Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 325: Tuan Housen


__ADS_3

Danny tidak tahu alasan mengapa ia tidak bisa menyadari hal ini lebih awal, memang pada pertama kali melihat bapak pedagang ini, kesannya memang seperti bapak pedagang barang biasa saja dan tidak ada hal yang aneh sebelum beberapa ucapan yang dikeluarkannya.


Namun Danny yakin dengan pasti bahwa saat ini meskipun ia terlambat menyadarinya ia bisa tahu dengan pasti bahwa bapak pedagang ini adalah salah satu pemegang batu permata mulia, ia dapat merasakan dengan jelas ketika melihat wajah dari pak pedagang itu.


"Aku adalah pemegang batu permata mulia kecepatan." Pak pedagang itu membeberkan apa yang sebenarnya ia tutupi tadi, fakta bahwa dia adalah salah seorang pemegang batu permata mulia tidak terbantahkan saat ini.


"Alasan kita memilih tempat ini adalah karena memang kita tidak bisa membicarakan mengenai hal ini di antara khalayak umum, maka dari itu aku membawa kalian ke mari." Pak pedagang itu membeberkan alasannya juga tentang mengapa ia memilih tempat yang sepi seperti ini demi menjaga kerahasiaan batu permata mulia dari orang lain.


Danny akhirnya tahu akan sebab pak pedagang yang ternyata pemegang batu permata mulia bersikap agak aneh ketika di kota, setelah mendengar alasannya Danny akhirnya bisa mengerti.


"Begitu ya, tapi saya masih penasaran mengapa saya tidak bisa mengenali Tuan pada saat pertama kali kita bertemu?" Danny bertanya-tanya akan hal ini, mengenai penyebab mengapa ia tidak bisa mengetahui dengan jelas bahwa dia adalah pemegang batu permata mulia saat pertama kali ia bertemu dengan pak pedagang itu.


Pak pedagang itu tersenyum. "Aku menyembunyikan auraku sendiri dibalik pakaianku yang tertutup awal tadi, maka dari itu siapapun tidak akan bisa mengetahui identitasku sebenarnya dan hanya akan menganggapku sebagai pedagang biasa saja."


"Ha-hanya dengan memakai pakaian yang tertutup?" Danny terlihat kurang percaya di sana.


Danny memang telah mendengar alasan dibalik bapak pedagang itu, namun ia sama sekali belum mengerti mengapa bisa-bisanya hanya menutup wajah bisa menyembunyikan aura juga?


"Apakah memang Tuan punya kemampuan menyembunyikan aura seperti itu?"

__ADS_1


"Kau bisa mengatakan hal itu," ucap pak pedagang itu sambil tersenyum; ia tidak mengatakan banyak hal yang bisa mencerahkan Danny, namun melalui ucapan yang singkatnya itu setidaknya Danny sudah bisa mengerti.


"Apakah Tuan, ah kalau boleh tahu saya ingin mengetahui nama asli Tuan ...." Danny merasa berbicara dengan seseorang yang akan membimbingnya itu tentulah ia harus tahu nama asli dari pak pedagang ini.


"Kau boleh memanggilku Housen, dan yang paling penting di sini bukanlah namaku, melainkan tekadmu untuk terus maju dan terus menjadi lebih kuat." Tuan Housen berkata seperti itu seolah ia memang tahu akan menemui pria seperti Danny, yang akan ia bimbing dan latih agar menjadi lebih kuat.


Tuan Housen, seorang pria yang berumur lanjut, ia memang sudah bisa dibilang kakek-kakek, namun penampilannya tidak begitu tua karena wajahnya yang ramah dan murah senyum, mungkin ini adalah alasannya ia tidak terlihat tua, atau mungkin juga ada alasan lain yang tidak diketahui siapapun.


Namun karena Danny tahu pemegang batu permata mulia adalah dari ras demi human, tentulah umurnya tidak bisa disandingkan dengan umur manusia, bahkan ketika bertemu dengan Kakek Sam sang pemegang batu permata mulia fisik yang umurnya 1500 tahun, ia sudah terkejut duluan dengan umurnya yang sudah panjang seperti itu, dan sepertinya perbandingan umur ini tidak akan begitu jauh dengan para pemegang batu permata mulia yang lain, jadinya Danny tidak begitu mempermasalahkan umur Tuan Housen ini.


"Tuan Housen, nama yang cukup unik." Danny baru pertama kali mendengar nama seperti ini, rasanya seperti nama khusus dan terkesan tidak banyak orang memakai nama seperti ini.


Jika dilihat dari penampilannya, Tuan Housen adalah seorang yang lanjut umur namun memiliki tampang yang lebih muda dibanding dengan Kakek Sam dan Kakek Leith dulu, namun tetap saja tidak menyembunyikan fakta bahwa memang umur para pemegang batu permata mulia bisa saja tidak berada di jarak yang jauh satu dengan yang lainnya.


Danny berusaha mengerti mengapa Tuan Housen menyembunyikan auranya sendiri, sebelumnya ia memang sudah sadar bahwa keberadaan iblis bisa hadir kapan saja dan di mana saja, maka dari itu kewaspadaan adalah pencegahan pertama sebelum semua hal yang penting diketahui oleh makhluk jahat itu.


"Apakah Tuan menyembunyikan hawa keberadaan Tuan sebagai pemegang batu permata mulia sebagai pencegahan agar tidak diketahui iblis?" Akhirnya Danny menanyakan hal ini juga padanya.


Tuan Housen mengangguk pelan. "Kau juga sudah sadar Danny? Benar sekali, akhir-akhir ini iblis memang sedang berada di rencananya yang tersembunyi, maka dari itu lebih baik jika mereka tidak menyadari keberadaan kita."

__ADS_1


Danny mengerti, memang benar batu permata mulia adalah benda berisi kekuatan yang sangat besar dan rahasia, jadi bukan hal yang aneh apabila menjaga kerahasiaan itu dari orang asing yang berpotensi memiliki keinginan jahat atau bahkan keberadaan batu permata mulia tersebut diketahui oleh iblis.


Danny sendiri sama sekali tidak menyangka akan bertemu seperti ini dengan seseorang yang ia cari, pertemuan tidak sengaja yang membuatnya merasa senang saat ini, ketika kondisinya sudah pulih secara total dan secara langsung bisa menemukan seseorang yang ia cari saat ini; rasanya Danny merasa bersemangat akan apa yang akan dipelajarinya bersama dengan Tuan Housen.


"Ta-tapi bagaimana Tuan Housen tahu saya adalah pemegang batu permata mulia?" Danny penasaran mengenai hal ini, apakah memang benar para pemilik batu permata mulia bisa saling terhubung satu sama lain? Maka dari itu Danny menanyakan kebenarannya saat ini.


"Kurasa kau sudah tahu akan hal ini bukan Danny? Bukankah mantan pemegang batu permata mulia sebelumnya sudah mengatakan ini padamu bukan?" Tuan Housen menjawab pertanyaan Danny dengan pertanyaan juga, namun Danny bisa menangkap dengan jelas maksud dari perkataannya itu.


"Ja-jadi benar ya, memang saya merasa insting kekuatan batu permata mulia mulai meningkat saat ini, dan ternyata memang benar seperti itu. Saya bahkan bisa merasakan dengan jelas bahwa Tuan adalah salah seorang pemegang batu permata mulia." Danny menggaruk kepalanya sampil tersenyum kecil.


"Danny, kau adalah orang pertama yang bisa mengendalikan kekuatan batu permata mulia secara langsung di dalam tubuhmu."


"A-apa?" Danny penasaran akan apa yang dikatakan oleh Tuan Housen saat ini.


"Maksudku, kau adalah seorang yang mampu mengendalikan kekuatan batu permata mulia langsung dari tubuhmu, dengan kata lain kekuatan batu permata mulia bersatu dengan kekuatan aslimu pada saat yang bersamaan."


"Bersatu?" Danny memikirkan hal ini dan secara langsung bisa mengerti juga apa yang dimaksud oleh Tuan Housen itu.


"Berarti aku menyimpan kekuatan batu permata mulia itu di dalam tubuhku ... bukankah seperti itu Tuan Housen?"

__ADS_1


Pria itu mengangguk. "Benar, selama ini kami para pemegang batu permata mulia sama sekali tidak mampu untuk melakukan apa yang kau lakukan Danny, karena memang kekuatan yang terlalu besar yang dimiliki batu permata mulia ini juga."


"Apa?" Danny merasa tidak percaya akan apa yang telah dikatakan oleh Tuan Housen itu, masakan orang yang memegang batu permata mulia ini selama seribu tahun tidak mampu melakukan apa yang ia lakukan?


__ADS_2