Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 241: Antisipasi Yang Tepat


__ADS_3

Arthur terdiam sejenak ketika mendengar hal itu, ia tidak bisa menilai apa yang dikatakan oleh pria besar itu benar atau bohong. Hanya saja memang sewaktu tiga tahun lalu dirinya dan Thor memang mengalami berbagai macam perbedaan pendapat.


Yizi yang melihat Arthur termenung ketika mendengar perkataan itu tidak bisa menduga apapun juga, namun dengan ucapan anggota kelompoknya tadi hidupnya bisa terselamatkan.


Arthur berusaha berpikir logis, di samping fakta bahwa Thor adalah rekannya dan selalu bersamanya ia sama sekali tidak menduga temannya itu akan melakukan hal semacam ini secara diam-diam.


"Mana mungkin si topeng iblis tiga tahun lalu adalah Thor!" Arthur menyangkal pernyataan anggota Alliance Fight's itu meskipun ia tahu topeng iblis yang ada pada salah satu pria besar itu memang nampak seperti topeng iblis tiga tahun lalu.


Kini Arthur belum bisa mempercayai ucapan dari salah seorang pria besar anggota Alliance Fight's itu, karena yang menjadi bukti hanyalah topeng yang sama dengan topeng tiga tahun lalu jadi bisa saja para pria besar itu mengarang cerita palsu hanya dengan bermodalkan topeng yang sama saja.


Salah satu pria besar itu teringat akan pesan dari Tuan Thor tiga tahun lalu di mana memang ia harus membawa topeng iblis ini kemanapun mereka pergi, maka dari itu selama tiga tahun belakang ini salah satu pemegang topeng iblis yang merupakan anggota Alliance Fight's sama sekali tidak pernah lupa untuk membawanya kemanapun mereka pergi, setidaknya ketika mereka memutuskan untuk pergi dari desa yang telah menerima mereka untuk tinggal dengan tujuan untuk mencari pemimpin mereka.


Salah satu pria besar pemegang topeng iblis itu menjadi agak bingung dengan apa yang dimaksud Tuan Thor dengan membawa topeng iblis ini kemana pun mereka pergi. Selama tiga tahun belakangan ini bahkan sampai hari ini dia dan teman-teman pria besar lain belum tahu maksud dari perkataan Thor itu.


Lalu pria besar itu berpikir untuk menyerahkan saja topeng iblis itu pada sang ksatria suci itu agar bisa di telaah lebih lanjut


"Ini lihatlah Tuan!" ujar pria besar pemegang topeng iblis itu, ia melemparkan topeng iblis itu pada Arthur yang kemudian Arthur menerimanya dengan tangan kirinya.


"Sudah kubilangkan aku- AH!"


Tanpa bisa diduga siapapun ketika Arthur memegang topeng itu hendak memeriksanya dengan teliti, topeng iblis itu tiba-tiba bercahaya merah dan menempel ke wajah sang ksatria suci itu dengan sendirinya, tentu saja kejadian ini membuat kaget siapapun yang melihatnya; mereka merasa heran mengapa ada topeng iblis yang bisa memakaikan dirinya sendiri pada wajah seseorang? Mungkinkah topeng itu hidup?

__ADS_1


Arthur yang kaget akan kejadian itu melepaskan cekikannya pada Yizi, dan Yizi akhirnya bisa terbebas dari cekikan itu; melihat kesempatan Arthur yang tengah sibuk dengan topeng iblis yang dengan tiba-tiba menyosor ke arah wajahnya itu para pria besar anggota Alliance Fight's membantu tuannya itu untuk menjauhkannya dari ksatria suci tersebut.


A-apa ini? Mengapa benda ini menempel di wajahku?!


Arthur berusaha untuk tetap tenang mengetahui kejadian ini sembari menggunakan kedua tangannya untuk melepaskan topeng iblis yang secara tiba-tiba menempel pada wajahnya itu.


Semakin Arthur memaksa melepaskan topeng iblis itu, topeng itu berkedip-kedip mengeluarkan cahaya merah yang aneh dan cukup mengerikan.


Di dukung dengan malam yang gelap ini topeng iblis yang memang dari awalnya tampilannya sudah mengerikan kini malah tambah mengerikan saja dengan munculnya cahaya merah itu.


Banyak orang di sini yang memasang eskpresi terkejut dan tentu saja banyak di antara mereka melihat hal ini terlalu aneh dan tidak biasa.


Para orang banyak di sini ketakutan pada akhirnya dan memutuskan untuk pergi melarikan diri ke bangunan bekas penjara yang mereka diami sebelumnya, karena mereka berpendapat bahwa di sanalah tempat yang paling aman untuk berlindung saat ini.


Mereka bergerombol segera masuk ke bangunan bekas penjara itu melihat ada kesempatan di mana Arthur memang sedang sibuk untuk melepaskan topeng itu.


Brock kemudian memapah Vincent membantunya untuk berjalan, mereka tidak ikut pergi ke dalam bangunan penjara itu lagi untuk melindungi diri melainkan mereka dengan segera menemui Danny yang berada cukup jauh dari mereka dan bisa terlihat bahwa anak muda itu tengah terbaring tidak sadarkan diri.


Arthur masih berjuang untuk melepaskan topeng iblis itu dari wajahnya sendiri, ia bahkan kembali memakai sihirnya sendiri agar membantunya memberi kekuatan lebih untuk bisa melepaskan topeng iblis ini, dan seperti biasa aura kuning kembali muncul di tubuhnya.


Mu-mungkin saja jika aku mengeluarkan tenaga yang tersisa padaku sekarang itu bisa membantuku melepaskan topeng ini!

__ADS_1


Akhirnya Arthur memakai sisa tenaga sihir yang mampu digunakannya saat ini, memaksa seluruh kekuatannya untuk keluar hanya untuk melepaskan topeng iblis yang menempel padanya itu.


Bahkan karena kekuatan sihirnya begitu dikeluarkan dengan hebat, angin yang cukup besar berputar-putar di sekitar tubuh sang ksatria suci itu yang memang tandanya ia sudah berusaha mengeluarkan tenaga yang ia punya saat ini.


Setelah beberapa saat meskipun ia sudah memakai kekuatan mampu dikeluarkannya saat ini, namun Arthur sama sekali tidak mampu untuk melepaskan topeng iblis itu seberapa kuat pun dia berusaha.


A-apa ini? Mengapa topeng ini tidak mau lepas?!


Dasar topeng menyebalkan!


Arthur akhirnya memakai cara yang tidak biasa, ia memukulkan tinju kuatnya itu ke topeng yang ada di wajahnya itu, namun begitu ia sekali melakukan hal itu topeng yang tadinya hanya berkedip-kedip merah kini malah cahayanya menjadi merah pekat dan rupa topeng iblis itu menjadi sangat menyeramkan di malam gelap ini.


Tidak hanya penampilan luarnya yang berubah, kini Arthur yang tidak mengerti mengapa topeng itu menempel padanya tiba-tiba merasa sakit pada kepalanya; rasanya seperti di tindih beban berat, terasa sesak dan memusingkan.


A-apa ini? Mengapa aku merasakan kepalaku sakit?


Semakin lama topeng itu menempel padanya rasa sakit yang dialami ksatria suci itu bertambah berat, rasanya ia sudah tidak bisa lagi merasakan ataupun memikirkan apapun yang ada di sekitarnya sekarang; bisa dibilang ia hampir kehilangan kesadarannya akibat rasa sakit aneh yang tiba-tiba dirasakannya itu.


Ada ... apa ... ini?


Kesa ... daran ... ku ... meng ... hilang ....

__ADS_1


Arthur yang tadinya berdiri dengan tegap harus ambruk jatuh dengan topeng iblis yang masih menempel di wajahnya sembari memancarkan cahaya merah yang cukup mengerikan.


Kini dengan kejadian yang tidak terduga itu, sang ksatria suci harus kehilangan kesadaran dan topeng iblis itulah yang menghentikan tindakkannya itu.


__ADS_2