
Sementara itu di sisi lain….
‘Aku merasa terpanggil….’ Raven sedang terduduk di salah satu dimensi, diantara hutan belantara perempuan itu berdiam tenang.
Wujud makhluk hitamnya juga seolah tersedot, dan kini ia tidak bisa menyembunyikan identitasnya lagi.
‘Kerja bagus Danny!’ Sementara itu ia akhirnya sadar apa yang terjadi, ia bersila, fokus dan mengeluarkan suatu teknik.
“Teknik Kegelapan: Kembali Ke Asal!”
Seketika itu juga sebuah portal dimensi hitam muncul dan menelannya.
***
Neraku, tempat terdalam raja iblis Archifer.
Danny terdiam, ia sudah kembali ke wujud manusianya dan kekuatan suci menyelimuti tubuhnya namun ia hanya menatap kosong ke depan dengan sorot mata merah mengerikan.
“Aku berhasil. Aha… Haha… hahaha!” Archifer sangat puas melihat lawannya sudah dalam kendali penuhnya, kemenangan sudah ditangannya, tidak ada yang bisa menghentikannya lagi!
SYUT!
“Hm?” Tiba-tiba muncullah portal hitam di belakangnya!
“SIALAN ARCHIFER!” Raven datang dan memukul kepalanya! Tidak main-main sampai menimbulkan hempasan yang kuat sekali!
“….” Archifer diam tak bergeming sementara itu dengan cekatan Raven berkelit dan mengarahkan kedua tangannya ke depan.
“Kekuatan Gelap: Jerat Gelap!” Muncullah banyak tali kecil yang menjerat Archifer, mulai dari kepala bahkan sampai ke kakinya. Sungguhlah banyak sekali tali yang mengikat tubuhnya!
“Haa.. Haah….” Raven terlihat kelelahan,hadir dalam wujud aslinya, ia tidak bisa sok kuat dengan memakai wujud makhluk hitam gagah. Kini ia tampil apa adanya!
Archifer terdiam, ia tidak terkejut dengan kehadiran tamu tak diundang ini. “Kau sudah besar Raven.” Sang raja iblis malah tersenyum kecil.
“Hih.” Raven mengusap keringatnya, ia tidak ingat kapan terakhir kali menginjakkan kaki di tempat asal raja iblis, rasanya sudah lama.
__ADS_1
“Dulu kau masih kugendong berkeliling tempat ini.” Archifer memandangnya penuh arti.
“….” Ah, akhirnya Raven ingat, memang sudah lama sekali sejak terakhir kali melihat tempat ini.
“Hanya calon penerusku yang kuajak ke tempat ini.”
Raven terdiam. Ia mengarahkan pandangannya pada Danny, pemuda itu kaku sekali dan pandangannya kosong.
Ini tidak bagus.
“Lepaskan dia!” Raven menguatkan jerat talinya, yang bahkan suara zirah emas sang raja terdengar remuk saking kuatnya.
“Kenapa kau memihak manusia?”
Archifer tidak sadar dari awal, energi yang dipancarkan gadis ini sangat berbeda.
Apa dia sengaja menyamarkan kekuatannya demi tujuan tertentu?
“Jangan tanyakan hal yang sudah kau tahu.” Raven terlihat tidak senang mendengar pertanyaan ini.
Ia sadar tidak ada gunanya basa-basi, mau bagaimanapun juga tidak mungkin raja iblis tidak tahu apa motifnya.
“Kenapa memberontak? Padahal kita akan segera menguasai dunia.” Archifer masih berusaha mengobrol dengannya.
“Aku tidak sudi.” Raven membuka mulutnya juga dan menatap tajam ke depan.
“….” Archifer terdiam, sementara senyum kecil muncul di wajahnya. Lagi-lagi ada saja yang kembali menghalanginya.
Kemenangan sudah ia pegang, namun muncul lagi halangan merepotkan.
‘….’ Raven bergetar, tubuhnya berasap seolah terbakar di tempat ini. Wajar saja mengingat begitu panasnya tempat ini.
Ia tidak ingat saat dibawa raja iblis ke tempat ini, namun ia tahu dulu ia dilindungi energi khusus.
‘Dia sangat diuntungkan.’ Baru saja Raven menginjakkan kakinya di sini, malah sudah terdesak begini.
__ADS_1
Sulit bagi makhluk selain raja iblis sendiri bertahan di tempat ini. Archifer pikir gadis kecil itu tahu apa yang ia lakukan.
Tidak mungkin dia datang kemari tanpa persiapan apapun.
Harus diakui kekuatannya mungkin sudah bertambah hebat, dibuktikan dengan kehadirannya di sini.
‘Sial aku telat.’ Mau bagaimana lagi, Raven sibuk dengan kekuatan alam yang membuang-buang waktunya.
Jadilah ia sangat telat untuk sampai ke tempat ini.
‘Dia sudah melakukan sesuatu pada Danny.’ Raven bisa merasakan kekuatan suci dan kekuatan ras leluhur demi human ada pada pemuda itu, namun seolah terkunci dan dia tidak bisa melakukan apapun.
Bahkan kekuatan Archifer bisa mengatasi energi suci juga? Raven tidak menyangka, namun itulah kenyataannya.
Shhh….
“Kekuatan Gelap: Pelindungan Gelap Total.”
Raven menguatkan kekuatan gelapnya, tidak bisa dipungkiri ia bisa terpanggang hidup-hidup meski hanya diam beberapa saat saja. Rasanya setiap detik berharga dan dipertaruhkan di sini.
Aura kekuatan gelap hebat muncul, Archifer bisa merasakannya dan langusng bernostalgia yang hebat. Dia punya potensi lebih dari para abdi setianya.
“Kekuatatan Gelap: Tombak Gelap Abadi.” Seketika itu juga sebuah tombak kokoh dan besar tercipta di tangannya, ia beraksi dengan memutarkannya sebagai pemanasan.
Archifer terdiam, sementara ia masih belum melepaskan diri juga dari jerat tali gelap yang mengikatnya. Apa yang sebenarnya ia pikirkan? Bukankah tidak biasa sang raja iblis membiarkan musuhnya seenaknya begini?
“Raven.” Archifer membuka mulutnya, suaranya berat dan lebih berwibawa lagi. “Kemarilah, nikmati kemenangan kita.”
“!” Air muka gadis itu berubah seketika itu juga. Alis matanya turun tajam, sorot matanya bersinar tajam.
“AKU TIDAK SUDI!”
HUSH!
Raven maju ke depan, sementara Archifer tahu ia tidak bisa meyakinkannya lagi, ia menatap gadis itu dengan seksama, pada akhirnya datang saatnya di mana ia menghadapi….
__ADS_1
“Datanglah putriku!”
KRASH!