Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 6: Petualangan Pembuka


__ADS_3

Dengan bergabungnya Forhan Sang Penebas, anggota party Danny memiliki tambahan kekuatan tempur, Mereka bertiga memutuskan untuk mencari penginapan agar mereka bisa beristirahat untuk mempersiapkan diri mengambil misi selanjutnya di guild.


***


Setelah sesampainya di guild, Forhan disspa banyak petualang lain disana, sepertinya Forhan memang sudah tenar dikalangan petualang, petualang lain juga menanyakan kenapa mau bergabung dengan party Danny seolah-olah merendahkannya, namun Forhan hanya tertawa dan mengatakan bahwa ia tertarik bergabung.


Sesampainya di meja pengambilan Quest, Danny meminta quest untuk tiga petualang, Petugas wanita yang berada di guild itu pun memberikan quest.


"Quest yang akan kalian ambil merupakan quest dengan Rating C-S jadi ada kemungkinan quest ini mudah, ada juga kemungkinan quest ini bertambah sulit dari waktu ke waktu." jelas Si Petugas Guild.


"Apakah ada kemungkinan kami ... menang?" tanya Cecilia.


"Tergantung kekuatan party kalian, namun dengan adanya Forhan kekuatan tempur kalian seharusnya bisa menyelesaikan quest ini."


Danny memandang Forhan, seketika itu juga Forhan memasang wajah bangganya.


"Baiklah kami terima Quest ini," ujar Danny dengan mantap


***


Quest yang diminta adalah untuk menangkap seekor kelinci kerajaan yang sudah lama hilang, kelinci yang langka dan yang terakhir dari rasnya. Lokasi Quest tersebut berada disebuah tempat bernama Dawn Forest sebelah selatan dari pusat Kota Timur.


Mereka menggunakan kuda untuk mencapai tempat tersebut, mereka melewati berbagai desa, jembatan, hutan untuk agar mereka sampai ditempat tersebut.


Setelah dua hari akhirnya mereka sampai ditempat yang mereka tuju.


--------------


Hutan yang tidak seperti hutan biasannya, diameter setiap pohon diwilayah ini bisa mencapai lima ratus meter. Danny dan Cecilia kagum bisa melihat pemandangan seperti ini.


"Apa kalian baru pertama kali kesini?" tanya Forhan.


"Ya..." Danny masih saja kagum dengan tempat ini.


"Kira-kira bagaimana ya cara menebang pohon sebesar ini ...." Danny memikirkan hal yang memang patut sekali dipertanyakan.


"Kau tidak bisa menggunakan kapak biasa untuk menebangnya," jelas Forhan


"Lagipula hutan ini memiliki energi sihir yang tidak dimiliki hutan lain." Lanjutnya


"Energi Sihir?" Danny penasaran.


"Jika kita beruntung, kita bisa menemukan kelinci tersebut dengan cepat."


"Jika tidak, hutan ini akan mengenali kedatangan kita kesini dan mustahil kita bisa kembali."


Penjelasan Forhan semakin membuat Danny penasaran.


"Memangnya hutan ini hidup?"


"Tidak, tapi didalamnya banyak sekali makhluk yang bisa membahayakan kita."


"Makhluk buas?"


"Ya, kebanyakan dari mereka akan muncul dimalam hari."


"Waktu kita tidak banyak hanya sekitar lima jam."


"Mari segera bergegas." Forhan memimpin jalan mereka berdua.


***


Ketika mereka memasuki hutan lebih dalam, cahaya matahari semakin redup karena terhalang oleh ranting dan daun yang teramat besar. Suasana disekitar hutan tersebut hening dan tenang layaknya menipu perasaan waspada mereka.


"Menurut informasi yang kita dapat, kelinci ini tinggal di bagian tengah hutan." jelas Cecilia.

__ADS_1


SREKK...


SREKK...


Mereka bertiga terkejut mendengar suara tersebut di belakang mereka.


"Apa itu?!" Danny terkejut.


"Mungkin hanya angin, lagipula angin disini juga besar bahkan mampu menggerakan daun dan dahan di hutan ini,"ujar Forhan


Danny yang kesulitan mencerna suara tadi merupakan angin, terus waspada disekelilingnya.


------------


Berapa jam kemudian mereka melihat kelinci imut yang sedang tidur didekat pohon besar.


"Apa itu kelinci kerajaan yang dimaksud?" tanya Danny.


"Sepertinya begitu." sahut Cecilia


"Biar aku yang menangkapnya." kata Forhan sembari mendekati kelinci tersebut.


Ketika Forhan berhasil mengambil kelinci tersebut keadaan dihutan sudah benar-benar gelap, sepertinya malam akan segera menjemput mereka.


"Gawat, kita terlalu lama dihutan!"


Forhan yang membawa kelinci kerajaan tersebut menginstruksikan Danny dan Cecilia untuk segera berlari.


"Apa ini sudah lewat lima jam?" tanya Danny


"Sepertinya begitu, butuh waktu lama untuk kita mencapai bagian tengah dari hutan ini." Jelas Cecilia.


Mereka berlari tergesa-gesa di selimuti aura dingin dan gelapnya malam.


"Haaahh....Haahh."


"Haaah...Haaahh."


-------------------


Tak lama kemudia selagi mereka bertiga lari, Cecilia mulai merasakan Aura Binatang Buas dari penjuru Hutan.


"Gawat, sepertinya mereka mulai bermunculan!" Forhan mulai menyadari keberadaan binatang tersebut.


"Kita harus bagaimana?!"


"Tetaplah berlari!!"


Tiba-tiba dari arah belakang mereka, sebuah binatang besar tengah berlari menyusul mereka. Binatang besar berbulu berkuku panjang dengan mata merah menyala layaknya seperti beruang kelaparan.


"Sepertinya kita harus bertarung...." Forhan menyerahkan kelinci tersebut pada Danny.


"Bawalah, lari bersama Cecilia biar aku yang menahan binatang buas ini ...."


"Hey, Forhan binatang itu bukan binatang


sembarangan kan?!"


"Tentu saja mereka memiliki energi dan insting sihir ...."


"Aku akan membantumu ...." paksa Danny


"Jangan!"


"Kau harus tetap menjaga kelinci ini dengan Cecilia!"

__ADS_1


"Lalu bagimana denganmu?!"


"Aku akan baik-baik saja ...."


"Kau janji akan kembali dengan selamat kan?!"


"Aku janji ...."


Akhirnya Danny menerima keputusan Forhan yang akan menghadang binatang buas tersebut agar Danny dan Cecilia bisa keluar dari hutan tersebut.


Danny teringat sesuatu sebelum ia memulai misinya ini, ia sempat membeli beberapa ramuan Potion kecepatan, ia segera menyuruh Cecilia untuk meminumnya, dikarenakan hanya ada satu, awalnya ia menolak karena ingin bersama dengan Danny namun setelah diyakinkan Cecilia akhirnya mendahului Danny sembari membawa kelinci kerajaan tersebut.


Keputusan Danny tersebut mengisyaratkan bahwa tidak mungkin untuk sampai keluar hutand dengan cepat hanya dengan bermodalkan lari biasa. Ceciliapun berlari dengan sangat cepat menembus kegelapan malam sembari mengkhawatirkan Danny yang tertinggal dibelakangnya.


***


Forhan segera mengambil pedang besar yang tersarung di punggungnya itu, Makhluk Beruang besar ini berukuran hampir setengah dari diameter pohon dihutan ini, auranya begitu tajam dan kelihatannya makhluk tersebut tidak begitu tertarik dengan Forhan yang menghalangi jalannya.


"Lawanmu itu aku!!!"


Forhan segera melesat kedepan sambil mengayunkan pedang tersebut, namun serangan tersebut seperti mengenai besi keras, bahkan tidak menyentuh tubuh beruang tersebut, beruang tersebut menggunakan perisai sihir yang melindungi tubuhnya.


"Cih"


"Merepotkan juga kalau begini."


Forhan menyadari bahwa ia tidak bisa menghadapi makhluk tersebut hanya dengan kekuatan fisik, ia memusatkan seluruh energi sihirnya kedalam pedangnya, aura hijau muncul dari sekitaran pedangnya tersebut.


Beruang yang terganggu dengan sihir Forhan tersebut menyerangnya dengan cakar besarnya, namun Forhan masih bisa menghindarinya.


"Busuk..."


"*Huh?!"


"Beruang ini bisa bicara*?!"


Forhan sempat mengira makhluk yang mirip beruang tersebut bisa berbicara, goresan tiga kecil tiba-tiba muncul di pipinnya.


"Ukh..."


"Kau...Menghalangi....Jalanku...."


Beruang tersebut kembali menyerang Forhan kali ini ia hendak memutuskan kepalanya, namun Forhan dengan sigap berkelit memutar badannya diudara dan menangkis serangan yang mengincar wajarnya itu, kali ini berkat energi sihir yang berada disekitar pedangnya ia tidak terpental, namun hempasan dari serangan beruang tersebut sangat besar hingga sampai ketempat dimana Danny sedang berlari.


Sesaat Forhan berhasil menangkis serangan beruang terebut ia melancarkan serangan langsung ke wajah Beruang tersebut. Pelindung sihir yang dikenakan beruang tersebut hancur dan serangan yang dilancarkan Forhan mengenai dengan telak wajah beruang tersebut.


Beruang itupun jatuh, sesaat Forhan hendak menyarungkan kembali pedangnya beruang itu tiba tiba menghempaskan Forhan ke pohon yang berada di dekatnya, sampai-sampai pohon tersebut sedikit berguncang.


Forhan terluka parah dibagian dadanya, luka dalam lebar, darah segar mengalir dari tubuhnya, sesaat ia masih dalam keadaan sadar ia melihat bahwa beruang itu memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa, luka pedang yang cukup besar terukir diwajahnyapun segera lenyap menjadi seperti semula.


"Tidurlah........"


Beruang tersebut kembali melakukan pengejarannya.


"Ti...tidak....."


*Danny dan Cecilia dalam bahaya


Aku harus menolong mereka


"Aku harus bisa menuntaskan misi ini*


Forhan mengingat kembali janjinya dengan Danny bahwa ia akan kembali dengan selamat.


Maafkan aku kawan ....

__ADS_1


Perlahan namun pasti kesadaran Forhan kian menghilang, kini Makhluk tersebut mengincar Danny dan Cecilia.


***


__ADS_2