
Suara sesunggukkan menangis terdengar dari gadis ini, Patricia ternyata memeluk Danny sambil mengeluarkan air matanya.
"A-ah? Ada apa? Apakah ada sesuatu yang menyakitimu?" Danny malah khawatir apabila Patricia terluka atau terjadi sesuatu yang buruk padanya hingga akhirnya dia menangis saat ini.
"... Terima kasih ... kau benar-benar kembali saat ini ...."
"... Tentu saja, aku akan selalu bersamamu." Danny berusaha untuk menenangkan gadis itu yang saat ini menangis untuknya, tidak ia kira Patricia begitu peduli padanya; melihat kenyataan bahwa Danny masih hidup tentulah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata apapun juga.
Meskipun belum lama mereka menghabiskan waktu bersama, namun terlihat jelas ikatan yang tidak biasa antara mereka berdua; Tindakan yang dilakukan oleh Patricia ini tidak hanya sekedar menganggap teman belaka pada Danny, lebih dari itu jika terlihat oleh kedua orang lain yang berada di sini.
Danny membiarkan Patricia memeluknya untuk sementara, ia mengusap kepala gadis itu agar dia lebih tenang. Danny tidak menyangka Patricia akan berlaku seperti ini, namun ia sama sekali tidak keberatan juga, melainkan ia merasa sangat dihargai oleh temannya itu.
"Pemandangan romantis macam apa ini?" Vincent sepertinya terharu karena melihat kedua insan ini saling peduli satu sama lain; menurutnya saling peduli adalah alat di mana kita bisa saling melengkapi satu sama lain.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Patricia menjadi lebih tenang dan mulai melepaskan pelukannya itu.
"Aku mengkhwatirkanmu lho! Kukira kita akan berpisah tanpa bertemu lagi!" Patricia mengusap matanya yang masih basah itu sambil tersenyum manis.
"Ahaha, aku baik-baik saja sekarang."
Danny senang Patricia kembali menjadi dirinya sendiri, ia memang benar-benar mengkhawatirkan dirinya saat ini.
"Aku senang kalian mengerti bagaimana keadaanku sekarang, memang benar apa yang Patricia katakan dunia ini aneh namun kita harus membiasakan dan beradaptasi dengan itu dan memanfaatkan apapun yang bisa kita lakukan untuk melakukan hal baik."
"Saat ini aku berada di misi untuk mencari ke-lima batu permata mulia."
"Oh, ini Danny." Patricia merogoh kantong celananya dan memberikan sesuatu pada Danny.
__ADS_1
Danny mengulurkan tangannya untuk menerima apa yang hendak Patricia berikan itu.
"A-apa ini?"
Ketika dilihatnya itu adalah kedua batu permata mulia yang bersinar juga saat ini, Danny mulai penasaran mengapa batu tersebut bisa ada pada Patricia?
"Oh? Aku mendapatkannya dari Tuan Brock dan Tuan Vincent ketika mereka menemukanmu tidak sadarkan diri." Patricia kemudian menjelaskan seadanya pada Danny yang terlihat penasaran itu karena memang ia sendiri tidak tahu penjelasan secara detail mengenai batu ini dari kedua pria itu.
"Ya itu benar Danny, kami menemukan batu itu berada di dalam genggamanmu ketika kau tidak sadar, karena kupikir benda ini milikmu maka aku menyimpannya lalu memberikannya pada gadis ini," jelas Brock.
Danny akhirnya mengerti, mereka mengatakan bahwa batu itu ditemukan ketika dirinya itu tidak sadarkan diri.
Danny bisa mengambil satu kesimpulan bahwa batu permata mulia ini ada di dalam dirinya sampai saat ia tidak sadarkan diri itu, ia cukup lega mengetahui keberadaan batu ini jatuh ke tangan yang tepat dan saat ini ia bisa menerima kembali batu yang ia perlukan itu.
__ADS_1
"Jadi apa yang hendak kamu katakan Danny?" Patricia penasaran juga apa yang hendak Danny katakan awal tadi.