Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 234: Secara Tidak Sengaja


__ADS_3

Dan dengan dugaan yang bisa ditemukannya, Danny menduga bahwa kekuatan tadi yang ia keluarkan berasal dari batu permata fisik berwarna merah.


Kedua batu permata mulai yang sudah ada padaki tidak ada di saku ataupun di bajuku, yang itu berarti seperti yang telah dikatakan Kakek Leith dulu batu permata sihir itu ada berada di dalam tubuhku saat ini.


Dan ia baru saja mengeluarkan kekuatan fisik yang tidak biasa berkat batu permata sihir fisik merah itu.


Danny sama sekali tidak sadar ketika ia berupaya untuk menyerang Arthur, yang ia pikirkan hanyalah agar Arthur tidak bisa lebih jauh lagi untuk mendekat pada Yizi.


Pada akhirnya keinginan Danny memang terjadi karena bantuan kekuatan batu permata fisik itu, namun di sisi lain Danny juga memikirkan risiko penggunaan batu permata mulia ini.


Karena saat ini ada dua batu permata mulia dalam tubuhnya itu membuat Danny sedikit takut akan efek samping dari penggunaan batu permata mulia ini.


Meskipun sudah dari jauh hari Danny mendengar kemungkinan terburuk tentang pemggunaan batu permata mulia ini, tetapi tetap saja ketika memikirkan risiko itu perasaan takut itu muncul.

__ADS_1


Danny menggunakan kekuatan batu permata mulia dengan tidak sengaja, namun sebenarnya ia cukup terbantu dengan besarnya kekuatan batu permata mulia fisik ini.


Apalagi untuk menghadapi seseorang seperti Arthur, yang memang memiliki kekuatan yang tidak main-main maka Danny nampaknya harus menghadapi risiko penggunaan batu permata mulia itu pada dirinya.


Tak berapa lama, akibat dari serangan Danny jalur pukulan yang ia lancarkan itu terlihat seperti membuat jalur lurus yang bersih tanpa pepohonan maupun rumput; dan bila dilihat lebih rinci lagi Danny telah membuat semacam penghancuran lahan secara lurus pada jalur pukulan yang ia lancarkan itu.


Tak berapa lama angin yang berhembus kencang itu perlahan mereda, setiap orang yang melihat kejadian ini semakin menjauhi tempat berbahaya itu, mereka memutuskan untuk berkumpul dekat-dekat satu dengan yang lainnya.


Vincent akhirnya tersadar setelah ia cukup terluka pada bagian perutnya itu. "Uuh ...."


"He-hei Vincent! Kau baik-baik saja?" Brock nampak sedikit khawatir akan keadaan temannya itu dikarenakan luka pada perut Vincent akibat serangan tak sengaja Yizi cukup parah dan mengakibatkan tidak sedikit darah yang keluar dari bagian perutnya itu.


"Bagaimana keadaanmu?"

__ADS_1


Vincent perlahan bisa melihat dengan jelas meskipun nampak masih lemah karena cidera yang dideritanya itu. "Apa yang sedang terjadi di sini?"


"Kau baru saja terkena serangan tidak sengaja Yizi, tubuhmu terhempas dan mendarat di pohon besar ini," jelas Brock.


"Begitukah? Lalu, mengapa aku melihat jalur lurus kosong hutan itu?"


"Danny menyerang Arthur dengan menggunakan kekuatan yang besar ... aku pun baru melihat kekuatannya yang sebesar itu."


Vincent menjadi heran akan jawaban dari Brock. "Menyerang Ksatria Suci? Mengapa?"


"Nanti akan kujelaskan setelah kubawa kau untuk menjauhi area ini, kita tidak mau terkena dampak akibat pertarungan mereka itu, kita akan berkumpul dengan para teman-teman sel kita yang lain," kata Brock sembari memapah tubuh Vincent yang lemas itu menjauhi area pertarungan itu.


Danny melihat akibat serangannya itu ia membuat celah lurus antara hutan yang penuh pepohonan itu, ia melihat Arthur yang tengah terduduk jauh sekali dari tempatnya saat ini.

__ADS_1


Bisa dibilang Arthur terkena serangan Danny dengan telak, sehingga menyebabkan dirinya itu harus ikut terhempas akibat serangan itu.


Danny bisa melihat dari kejauhan Arthur masih sadar dengan kekuatan sihirnya yang masih besar dan menyala-nyala.


__ADS_2