekuatannya menyempit, namun yang ia butuhkan tetaplah besaran kekuatan gelapnya saja.


“Jangan senang dulu, ini belum berakhir.” Jessica sendiri bisa merasakan hawa kekuatan yang dipaksa ‘dipusat’kan olehnya ini tidak berhenti bertumbuh besaran kekuatannya.


Malahan kekuatan yang terpusat ini jadi menambah besaran kekuatan yang terwujud dibanding dengan ketika awal tersebar tadi.


Tidak berhenti di situ, sang iblis perempuan itu malah terus mengalirkan kekuatan gelapnya, yang pada akhirnya membuat kekuatan hitam yang terpusat itu jadi seukuran bola basket.


Ya, pada impresi awal memang tidaklah meyakinkan dengan aura kekuatan yang hanya sebesar bola basket, namun pada kenyataannya aura kekuatan gelap itu punya kekuatan yang sungguhlah besar.


Insting bertahan hidup sang pria pirang ini mulai menggelitiknya agar meninggalkan tempat ini.


‘Seberapa jauh lagi dia mengeluarkan kekuatannya?’ Arthur mengabaikan apa yang ada dalam kepalanya, terkadang apa yang muncul di pikiran adalah cara termudah untuk menyelesaikan masalah.


Namun tidak selalu itu yang jadi jalan terbaik. Arthur tahu ia tidak bisa pergi kemanapun, begitupula dengan rekannya yang lain.


Karena cepat atau lambat sang iblis perempuan itu akan melancarkan serangannya.


‘Dia mau menyelesaikan dengan cepat.’ Arthur yakin dengan hal yang ada dalam batinnya ini, setelah mengetahui kebenaran, iblis bernama Olivia itu berubah air mukanya dan sekarang tidak segan untuk terus mengumpulkan kekuatan gelap demi tujuan yang ingin dicapainya.


Padahal dari sejak bertemu pun raut wajahnya tidak terlihat seserius sekarang, yang pada akhirnya memang mengindikasikan ia sudah tidak peduli lagi dengan lawannya.


Dengan kata lain, Arthur bisa merasakan tidak ada tujuan yang lebih besar dari sang iblis perempuan selain mengakhiri para manusia yang ada di tempat ini.


‘Aku tidak tahu kedekatan macam apa antar para lblis ini....’ Arthur tidak tahu hubungan apa antar iblis perempuan Olivia dan juga iblis Domer yang sudah dikalahkan terdahulu.


Dugaan sementara adalah iblis perempuan ini punya kedekatan dengan iblis yang sudah ia kalahkan dahulu, atau jika tidak, maka mungkin saja apa yang dilakukan Olivia ini adalah cara yang biasa dilakukan iblis ketika ada rekannya yang tumbang.


Terlepas dari kemungkinan yang bisa terjadi, Arthur bisa berpendapat ras iblis ternyata peduli satu sama lain, bahkan bisa saling berbagi perasaan seperti ini.

__ADS_1


Apakah itu artinya ras lain juga punya kedekatan emosi yang sama seperti manusia?


Arthur tidak tahu pasti akan pertanyaan yang muncul itu, namun di dunia ini pasti ada satu jawaban untuk setiap pertanyaan yang diajukan, dan itu tidak harus selalu masuk akal.


Bagaimana tentang perbedaan kekuatan mereka berdua? Tentu dengan menganalisisnya akan bisa menjadi tolak ukur pasti mengenai besaran kekuatan dari ras iblis ini.


Arthur tidak bisa membandingkan kekuatan antar kedua iblis ini, mengingat ia tidak menjadi saksi di mana Danny berhasil mengalahkan Domer.


Namun ia masih sempat merasakan hawa kekuatan iblis yang datang lebih awal itu punya besaran kekuatan yang lebih hebat.


Jikalau saja iblis bernama Domer itu tidak menahan diri maka sudah pasti melawannya akan jadi tugas yang sukar. Arthur sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana sukarnya Danny menghadapi Domer sendirian saja. Dan terlebih lagi dalam waktu yang singkat seperti itu.


Seberapa besar potensi kekuatan yang bisa dikeluarkan ras iblis ini? Arthur tidak bisa menganalisisnya kecuali dengan fakta yang sayangnya tidak ia ketahui.


Pengetahuan manusia tentang ras iblis terbatas, karena itulah orang sekelas Arthur pun tidak bisa menganalisis sembarangan soal kekuatan ras lain itu.


‘Kekuatan iblis sudah jauh melampaui apa yang dipikirkan.’ Ini adalah fakta yang tidak bisa disangkal.


Satu-satunya untuk menangani situasi ini adalah juga dengan ‘melampaui apa yang dipikirkan’.


Terdengar rumit? Pada dasarnya tidak rumit seperti yang dibayangkan. Sederhananya Arthur hanya perlu melakukan apa yang tidak dipikirkan oleh musuh.


‘Aku tidak bisa melakukannya sendirian, tapi aku harus melakukannya....’ Arthur banyak berbicara dalam batinnya sendiri, dan kali ini ia sepertinya memikirkan dua hal yang berlawanan.


Apa yang ia maksud dengan melakukan ‘apa yang tidak bisa ia lakukan sendirian’?


Jika ia tidak bisa melakukannya sendirian, lantas mengapa malah terbesit dalam pikirannya ia harus melakukan ini sendiri?


Bukankah kedua hal ini bertentangan?


Bagaimana mungkin seorang melakukan apa yang tidak bisa ia lakukan namun tetap harus melakukannya?


Terutama jika tidak bisa dilakukan seorang diri? Bukankah itu malah jadi hal yang tidak mungkin dilakukan?


‘Hal yang tidak mungkin dilakukanlah yang akan melampaui apa yang ada dipikiran lawan.’ Arthur kembali bersuara dalam batinnya, ia sekarang sadar untuk menghentikan iblis ini butuh satu cara tidak biasa yang tidak terpikirkan sebelumnya.

__ADS_1


Lantas cara apa yang bisa dipakainya untuk menghadapi serangan iblis yang makin dekat ini?


Arthur melihat rekan-rekannya dengan seksama, dan apa yang ia lihat adalah sesuatu yang sudah ia duga sebelumnya.


Ekspresi tegang dan serius ada pada rekan-rekannya, yang bisa jadi mereka semua sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Worther masih merasakan kaku yang hebat, bahkan setelah diberikan pertolongan pertama oleh rekannya. Terbesit dalam pikirannya mengapa ia malah begitu ceroboh dan membiarkan serangan diri sendiri mengenai tubuhnya yang efeknya sungguh merugikan seperti ini.


Serangan diri sendiri yang tidak biasa, bisa saja iblis Olivia itu merasukinya juga dengan sejumlah besar energi gelap yang akhirnya membuat kondisinya jadi memprihatikan seperti ini.


Dan ngomong-ngomong Hellen juga sudah memberikan antidot anti kekuatan gelap yang mengandung kekuatan terang pada Worther, hanya saja reaksi obat itu berjalan lambat, sedangkan lawan sudah hampir menyerang dengan kekuatan penuh sekarang ini.


Sementara Hellen tahu ia tidak bisa banyak berkontribusi di pertarungan selain hanya jadi penolong bagi yang terluka saja, ia melakukan bagiannya dengan sepenuh hati dan berusaha tidak jadi beban bagi orang lain.


Jessica sendiri punya banyak panah modifikasi yang berguna di pertarungan dalam berbagai kondisi, sebagai contoh saja, kekuatan panah hijau yang mampu untuk memusatkan paksa kekuatan gelap.


Kekuatan panah itu adalah hasil penemuan dan ciptaannya sendiri, dengan berbagai macam percobaan dan penyempurnaan, pada akhirnya terciptalah berbagai jenis panah yang bisa berguna di beragam situasi, sebagai contohnya kekuatan panah hijau modifikasi dari kekuatan penyedot dan kekuatan terang.


“....” Namun sayangnya ia belum bisa menciptakan panah khusus yang bisa membuat kekuatan gelap mereda, meski ia bisa merapatkan seluruh kekuatan gelap yang tersebar, tanpa diredakan kekuatan gelapnya, maka kekuatan gelap itu tetap akan berbahaya juga.


Jikalau meredakan kekuatan sihir lain, itu bukanlah masalah baginya, Jessica sudah mempersiapkan banyak kombinasi panah itu hal itu.


Hanya saja yang tersulit belum mampu ia temukan, bahkan pencapaiannya untuk mempusatkan paksa kekuatan gelap adalah hal yang sudah ia perjuangkan begitu keras.


Dari yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin. Penelitian yang memakan banyak waktu dan tenaga, dan pada akhirnya berbuah manis juga.


Meski Jessica bisa mengembangkan panah khusus untuk meredakan kekuatan gelap, maka jangan lupakan tingkat kesulitannya, waktu, dan tenaga yang harus disiapkan untuk mewujudkan rencana itu. Yang sudah pasti akan lebih menantang dilakukan dibanding dengan kekuatan pemusatan paksa energi gelap.


Namun tidak ada gunanya memikirkan rencana yang belum terlaksana, sedang ia membutuhkan hasil akhir dari rencananya itu sekarang juga.


“Dia sepertinya selesai bersiap....” Jessica memandang ke atas, bola sihir hitam itu masih seukuran bola basket, namun kekuatannya sudah jauh melebihi akal pikiran manusia.


Arthur memandang ke atas juga setelah selesai memerhatikan kondisi teman-temannya.


Ia jadi semakin yakin untuk melakukan apa yang tidak bisa ia lakukan sendiri namun harus tetap melakukannya juga, demi menghentikan serangan iblis yang sudah sangat dekat ini.

__ADS_1


“....” Sedang Olivia sekarang memandang dingin kepada para manusia yang tak jauh darinya itu.


“Kalian mendapat apa yang pantas kalian dapat.” Nada suara sang iblis pertempuan itu terdengar sangat dingin.


__ADS_2