Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 300: Ingin Bercerita


__ADS_3

Adanya makam kosong yang tiba-tiba muncul dengan adanya batu nisan Danny di tempat Danny meninggal, semua hal itu terhubung satu sama lain, sudah pasti ini adalah makam Danny, namun juga Danny tidak jadi di makamkan di sini.


"Apa sebabnya pria bermama Brock dan Vincent itu tidak jadi menguburkan Danny di sini? Lantas di mana keberadaan mereka saat ini?"


Aku yakin dengan pasti nama 'Danny' bukan orang lain yang berbeda, melainkan anak muda yang kutemui dulu yang berusaha menghentikanku; alasan yang kuat makam ini ada di sini memang jelas-jelas untuk Danny yang sudah tiada.


Arthur memikirkan alasan mengapa Danny tidak benar-benar di makamkan di sini, di tengah situasi yang ia lihat ini tidak ada hal lain yang dapat membantunya memikirkan hal ini selain apa yang telah ia temui saat ini.


Ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi, apa mungkin pria bernama Brock dan Vincent itu berubah pikiran ketika sudah mempersiapkan ini semua, dan mereka malah meninggalkan tempat ini dan mengubah tempat di mana Danny bisa di makamkan?


Alasan yang paling umum yang muncul di pikiran Arthur saat ini, namun di tengah keadaan yang tidak pasti ini ia butuh alasan lain sebagai pembanding bilamana alasannya yang pertama tidak terjadi.


Atau mungkin saja ada sesuatu yang menyebabkan pria bernama Brock dan Vincent melarikan diri bersama dengan Danny karena suatu keadaan? Kemunculan bahaya yang menyebabkan mereka lari dan mengabaikan niat mereka untuk menguburkan Danny itu?


Pemikiran kedua Arthur memang sangat sulit untuk di percaya karena memang seharusnya area ini adalah area yang sepi dan tidak ada binatang buas atau manusia yang jahat di sekitaran sini yang bisa membuat alasan ke-dua bisa diterima.


Dan pada akhirnya Arthur hanya bisa menerka-nerka apa yang terjadi di sini tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi dengan semua ketidaktahuannya akan sesuatu dan petunjuk yang tidak jelas maka Arthur tidak bisa mempercayai alasan apapun yang ada di pikirannya saat ini.


"Aku benar-benar tidak tahu di mana keberadaan Danny dan kedua temannya itu, kukira aku bisa menemukan keempat orang yang tidak sempat kubawa itu."


Arthur tidak ada ide apapun, ia tidak merasa hawa kehadiran manusia di sekitarnya jadinya ia juga tahu bahwa memang empat orang yang ia cari itu sudah tidak berada di tempat ini lagi.


"Jalan kecil apa ini?" Arthur melihat jalan kecil yang berbatu yang merupakan lokasi di mana sungai kecil berada.


"Tampaknya jalan ini tidak boleh sembarangan dilalui, batu licin dan patahan ranting yang tajam ada di sepanjang jalan ini, pasti akan butuh waktu untuk melewati jalan ini."

__ADS_1


Arthur melihat jalan kecil itu adalah hal yang harus dihindarinya, ia tidak mau harus melewati jalanan yang berbahaya itu.


"Meskipun aku bisa melewati jalanan kecil itu, kesempatan untuk menemukan empat orang itu tetap saja kecil; aku tidak mau melakukan sesuatu yang aku yakin tidak akan menghasilkan apapun."


Arthur mengurungkan niatnya untuk menelusuri lebih lanjut dengan melewati jalanan kecil itu.


"Karena kecerobohanku aku kehilangan empat orang yang seharusnya kutolong dari sini, aku sudah mencoba mencari mereka namun keberadaan mereka sudah sepenuhnya menghilang di sini. Aku tidak berhasil menemukan mereka berempat."


"Aku hanya bisa berharap pria bernama Brock dan Vincent dapat menguburkan Danny dengan baik di suatu tempat lain dan semoga tidak terjadi hal yang buruk pada mereka, begitupula juga dengan satu orang tidak kuketahui siapa, semoga dia baik-baik saja juga."


Arthur akhirnya benar-benar mengakhiri sesi kunjungan baliknya itu, ia sedikit kecewa karena tidak bisa membawa keempat orang yang tertinggal itu, namun pada akhirnya ia juga punya sesuatu untuk dilakukan dengan segera.


"Aku akan kembali lagi mengurus korban dari penculikan akibat kelompok Dark Shadow itu, dan segera memeriksa tempat bekas bangunan penjara itu juga."


Tubuh Arthur kembali diselimuti oleh lingkaran sihir biru dan kemudian dalam beberapa saat dia sudah benar-benar pindah tempat kembali ke kota dekat kerajaan barat untuk menjalankan kembali apa yang harus dilakukan dan memperbaiki kesalahannya.


***


Beberapa saat kemudian -hari sudah mulai gelap-


Danny dan kawan-kawan akhirnya tiba disebuah tempat, tempat yang sama sekali tidak terkira oleh mereka sebelumnya; sebuah bangunan yang berada di tengah hutan.


"Tempat apa ini? Sebuah rumah? Mengapa ada rumah di tempat seperti ini?" Brock heran karena di depan jalannya, yaitu di antara pepohonan ada sebuah rumah yang tidak terlalu besar yang menghalangi jalan mereka.


Sebuah rumah tua yang tidak begitu besar yang nampak tidak terawat, bagian luarnya terlihat agak hitam dengan jendela dan pintu yang tertutup rapat, terlihat juga ada beberapa sarang laba-laba dengan ukuran cukup besar dan sekaligus tuan laba-laba yang sedang bersantai di sana.

__ADS_1


Rumah itu terlihat sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya, namun tidak diketahui sudah berapa lama rumah itu dibiarkan di sana.


"Hm, kau tahu Brock? Aku pernah teringat sebuah cerita ...." Vincent nampaknya ingin menceritakan sesuatu pada pria besar itu.


"Tidak ada waktu untuk mendengarkan ceritamu itu Vincent, kita harus cepat-cepat melewati rumah ini saja ...." Brock sepertinya tidak begitu tertarik dengan cerita Vincent itu, menurutnya dibanding mendengar pria berambut sebahu itu bercerita, lebih baik ia menikmati keheningan yang ada.


"Kau yakin Brock? Ini penting, aku pernah melihat tempat ini di suatu waktu ...." Vincent tetap bersikeras ingin bercerita meskipun Brock menentang hal itu.


"Apa? Apa itu adalah cerita karanganmu yang tiba-tiba jadi? Apa dengan mendengar cerita itu kau akan berkata rumah tua ini ada sesuatu yang aneh dan akan mengganggu kita? Kau akan berbicara mengenai hal mistis?" Brock memang tidak bisa untuk mendengar cerita Vincent itu, ia berbicara secara spontan demi mencegah temannya itu bercerita.


"Sejak kapan kau punya kemampun untuk membaca pikiran orang lain Brock?" Vincent terheran mengapa Brock bisa tahu apa yang ingin ia ceritakan itu, dan memang ceritanya itu berhubungan dengan hal mistis.


"Apa? Hari sudah beranjak sore, tidak terasa kita sudah berjalan di area hutan ini untuk beberapa lama dan saat ini ketika hari mulai gelap kau akan menakuti kami semua dengan ceritamu itu?" Brock tidak menyangka apa yang dikatakannya secara spontan itu malah membenarkan apa yang akan diceritakan si Vincent itu.


Danny memang tidak bisa menganggap hal biasa apa yang tengah ia lihat ini, sebuah rumah tua yang tidak terawat ada tiba-tiba di tengah hutan yang tidak ada siapun ini; siapa yang hidupnya menjauhkan diri dari peradaban yang seharusnya? Tidakkah akan lebih masuk akal bila lebih baik hidup membaur dengan yang lain?


Danny tidak tahu mengapa ada bangunan rumah yang sudah lama ditinggalkan itu berada berada di tempat yang tidak seharusnya.


Apa yang dikatakan Brock memang benar, hari sudah sore dan bahkan menjelang gelap, namun Danny dan kawan-kawan masih belum melewati area pepohonan ini dan masih belum tahu berapa lama mereka akan berjalan di sana.


Danny pikir tidak ada salahnya bila ia bermalam di tempat yang sudah ditinggalkan itu, lagipula rumah itu memang sepertinya sudah lama ditinggalkan pemilik aslinya.


"Be-bermalam di sana?! Apa kau bercanda Danny?!" Patricia jelas-jelas tidak setuju dengan apa yang dipikirkan Danny itu, entah mengapa ia tidak setuju dengannya.


"Mengapa tidak? Kita akan lihat bilamana rumah itu sudah benar-benar ditinggalkan atau tidak, dan jika beruntung kita tidak perlu lagi tidur di semak-semak, bukankah itu bagus?" Danny pikir rumah kosong namun sedikit berdebu lebih baik dibanding ia harus tidur di luar.

__ADS_1


__ADS_2