Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 538: Siapa Bosnya?


__ADS_3

'Putaran Tendangan Mawar!' Seketika itu juga Sophia berputar sembari menangkis serangan Archifer, ia tidak lagi bertahan dan menyerang balik.


TRANG!


TANG!


Beberapa tendangannya masuk mengenai sang raja iblis, menimbulkan suara yang memekakan telinga, zirah emas Archifer sungguhlah keras sekali!


Setiap serangannya terasa tidak berefek sama sekali, padahal sudah jelas-jelas serangannya itu mengenainya.


"!" Sophia melihat sesuatu yang menarik, ziarah emas sang raja iblis ini sedikit baret, ia tahu itu bukanlah hasil dari serangannya, mengingat semua serangannya masuk, namun tidak menghasilkan apa-apa.


Perlahan namun pasti Sophia sedikit tersenyum, sementara sang raja iblis terus menggempurnya dan berhasil memukulnya di beberapa bagian.


"Agh!"


Tidak sedikitpun Archifer menunjukkan belas kasihannya, demi human perempuan ini tidak ia bedakan, ia tetap menghajarnya begitu rupa dan kemudian mencekiknya.


"Ukh!" Sophia tidak dibiarkan terhempas lagi, kini Archifer memegang kendali penuh.


HUSH!


BRAAGH!


Seketika itu juga muncullah Danny dari Archifer langsung menendang kepalanya dengan keras, saking kerasnya bahkan sampai Sophia bisa melepaskan diri dan menjauh dari situ.


"HAH!" Danny terlihat puas, kapan lagi ia bisa menendang kepala raja iblis begini? Tapi anehnya makhkota di kepalanya tidak terlempar, kenapa bisa begitu ya?


"Hm." Archifer berbalik ke belakang, ia bisa melihat pemuda yang kegirangan, patut diakui kejadian ini begitu memalukannya.

__ADS_1


BAGH!


Dengan cepat Archifer menendang Danny keras sekali, dan kemudian seperti biasa melancarkan serangan beruntun.


SRING!


Sorot mata Danny melihat tajam ke arah serangan yang datang, ia berusaha bertahan dari gempuran serangan brutal itu. Ia sudah bisa melihat polanya sekarang!


Sebanyak apapun gaya bertarung raja iblis, pasti ada saatnya dia mengulang lagi gerakannya! Dan ini sesuai perkiraannya! Danny berkelit menghindar sempurna dari rentetan serangan fisik yang rumit itu!


"HM!" Archifer tidak hentinya menggempur Danny, sedang Danny makin percaya diri bisa menghindar setiap serangan yang ada.


Kemampuan memori Danny terasah seiring dengan berjalannya waktu, entah sampai berapa lama sang raja iblis ini menyerangnya meski tak ada serangan yang masuk sedikitpun.


"HAAAH!" Dengan cepat Sophia datang dari belakang dan menghadiahkan tinjuan, mengenai telak kepala sang raja iblis yang sibuk menyerang Danny.


Lagi-lagi serangannya hanya menggetarkan kepala bagian belakang musuhnya ini, sungguhlah pertahanan fisik sang raja iblis ini tidak main-main.


Danny mengincar bagian setengah tengkorak dari raja iblis itu dengan harapan melihatnya hancur, namun sayangnya tidak sesuai dengan pikirannya.


Tidak peduli penampilannya setengah-setengah begitu tetap saja tidak ada bagian rapuh pada musuhnya itu.


Danny curiga jangan-jangan penampilan setengah tengkorak raja iblis itu hanya untuk keren-kerenan saja. Mengingat ras iblis bisa mengubah penampilannya sesuka hatinya.


Jadi bisa saja itu bukan wujudnya yang sebenarnya. Meski di sisi lain Danny tidak peduli juga bagaimana wujudnya, yang ia harapkan hanyalah kesempatan agar bisa memutar roda keberuntungannya.


Kedatangan mentornya yang memberi misi besar ini sama sekali tidak terduga. Danny merasakan ia dapat dukungan besar untuk mempertahankan dimensi nol ruang hampa. Kekuatan sang penjaga hutan sihir itu bersatu membantu menjebak raja iblis lebih lama.


Adalah hal yang memalukan bagi raja iblis terkena serangan dua arah seperti ini. Ekspresinya tidak terlihat senang sekarang.

__ADS_1


HUUUUSHHH!


"!" Danny dan Sophia dipaksa mundur oleh hempasan aura kuat ini. Jelas-jelas Archifer hendak melawan hukum alam yang ada! Dia tetap berusaha menggunakan kekuatan sihirnya!


Tapi dimensi ruang hampa ini sama sekali tidak mengizinkannya! Itu adalah kodrat alaminya! Tidak ada kekuatan lain yang diizinkan ada di tempat ini.


HUUUSHH!


Sementara itu hempasan udara semakin menggila saja, Danny dan Sophia tidak bisa bertahan lama di posisinya yang seperti ini.


"UAH!"


Danny dan Sophia akhirnya terhempas juga, tidak kuat menahan aura kekuatan sang raja iblis.


Archifer terus mengumpulkan kekuatannya, tidak peduli ini di mana, ia adalah raja iblis, tidak mungkin tunduk pada apapun!


"!" Sophia bisa merasakan ada sesuatu yang berbeda. Ini tentunya menyangkut kondisi dimensi ruang hampa.


Ia merasakan tekanan yang luar biasa hebat yang berasal dari Archifer. Semakin lama semakin kuat, tentunya hal ini tidak diantisipasinya. Bagaimana mungkin raja iblis itu bisa melakukannya?


"HUP!" Danny menahan laju hempasan, Archifer tidak menyerangnya membabi buta lagi, melainkan terlihat mengepalkan kedua tangannya agak menunduk. Dia begitu serius melakukannya.


"Gawat!" Danny berusaha mendekat lagi, namun apa daya di sekitaran area raja iblis itu tercipta aura pertahanan angin yang menghalangi siapapun mendekat.


Archifer terus mengeluarkan aura kekuatannya. Ia akan mematahkan setiap hukum alam yang berlaku, tidak ada yang lebih tinggi dari posisinya! Ia terus berusaha mengumpulkan aura kekuatan meskipun lebih sulit.


Sophia terdiam, meski ia masih dalam kondisi primanya, namun tetap saja ia tidak bisa menghentikan usaha sang raja iblis itu. Aura kekuatannya terus meningkat tidak masuk akal, tak lama lagi aura gelap pasti akan terpancar ke sini.


Tidak dapat dipungkiri Archifer sedang berusaha menunjukkan siapa bos-nya di sini. Ia tidak berencana mengalahkan mereka hanya dengan kekuatan fisik.

__ADS_1


'Kalau begitu untuk apa?' Danny bertanya dalam batinnya, kenapa di tempat ini Archifer tidak bisa juga ditaklukan? Harus bagaimana lagi?


Padahal ia sudah merisikokan semua kekuatan demi momen ini, tapi kenapa masih belum cukup juga?


__ADS_2