Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 469: Bertemu Lagi


__ADS_3

Shhhhh....


Danny membuka matanya, dan ia bisa merasa ada yang berbeda di sini.


'Panas,' batinnya, yang kenyataannya memang ia kini sedang menginjakkan kakinya di tanah pasir luas.


"Padang gurun?" Danny bingung, ia pikir ia akan pergi ke Kerajaan Barat untuk mencari bala bantuan, namun mengapa malah sekarang ia berada di tempat ini?


"Dark... ah, Raven, mengapa kita ada di sini?" Danny menatap gadis berambut pendek serba hitam dengan heran.


"Kita sampai." Raven melihat ke depan dengan serius, sedang jawabannya ini tidak langsung dimengerti oleh pemuda yang ada di sebelahnya.


Danny melihat ke sekitarnya sekali lagi, dan apa yang dlihatnya ini memang tidak salah, mereka jelas-jelas ada di padang gurun tandus panas.


Mengapa mereka tidak pergi ke pusat Kota Kerajaan Barat saja? Bukankah di sana lokasi seorang yang mereka cari itu?


DDRRRPPPP.....


"?!" Tiba-tiba saja Danny mendengar suara gemuruh yang hebat dari sisi lain padang gurun, namun ia tidak melihat adanya badai atau fenomena alam lain yang bisa menjelaskan hal ini.


Kecuali memang ada hal lain selain itu yang terjadi di tempat ini.


"Bersiaplah Danny." Raven terdengar serius, dan Danny jadinya ikut serius di sini.


'Apa yang sebenarnya terjadi di sini?' Danny masih belum tahu kepastian yang terjadi di tempat ini.


DRAP!


DRAP!


Pada akhirnya suara itu makin terasa dekat dan Danny terdiam melihat apa yang ada di depannya itu.


Sekumpulan kuda merah dan juga pasukan makhluk merah yang tidak terhitung jumlahnya, berlari kencang ke arah mereka.


'Iblis.... mereka juga menyerang daerah Kerajaan Barat.' Danny bukannya tidak tahu apapun soal daerah tempat ia menginjakkan kakinya, meski ia tidak pernah melangkahkan kakinya sejauh ini, namun sudah bukan rahasia lagi area padang pasir ini adalah daerah dekat Kerajaan Barat juga.


SSHHHHHH....


Aura kekuatan iblis makin lama makin terasa dan membuat perasaan jadi tidak karuan, yang sekarang dirasakan pemuda ini.


Bagaimana tidak? Kini sejumlah besar makhluk merah mengerikan dengan kuda merah yang gagah dan besar ada di sisi lain tak jauh dari mereka, bersiap menyerbu apapun yang ada di depannya.


Sedangkan ia yang berdiri di hadapan mereka hanya ditemani oleh seorang gadis yang menyuruhnya bersiap, bagaimana mungkin tidak ada ketegangan yang berlangsung di sini?


Danny masihlah manusia biasa yang punya perasaan, namun pada akhirnya perasaan tidak akan banyak membantu.


Berkaca dari serangan yang telah terjadi di pusat Kerajaan Timur, kini Danny sudah melihat bukti bahwa rencana iblis itu serentak dilakukan.


SYUT!


"Tunggu apa lagi? Kau mau mati?" Tanpa disadari pemuda ini, gadis berambut pendek itu ternyata sudah berubah menjadi makhluk hitam bermata merah menyala yang menyeramkan. Begitupula dengan suaranya yang jadi of bergema dan berat.


"Aku tidak membatasi kekuatanmu, jadi mengamuklah sepuasnya."


HUSH!


Begitu selesai bicara Raven dengan wujud bertarungnya itu melesat ke depan sangat cepat, meninggalkan Danny yang masih berdiri.


'Ah benar juga, sebelumnya dia yang menghentikan paksa kekuatan ini....' Danny sadar akan hal ini.


Kemampuannya yang aneh itu bahkan bisa menghentikan paksa kekuatan ras demi human, menstabilkannya bahkan sampai seperti semula.


Padahal Danny sendiri masih sulit mengontrol kekuatan batu permata dan seringkali harus menyerahkan dirinya sendiri dan diambil alih oleh kekuatan ini.


Namun ternyata ada orang lain yang punya kemampuan khusus yang menyelamatkannya di saat genting meski dengan harga yang tidak murah, yakni meninggalkan temannya sendiri.

__ADS_1


Meski ada kemungkinan Raven bisa saja tidak datang dan menghentikannya, namun tetap saja itu tidak menjamin itu adalah hal yang tepat.


Kemungkinan buruk bisa terjadi dan bahkan ia bisa jadi lebih berbahaya dibanding musuh bagi rekannya.


Jika ini adalah jalan yang harus ditempuhnya maka Danny tahu ia harus menjalaninya dengan serius.


'Waktunya mengamuk... hehe.' Danny menutup matanya, merasa ketegangannya menghilang perlahan, dan itu adalah hal bagus.


BUM!


DUAGHG!


Seementara itu Raven dengan cepat bergerak layaknya bayangan dan menghajar kerumunan iblis beserta dengan kudanya, gerakannya begitu cepat sampai-sampai gerombolan makhluk merah itu kesulitan mengatasinya.


Gerombolan makhluk merah itu sebagian besar terjatuh dan kudanya juga malah jadi tak tentu arah. Kemampuan Dark Shadow mengatasi gerombolan musuh ternyata


berguna juga.


BUM!


Ledakan tiba-tiba terjadi, dan yang pasti itu bukan berasal dari makhluk merah atau Raven.


TAP.


Danny mengepalkan tinjunya, membuka matanya yang kini bersinar menyala dengan aura kuning menyelimuti sekujur tubuhnya.


"Saatnya bersih-bersih!"


HUSH!


Danny melesat ke depan sangat cepat, bahkan seperti kilat kuning dari dunia lain, begitu cepat dan tidak terprediksi sama sekali.


BUAKH!


"ARGH!" Iblis merah yang begitu banyak itu tidak berkutik ketika lawan yang mereka hadapi begitu cepat dan terkesan seperti bayangan hitam dan kuning yang menyerang membabi buta.


Sret!


Salah satu iblis besar yang memegang senjata pada akhirnya berhasil menyerang Raven, namun tidak begitu berpengaruh padanya, hanya menembusnya saja layaknya bayangan.


Gerombolan iblis yang banyak itu tidak ada yang cukup cepat untuk mengatasi kedua orang ini, yang pada akhirnya membut banyak di antara mereka yang tumbang.


'Yang perlu kulakukan adalah membereskan mereka' Danny terus berupaya menggunakan kekuatan batu pertama mulia itu untuk menyingkirkan sejumlah besar pasukan iblis.


Namun karena jumlahnya yang begitu banyak, yang pada akhirnya tidak membuat pekerjaan mereka jadi mudah.


Baru kali ini Danny melihat sejumlah besar makhluk merah mengerikan dan terlihat mengancam, namun tidak ada waktu untuk memerhatikan mereka, yang ia perlu lakukan hanyalah melakukan urusannya saja.


BUAK!


BUM!


Setelah serangan beruntun dilancarkannya, Raven mundur sedikit dan menghentakkan kakinya ke bawah.


"Teknik Hitam: Pindah." Seketika itu juga muncul lubang hitam besar di bawah yang membuat siapapun yang berada di atasnya jadi turun ke bawah, dan sebagian besar iblis itu tentu saja jatuh ke bawah.


Teknik yang aneh seperti membuat jebakan portal, dan itu berhasil membuat para musuhnya jatuh ke bawah, membawa mereka ke tempat yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.


"Sihir Tanah: Lumpur Tanah!" Danny dengan cepat melompat ke atas dan pasir yang ada dibawah kaki para kuda-kuda dan iblis itu jadi berubah menjadi lumpur yang punya daya tarik kuat, membuat sebagian besar gerombolan iblis itu jadi tenggelam ditelan lumpur.


Dengan usaha yang mereka lakukan ini, pada akhirnya pasukan iblis yang begitu banyak ini jadi mulai mundur. Mereka tidak memaksa maju atau menyerang lagi karena sadar akan kemampuan lawan mereka.


Sshhhh....


Kini terlihat jumlah pasukan iblis yang tumbang sudah begitu banyak, Danny dan Raven melihat sisa musuh, mereka kini menatap dengan raut wajah yang tidak senang.

__ADS_1


'Dia hebat.' Meskipun baru pertama kali, Danny bisa merasakan kerja sama yang baik dengan gadis ini, kepercayaan dirinya begitu meningkat dan rasanya ia bisa melakukan apapun.


Tidak ada lagi keraguan untuk membasmi apa yang jahat, dan membuat musuhnya tahu akan siapa dirinya dan gadis ini.


"Hmph. Tidak buruk untuk pemanasan." Sorot mata merah Raven menyala terang, ia terlihat belum selesai bersenang-senang di sini.


Kini pasukan merah itu terdiam hanya menatap penuh kebencian, tanpa melakukan sesuatu yang berarti.


Danny terdiam juga mengamati para iblis dalam jumlah banyak itu, ia sadar akan suatu hal di sini.


'Kenapa mereka lebih lemah dari yang biasanya?' Danny bertanya dalam hatinya sendiri, mengingat ia sebelumnya hanya menemui iblis dengan kekuatan yang tidak masuk akal.


'Apa ras mereka punya tingkat kekuatan tertentu?' Kemungkinan itu yang sekarang dipikirkannya.


Yang bisa jadi yang dihadapi mereka sekarang ini adalah jenis iblis yang hanya mengandalkan jumlah, bukan kekuatan.


Danny kini sadar dengan strategi yang digunakan iblis, yakni dengan mengambil alih area padang pasir Kerajaan Barat dengan mengandalkan jumlah tenaga yang banyak.


Strategi ini akan berjalan lancar bilamana tidak ada yang mempertahankan tempat ini, dan juga jika lawan yang ada di sini level kekuatannya setara atau kurang dari pasukan mereka.


Yang pada akhirnya memang tidak sejalan dengan hal itu. Level kekuatan gadis berambut hitam dan juga kekuatan batu permata mulia sudah lebih dari cukup untuk mengatasi sejumlah pasukan besar iblis ini.


"Teknik Gelap: Aura Gelap." Perlahan Raven mengangkat tangan kanannya ke depan, dan seketika itu juga aura gelap keluar dari telapak tangannya mengarah ke musuhnya dengan begitu cepat.


HUSHH!


"GRAH!"


Kini sejumlah besar pasukan iblis itu terselimuti oleh aura gelap dan seketika itu juga mereka meronta tidak terima dengan apa yang dialaminya.


Shhhh....


Perlahan namun pasti aura hitam yang kini menyelimuti semua makhluk merah itu membuat keberadaan mereka menghilang perlahan dari dunia ini.


Berbeda dengan teknik teleportasi sebelumnya, kali ini lebih kepada menghapus eksistensi siapapun yang terkena teknik ini.


Makhluk merah itu pada akhirnya ditelan oleh aura kegelapan, tanpa bisa melakukan apapun untuk mencegahnya.


Mata Danny yang bersinar kuning memerhatikan dengan jelas bagaimana keberadaan iblis benar-benar menghilang, tubuh fisiknya dan juga hawa keberadannya, aneh tapi nyata.


Inikah kekuatan sosok Dark Shadow yang sebenarnya?


Shhhh....


Tanpa perlu waktu lama, sejumlah besar pasukan makhluk merah yang datang ini semuanya sudah tereliminasi, tidak ada yang tersisa.


"Tidak buruk, padahal kau bisa saja langsung menghabisi mereka semua." Raven menatap Danny dengan serius.


Danny terdiam, ia memang mendapatkan kekuatan yang jauh lebih besar ketika menggunakan kekuatan batu permata mulia ini, dan itu termasuk ketika ia menggunakan sihir dasar sekalipun.


Hanya saja Danny masih tidak menyangka musuh yang ada kali ini begitu mudah, ia pikir ia harus tetap bersiaga dan menunggu barangkali musuh akan melakukan sesuatu yang aneh.


Namun sampai akhir pun pada akhirnya tidak terjadi seperti yang ada dalam pikirannya.


Pada dasarnya kekuatan lawan berada di bawah mereka, sesederhana itu.


"Jadi bagaimana sekarang?" Danny melihat situasi kini lebih kondusif, jadinya apa lagi yang harus dilakukannya?


TAP.


"Kau...." Tanpa bisa disadari siapapun, terdengar suara pria dibelakang pemuda ini, yang membuatnya terdiam sejenak.


Kenapa tiba-tiba bisa ada suara?


'Suara ini....' Danny perlahan menengok ke belakang, tahu pasti suara yang didengarnya itu, tidak mungkin salah karena memang suara yang keras dan tegas ini adalah....

__ADS_1


"Tuan Arthur?"


__ADS_2