Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 263: Kembali Lagi


__ADS_3

Tanpa bisa diduga siapapun juga Danny yang telah diduga meninggal itu perlahan membuka matanya.


Kini ia mulai melihat sekitar, rasanya badannya kaku namun rasa sakitnya hilang; ia masih ingat semua kejadian malam tadi, pertarungannya dengan Arthur karena membela Yizi dan semuanya, ia mengingat setiap kejadian sebelum ia tidak sadarkan diri.


Ia bersandar di pohon itu sebagaimana tadi ia di sana; ia belum dapat bergerak secara penuh saat ini.


Keadaanku di sini itu berarti satu hal, aku berusaha untuk melakukan hal yang diluar kemampuanku ....


A-aku sudah pasti tidak dapat menghentikan Tuan Arthur, lalu bagaimana dengan Yizi sekarang? Bagaimana keadaannya saat ini?


Danny meraba kepalanya, ia merasa sedikit pusing pada kepalanya saat ini.


Ah ... lagi-lagi mimpi aneh itu, aku kembali bertemu dengan cahaya yang berbicara denganku, entah sudah berapa lama aku tidak bermimpi seperti itu.


Danny merasa ia mengalami mimpi yang sudah lama sekali tidak ia alami, setidaknya dalam jangka waktu yang lama sampai akhirnya kini ia bermimpi aneh lagi.


Danny sama sekali belum menyadari bahwa ia bukan bermimpi, melainkan kejadian mustahil yang pernah ia alami dahulu yang kemudian terjadi lagi saat ini.


Ba-batu permata mulia? A-aku menggunakan kekuatan itu, bagaimana keadaan batu itu sekarang?


Danny meraba-raba sakunya celana pendeknya, namun tidak ia temukan batu yang ia cari itu, dan pula ia meraba seluruh badannya yang terasa hangat ini, karena tidak memakai baju maka ia tidak bisa melihat apapun selain badannya saat ini.


Terasa hangat ... mungkin karena cahaya mentari cerah saat ini yang menyorot ke tempat ini.


Tidak bisa kutemukan batu permata mulia itu, jangan-jangan?


Danny menutup matanya, memfokuskan pikiran- namun ia tidak bisa melakukan hal itu saat ini; pikirannya masih bergungsi secara umum, namun ketika ia mencoba untuk memfokuskan pada kekuatan batu permata mulia ini, ia mulai merasakan reaksinya.


Ti-tidak bisa! Rasa pusing ini malah bertambah ketika aku berusaha mencoba untuk fokus, pikiranku tidak bisa fokus untuk melihat bagaimana keadaan batu permata mulia saat ini.


Dengan ini aku tidak benar-benar tahu di mana tempat dan keadaan batu permata mulia itu, namun kuharap kedua batu itu berada di tempat yang aman.


Pemuda itu tidak tahu apakah batu permata mulia itu berada di dalam tubuhnya atau tidak, karena memang saat ini ia tidak mampu untuk melihat keadaan batu itu di dalam tubuhnya; tubuhnya kaku dan tidak mampu mengeluarkan kekuatan sihir lagi.


Danny berharap agar batu permata mulia tidak hilang kemanapun setelah ia menggunakan kekuatannya, ia berharap batu itu masih ada di dalam dirinya sama seperti yang sebelumnya terjadi.


Danny tahu ia sudah kehilangan tenaga sampai dasar-dasarnya, namun meskipun kondisinya sudah seperti ini ia masih mengkhawatirkan Yizi karena kesalahpahaman Tuan Arthur itu.


Namun apa daya, Danny sama sekali tidak bisa menggerakan tubuhnya saat ini; bahkan satu jemari tangannya pun tidak bisa digerakkannya.

__ADS_1


A- aku tahu aku sudah menggunakan kekuatan batu permata mulia, meskipun hanya bisa kukendalikan sementara namun tetap saja efeknya lebih buruk daripada yang kukira.


Danny kembali mengingat rasa sakit yang ia derita saat menggunakan kekuatan kedua batu permata mulia sekaligus; ia merasakan sebuah perasaan yang paling menyakitkan yang pernah ia alami dalam hidupnya, mengingatnya saja sudah membuatnya takut untuk merasakan rasa sakit yang sama kembali.


Aku memang tidak berpikir panjang saat itu, namun pada akhirnya lama berpikir tidak akan mengubah situasi saat itu juga; risiko yang kuderita saat saat ini adalah harga yang harus dibayar karena tindakanku malam tadi untuk membela Yizi.


Danny tahu ketika pertama kali berjumpa dengan sang penjaga hutan sihir, Sophia, yaitu awal di mana misinya dimulai dengan mencari kekuatan batu permata mulia;bisa dibilang dia adalah peri, seorang demi human yang sudah hidup lebih dari dua ribu tahun.


Ketika pertama kali didengarnya ia harus membayar harga yang besar demi kekuatan batu permata mulia, Sophia tidaklah membual tentang risiko yang dibutuhkan, memang itu benar-benar melampaui apa yang bisa dipikirkannya.


Danny tidak begitu mengerti perkataan sang penjaga hutan sihir itu sampai ketika ia sendiri mengalami apa yang dimaksudkan olehnya saat malam tadi.


Rasa sakit itu seakan berusaha mencabut jiwaku dengan paksa; namun bukannya berlangsung dengan cepat, aku seperti dipermainkan oleh rasa sakit ini sampai-sampai perasaanku sendiri kacau dibuatnya.


Atau mungkin lebih tepatnya, aku sama sekali tidak tahu harus menyebutnya bagaimana; bisa dibilang perasaanku hilang saat itu juga.


Danny merasa bahwa dirinya memang sudah lama ada di kondisinya saat ini; tersandar di pohon ini.


Entah mengapa saat aku bermimpi aku merasa ada sesuatu yang berbeda, rasanya aku terlalu lama berada di mimpiku ini sampai tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Perasaan hampa yang biasa kurasakan itu, terasa aneh kali ini; bukan aneh dalam arti buruk, namun aku merasa ada kehangatan dari luar yang berusaha meraihku dari mimpiku itu.


Danny tahu bahwa misinya yang tertunda itu harus segera ia jalani kembali, namun dengan semua kejadian yang ada sampai saat ini, rasanya memikirkan misinya hanya akan membebani pikirannya saja.


Danny sudah tahu dari awal akan bencana yang mulai terjadi ini; sebuah rencana rapi yang telah disiapkan iblis untuk membahayakan umat manusia.


Tapi pertanyaan terbesarnya setelah hal itu adalah: Apa yang bisa manusia lakukan untuk menghentikan para iblis itu?


Danny tahu ia sedang mencari jawaban yang ingin ia ketahui itu; dengan menemukan ke-lima batu permata mulia apakah otomatis para iblis bisa dikalahkan?


Danny mungkin terlalu berharap pada hal ini, namun tujuannya untuk mengumpulkan batu-batu yang memiliki kekuatan besar ini bukanlah hal yang mudah.


Pria muda itu menatap langit biru cerah saat ini, hanya dengan menggerakan bola matanya sedikit ke atas karena memang seluruh badannya kaku termasuk kepalanya itu; saat ini ia kembali memikirkan mengapa ia bisa menjadi seperti saat ini, padahal dulunya dia hanyalah seorang yang berada di desa dan hidup bersama kakeknya dengan damai.


Sampai tiba semua kekacauan yang terjadi, pada akhirnya ia harus menempuh jalan hidupnya yang berbeda tiga ratus enam puluh derajat dari kehidupan dulunya.


Danny yang mendengar dan melihat sendiri kenyataan yang terjadi ini tidak bisa lari dari apa yang seharusnya ia lakukan.


Ia tidak pernah berpikir harus menanggung tanggung jawab sebesar ini, namun pada kenyataannya takdir terus menghadapkannya dengan berbagai macam kejadian hingga sampai saat ini.

__ADS_1


Menjadi pahlawan atau orang yang akan menyelamatkan orang lain tidak pernah ia bayangkan sebelumya, namun sekali lagi takdir kembali menghadapkannya pada segala sesuatu yang terjadi padanya saat ini.


Memikirkan perasaannya sendiri saat ini hanyalah akan menghambatnya untuk menuju tujuannya yang ada di depan.


Pertanyaan Danny mengenai jati dirinya dan akan semua kekacauan ini akan terjawab apabila ia berhasil menjalani apa yang harus dijalaninya.


Danny tidak pernah berpikir ia akan terlibat dalam begitu banyaknya hal yang mustahil dan mungkin saja terlalu berlebihan dan menakutkan baginya.


Namun jika memang ini adalah jalan hidupnya, ia sama sekali tidak keberatan dan akan terus maju untuk mengetahui kebenaran yang sangat ingin ia ketahui itu.


Jika Danny kembali lagi melihat dirinya dari dalam, ia hanyalah seorang pemuda biasa dengan segala sesuatu yang biasa, namun dengan segala tindakan dan kejadian yang tidak biasa selalu terjadi di sekitarnya.


Ia tidak pernah berpikir impiannya ketika kecil dulu sebagai petualang akan terwujud saat ini; namun ia menyadari satu hal ketika tahu bahwa mimpinya yang telah terwujud itu bahwa, kenyataan tidak selalu indah seperti yang ia bayangkan sebelumnya.


Selalu ada kekurangan dibalik banyaknya kelebihan, tidak ada yang sempurna dan tidak ada yang bisa benar-benar membuat kita nyaman kecuali jika memang kita percaya.


Sebagai petualang, Danny selalu percaya bahwa akan ada hal baik dan buruk yang akan menemuinya setiap saat; ia tidak perlu menyalahkan mimpinya ketika kecil yang mengatakan bahwa, 'menjadi petualang itu enak dan itu adalah mimpiku'.


Aku akan menjalani mimpiku dan tujuanku ini, apapun yang terjadi.


Perasaan Danny mulai menguat saat ini, baru kali ini ia mengingat bahwa pada masa kecilnya ia selalu berharap menjadi orang yang berkelana kemanapun kakinya membawanya.


Melihat tujuannya yang masih panjang di depan, Danny tidak bisa mengandalkan kekuatannya sendiri untuk menggapai tujuanya itu; ia butuh orang lain agar tujuannya itu tercapai.


Danny melihat sekitar dengan menggerakan bola matanya, area hutan yang tertutup ini nampaknya tidak jauh dari bekas lokasi pertarungannya dengan Arthur; ia bersyukur daya hancur yang ia sebabkan oleh serangannya itu tidak menyebabkan seluruh area hutan ini menjadi hancur total.


Danny juga tahu dan merasakannya bahwa ketika ia menggunakan kekuatan batu permata mulia, ia telah mengerahkan apa yang tubuhnya mampu tampung saat itu; sederhananya adalah kekuatan batu permata mulia masih jauh lebih kuat dibanding kekuatan tubuh Danny sendiri saat ini.


Hal ini menunjukkan bahwa potensi penggunaan batu permata mulia masih sangat mungkin untuk digunakan melawan sesorang yang kuat, dan tidak menutup kemungkinan untuk melawan iblis.


Danny masih belum mengetahui lebih banyak mengenai ke-lima batu permata mulia itu; masih banyak hal yang perlu ia tahu sebelum dirinya bisa memaksimalkan potensi kekuatan yang ada pada ke-lima batu permata mulia itu.


Namun semua pemikiran ini membawanya ke satu pertanyaan awal tadi, dapatkah ia menghadapi risiko yang telah ia alami tadi?


Danny sebenarnya cukup takut untuk kembali merasakan rasa sakit yang ia derita sewaktu malam tadi, namun pada akhirnya ia harus menghadapi rasa sakit itu dengan cara bagaimana ia mengatasi rasa sakit itu.


Danny berencana untuk tetap menjalani tujuannya yang tertunda itu; mengumpulkan lima batu permata mulia, secepatnya ia harus bisa menemukan ke-lima batu itu.


Pemuda itu memerhatikan sekitarnya, dan ia baru menyadari bahwa ada lubang berbentuk persegi panjang yang seperti akan digunakan untuk orang yang telah meninggal tidak jauh dari letaknya bersandar saat ini, dan disampingnya ia melihat nisan di atas gundukan tanah bekas galian itu.

__ADS_1


A-apa itu? Mengapa seperti ada pemakaman di sini? Apa yang terjadi sebenarnya?


__ADS_2