Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 345: Sudah Berusaha


__ADS_3

Sihir tornado api tadi adalah serangan terbesar setelah serangan hembusan nafas api yang dikeluarkannya tadi, Vincent mengerahkan segenap tekad dan keberaniannya dalam tiga serangan sihir ini dan mempertaruhkan segalanya agar ia bisa bertahan dari musuh umat manusia ini.


Ketiga serangan sihir yang telah dilakukannya ini menguras tenaganya lebih daripada apa yang dibayangkannya, untuk pertama kali setelah lima tahun tidak mengeluarkan sihir, ia sendiri malah tidak menyangka ternyata kemampuannya itu tidak terlalu buruk dibandingkan dengan Brock.


Sayangnya Vincent tidak mampu untuk merealisasikan rencananya untuk membuat iblis itu terjatuh di atas cairan lava panas di tepi pantai itu, karena iblis itu menahan serangan api tornado dengan kekuatannya maka dari itu ia tidak bisa berbuat banyak.


Tap.


Tifee mendarat dengan aman di atas pasir tepi pantai itu, jika di lihat saat ini kondisinya terlihat tidak baik-baik saja.


Seluruh wajahnya melepuh, begitupula seluruh pakaian warna hitamnya perlahan hancur bagian demi bagian kecilnya, yang menandakan baju perlindungannya itu sudah tidak bisa lagi diandalkan olehnya.


Rasa sakit yang dirasakan Tifee bertambah-tambah, ia sebagai iblis yang memiliki tugas untuk mengakhiri seorang manusia yang memiliki kekuatan suci malah harus terhenti di sini dan lebih memalukan lagi ia malah terdesak dengan seorang manusia asing yang tidak sengaja bertemu dengannya itu.


Harga dirinya sebagai ras iblis merasa jatuh, ia tidak menyangka kekuatan manusia begitu bertambah pesat hingga pada akhirnya membuatnya kewalahan sampai seperti ini.


Tifee mengepalkan tangannya, bekas luka bakarnya itu terus membakarnya tanpa henti, bahkan sampai melelehkan kulit dan dagingnya, perlahan namun pasti bagian tangannya itu terbakar menjadi abu hingga akhirnya mudah sekali tertiup angin.


"Ukh." Karena mengalami luka bakar yang cukup hebat, rasa sakit sudah tidak bisa dirasakan lagi olehnya, Tifee malah semakin merenung mengapa bisa-bisanya ia terluka separah ini.


Padahal sebelumnya ia telah melawan pusaran angin api yang dilancarkan oleh manusia itu, yang memang kekuatannya itu mampu untuk menahannya agar tidak jatuh ke lava, namun melihat keadaannya saat ini, rasanya tidak jauh berbeda jika saja ia terjatuh ke sana; tetap saja dirinya akan terbakar, hanya saja perbedaannya adalah jika jatuh ke lava ia akan cepat terbakar sedangkan dengan menerima serangan manusia itu ia lebih lambat terbakar.

__ADS_1


Luka bakar yang dialaminya lebih parah dibanding yang dialami oleh Vincent, karena serangan Vincent tadi bisa dikendalikan areanya maka dari itu penggunanya mendapat dampak lebih sedikit dibandingkan dengan korbannya meskipun dilancarkan dari jarak cukup dekat.


Di sisi lain Vincent yang saat ini hanya bisa bertumpu pada kaki kanannya, mata tajam birunya sudah meredup dan kemudian menghilang, matanya kembali menjadi hitam seperti sedia kalanya yang itu menandakan kemampuan Prediction Master sudah tidak bisa membantunya lagi saat ini.


Vincent berusaha mengangkat tubuhnya sendiri, terasa berat seperti seorang yang ingin bangun tidur namun masih mengantuk, dan lagi sepertinya akan enak bilamana merebahkan tubuhnya saja di atas pasir itu.


Lagi-lagi Vincent memikirkan hal yang seperti itu, di mana ia ingin mengambil keputusan yang ingin dirasakannya itu, namun dalam pertarungan ini, merebahkan tubuhnya di tanah bukanlah hal yang benar-benar menguntungkannya.


Kemampuan Prediction Master yang memang tadi membantunya memberi kekuatan dan tekad untuk bertarung sudah dalam batasnya, kini Vincent merasa lelah dan rasanya ia terlalu banyak mengeluarkan kekuatan.


Vincent melihat sekujur tubuhnya, luka bakarnya masih saja ada di sana, rasa sakitnya masih tetap sama namun ia beruntung karena serangan ketiga yang dilancarkannya dari jarak yang cukup dekat juga tidak berakhir sama dengan serangan sihir bola apinya pertama kali pada iblis itu.


Hembusan nafas yang semakin tidak teratur diiringi dengan keringat yang menetes perlahan-lahan dari setiap jaringan kulitnya, membuatnya merasa dingin menanggapi situasi malam hari ini.


Dengungan suara yang cukup keras muncul dari dalam pendengarannya saat ini, pria berambut sebahu itu merasa ia kini hanya bisa mendengar suara dengungan itu, tidak mampu lagi mendengarkan suara-suara yang lainnya.


A-apa ini?


Pandangannya di malam hari ini pun ikut kabur, dalam waktu yang singkat Vincent tidak bisa lagi melihat segala sesuatunya dengan jelas kini ia hanya bisa melihat suasana sekitarnya seperti tengah diselimuti kabut.


Karena kondisinya sudah seperti ini akhirnya Vincent sadar ia sudah mencapai batasannya, tanda-tanda yang ia alami ini mengingatkannya pada hal-hal yang telah ia lakukan sebelumnya.

__ADS_1


Ia sudah cukup keras berjuang dengan mengeluarkan tiga serangan sihir api yang kuat dan pula berhasil untuk menghambat iblis yang berniat untuk menemui Danny itu.


Dan lagi-lagi sama seperti yang sebelumnya Vincent sekarang sudah tidak bisa lagi dengan jelas melihat keadaan musuhnya seperti apa, karena memang penglihatannya sudah tidak begitu memadai begitupula ia tidak bisa mendengar apapun karena yang bisa didengarnya hanyalah dengungan keras saja.


Sial! Ini bukan saatnya aku berhenti 'kan?! Apakah aku tidak bisa menghambat lebih lama lagi pada iblis jahat itu?!


Vincent merasa ia sudah tidak bisa lagi melakukan serangan ataupula berusaha bertahan padahal momen selanjutnya yang ia sudah tahu pasti akan menentukan bagaimana semuanya berakhir


Sial! Padahal selanjutnya menentukan semuanya! Aku ingat pasti bagaimana caraku berakhir di sini!


Vincent tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya saat ini, ia merasa belum cukup sampai di sini, namun malahan ia sudah tidak sanggup sebelum semuanya berakhir!


Kekuatanku benar-benar sudah pada batasannya, padahal kejadian selanjutnya yang menentukan semuanya! Bagaimana ini?!


Kenyataan yang telah dilihatnya sebelumnya yang merupakan akhir dari hidupnya sendiri, Vincent telah melihat semuanya dengan jelas dan masih terpampang dengan jelas di dalam pikirannya sendiri.


Sebelumnya ia juga sudah berusaha untuk membuat 'akhir' yang berbeda pada masa depannya itu, ia memaksakan dirinya untuk kembali menggunakan kekuatan sihir api secara penuh setelah hampir lima tahun tidak digunakannya, dan tentu saja menggunakan sihir untuk pertama kalinya kembali dalam jangka waktu lama membuatnya harus beradaptasi kembali.


Dan untuk bisa mengeluarkan tiga sihir api berkekuatan besar sebelumnya merupakan keberuntungan baginya, setidaknya ia tahu bahwa kekuatan sihirnya yang hanya satu jenis itu bisa cukup membantunya dalam keadaan seperti ini.


Vincent yang mengalami kesulitan melihat sekaligus mendengar itu berusaha untuk bangkit, ia tahu semua ini belum berakhir, ia bahkan tidak tahu bagaimana kondisi musuhnya saat ini, apakah serangannya bisa kembali menghambatnya atau sebaliknya.

__ADS_1


Bagaimana caraku mengetahui apa yang akan musuh lakukan padaku?!


__ADS_2