Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 486: Percaya


__ADS_3

‘Astaga....’ Danny masih berusaha mengatur ritme nafasnya, semakin ke sini entah mengapa malah semakin sukar.


‘A... aku berhasil....’ batin Danny, ia sendiri masih tidak percaya bisa menggunakan keempat kekuatan batu permata mulia sekaligus, meski hanya dalam waktu singkat.


Danny sadar, ia hanya punya satu kesempatan, jika terlewatkan maka bukan tidak mungkin kekalahan sudah mutlak dialaminya.


Lagipula mengulur pertarungan bukanlah ide bagus, Danny tidak tahu kejutan apa yang bisa terjadi, mengingat yang dihadapinya bukanlah iblis biasa-biasa saja.


Kekuatan Domer kurang lebih sama dengan Victoria, iblis perempuan yang menyusahkannya dahulu.


Untuk apa merisikokan segalanya hanya demi pertarungan lama dan memuaskan?


‘Ini pertama kalinya....’ Danny tidak banyak memikirkan apa yang akan terjadi nanti, satu-satunya yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana mengalahkan iblis itu dengan satu serangan.


Terdengar tidak masuk akal, namun tidak berarti mustahil juga.


Tidak ada gunanya rencana matang tanpa eksekusi, dan sering kali rencana yang sudah matang bukan berarti sempurna bisa dijalankan sesuai keinginan.


Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi.


Danny tidak punya rencana matang, namun ia hanya mengikuti kata hatinya saja, terkadang hal sederhana bisa mengubah lebih banyak daripada yang dibayangkan.


Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk melakukan apa yang dipercaya. Terkadang pikiran jadi musuh utama yang harus dikalahkan lebih dulu.


Danny tidak mengalami masalah yang begitu berarti dalam pikirannya, mengingat ia tidak hanya menggunakan dua kekuatan batu permata, melainkan empat sekaligus.


‘Aku masih bisa sadar sampai sekarang....’ Danny tidak menyangka juga akan apa yang terjadi.


Yang di mana cukup sulit mengontrol kekuatan penuh batu permata mulia, kemungkinan besar pikirannya akan diambil alih oleh kekuatan itu, Danny bisa menyimpulkan ini karena memang ia pernah mengalaminya.


Efek yang ia rasakan ini tidak seperah yang ia alami sebelumnya, yang membuatnya jadi bertanya-tanya apakah memang benar ia menggunakan semua kekuatan batu permata mulia yang ada padanya tadi.


Jika saja tidak, maka Danny yakin Domer bisa mengatasi serangannya dengan mudah, yang pada kenyataannya tidak seperti itu.

__ADS_1


‘Kekuatannya meningkat drastis tepat di saat terakhir.’ Danny bisa ingat jelas momen yang begitu singkat itu.


Namun di saat itu kekuatan Danny sudah berbeda jauh, yang pada akhirnya secepat apapun peningkatan kekuatannya tidak bisa menyusul kekuatan yang sudah dikumpulkan Danny dari awal.


Dari pertarungan fisik pun sudah jelas-jelas kekuatan batu permata mulia kecepatan masih belum cukup untuk mengimbangi kecepatannya, yang pada akhirnya mau tidak mau Danny tidak punya pilihan lain selain meningkatkannya sampai pada batas yang ia mampu.


Usahanya tidak sia-sia karena masih mampu bersaing dengan pergerakan iblis itu.


‘Aku beruntung karena dia menunda-nunda....’ Danny sadar akan hal ini, terlepas dari fakta Domer sudah menggunakan seluruh kekuatannya, namun pada akhirnya memang dia jelas-jelas terlalu bersantai.


Siapa sangka iblis berkelas sepertinya bisa terkecoh dengan trik sihir yang ia lancarkan? Danny tidak berharap banyak, tetap percaya pada tekadnya dan pada akhirnya trik ini terbukti ampuh, bahkan untuk iblis tingkat atas sekalipun.


Jadi kemungkinan kedua adalah yang paling mungkin terjadi, Danny bisa menggunakan keempat batu permata mulia sekaligus.


Kekuatan fisik, daya tahan, kecepatan, dan sihir berkolaborasi satu sama lain yang pada akhirnya membuatnya berada di atas angin sementara untuk melakukan urusannya yang sangat amat penting.


Satu serangan yang menentukan semuanya, bagaimana kelanjutan pertarungan mereka.


Danny masih terdiam, rasa sakit di dadanya masih ada, masih terasa, namun ia sudah tidak peduli lagi.


‘Jangan mati....’ Danny pikir ini adalah saat yang tepat menunjukkan pada mereka soal kejadian aneh yang kerap terjadi padanya. Namun pada akhirnya ia tidak mau menganggap ini adalah main-main.


Seolah rasa sakit pun sudah jadi rekan dekatnya, Danny malah tidak keberatan untuk membuktikan apa yang terjadi padanya pada orang-orang.


‘Ini keajaiban,’ pikir Danny, karena ia tidak menemukan alasan lain mengapa ia masih bisa bertahan setelah menggunakan kekuatan besar dan kondisinya tidak memburuk seperti yang sudah-sudah, malahan ia semakin tidak peduli dengan rasa sakitnya.


Shhhhh....


Perlahan namun pasti ada asap merah mengepul muncul dari tubuh Danny, sontak hal itu membuat siapapun yang melihatnya jadi bertanya-tanya.


“Ada apa denganmu?” Worther baru melihat manusia yang memproduksi asap berwarna seperti pemuda ini.


Danny tidak terkejut dengan apa yang terjadi, malahan ia tetap tenang dan mengambil waktu sejenak.

__ADS_1


Danny menutup matanya, ia bisa mendengarkan detak jantungnya sendiri dan juga setiap tarikan dan hembusan nafasnya.


‘Tidak sakit lagi....’ Begitulah komentar Danny dalam hatinya, seiring dengan munculnya asap merah dari tubuhnya, rasa sakit saat bernafas berangsur-angsur hilang.


“Hawa hadir iblis terasa dan sekarang menghilang padamu.” Jessica mengatakan pendapatnya, meski agak terlambat, namun setidaknya itulah yang ia amati.


Semenjak kedatangan Danny dan Domer, hawa kekuatan iblis itu tidak hanya terasa satu, melainkan dua, dan yang paling rendah hawanya muncul darI pemuda itu.


Karena hawa kehadiran yang sangat kecil, maka tidak ada yang menyinggungnya, karena mereka berpikir pemuda itu tertular hawa kehadiran iblis itu ketika sedang bertarung.


Yang sekarang hawa kehadiran iblis itu sudah benar-benar menghilang dari tubuh Danny.


Apa hawa kehadiran yang diabaikan orang itu bukanlah hanya sekedar ‘hawa kehadiran?’


“Ah.” Danny ingat akan bagaimana ia terkena sihir merah iblis itu sampai terhempas begitu jauh, semenjak itu memang ia merasa ada yang ada di dadanya.


Sekali lagi, Danny mengabaikannya karena apapun yang terjadi pada tubuhnya tidaklah lebih penting ketimbang mengalahkan lawannya sendiri.


Lantas apakah semua itu bisa menjelaskan asap apa yang tadi muncul di tubuhnya?


‘Mungkin dia mentransferkan energi gelapnya padaku,’ Danny berspekulasi seperti ini dalam batinnya sendiri, karena tidak ada hal lain lagi yang bisa menjelaskan ini.


Domer dengan sengaja memberikan energi gelapnya dengan tujuan memperulit keadaan Danny, yang memang sudah terbukti beberapa saat tadi, dengan nafas berat dan juga dada sesak tidak karuan.


Karena sekarang iblis itu sudah ditusuk oleh pedang cahaya Arthur, yang sekarang membuat hawa kehadirannya makin merosot, yang pada akhirnya energi gelap yang dia salurkan juga menghilang dari tubuh Danny.


Entah apa yang terjadi bilamana pertarungan terus berlangsung dan ia tidak sadar sedikitpun soal serangan energi gelap yang merasuki tubuhnya ini. Sudah pasti rasa sakit yang akan dialami akan berevolusi dan membuat Danny lemah dari dalam.


‘....’


‘Tunggu dulu....’ Danny terdiam, entah mengapa ia malah punya pertanyaan lain saat ini juga, pertanyaan batin yang membutuhkan jawaban dengan segera.


‘Jadi apa yang kurasakan dari tadi itu bukan karena... batu permata mulia?’

__ADS_1


__ADS_2