
Forhan yang melihat Danny terkapar didekat pohon besar itu menangis sejadi-jadinya
"Kenapa ini bisa terjadi?!"
"Kenapa?!"
Forhan mendekap tubuh Danny yang sudah terkulai lemas
"Andai aku datang lebih cepat..."
"Kau pasti tidak akan mati..."
SREKK...
KREKK...
Forhan mendengar suara-suara dari arah hutan. Binatang buas yang lain mulai menghampiri mereka berdua.
"Gawat!"
Digendongnya Danny di punggungnya sedang ia membawa pedang besar itu dengan satu tangan, Makhluk serigala muncul dari arah kegelapan hutan tersebut hendak menerkam mereka berdua.
Salah satu dari mereka berhasil menggigit tangan dan kaki Forhan hingga berdarah namun ia tetap berlari sembari mengusir serigala tersebut, karena keinginan kuatnya untuk menyelamatkan Danny kecepatan berlari Forhan melebihi manusia pada umumnya atau lebih tepatnya seperti binatang buas juga dengan nyala tekad yang membara Forhan berhasil menembus keluar dari pekatnya malam kelam dihutan tersebut
---------------------
Cecilia yang telah sampai beberapa hari lalu menunggu lama di guild mengkhawatirkan Danny dan Forhan yang masih saja belum kembali dari hutan tersebut
"Ingat Cecilia aku ingin kamu menunggu aku dan Forhan di guild"
"Ingat apapun yang terjadi tetap berlari hingga keluar dari hutan ini..."
"Ta..tapi"
"Kami pasti berhasil"
Itulah kata-kata terakhir Danny sebelum akhirnya ia membiarkan Cecilia pergi terlebih dahulu.
----------------
Forhan dan Danny yang telah berhasil keluar dari hutan tersebut mendapati salah satu dari kuda mereka yang tengah menunggu tepat diarea masuk hutan tersebut.
"Ahh... Kuda pintar" Forhan mengelus-elus kudanya itu
Setelah ia menaikkan Danny di belakang pundaknya ia memastikan Danny tidak terjatuh
Perjalanan panjang mereka untuk pulangpun dimulai, di sepanjang perjalanan Forhan tidak henti-hentinya mengkhawatirkan keadaan Danny. Beberapa hari kemudian akhirnya mereka sampai di Guild, karena tidak adanya obat-obatan medis yang memadai dan klinik sepanjang perjalanan mereka, setelah mengetuk pintu Guild mereka langsung terkapar dan membuat kegaduhan di Guild. Cecilia yang mengetahui hal tersebut langsung membawa mereka ke Pusat kesehatan terdekat di Kerajaan Timur.
Mereka berdua menjalani perawatan hingga berhari-hari, Ketika Forhan telah sadar ia teringat akan Danny yang telah tiada. Cecilia yang tengah menjaganya tersebut terlihat khawatir dengan keadaannya.
"Apa kau sudah baikkan.. Forhan?"
"Cecilia..."
"Ya?"
"Maafkan aku ..."
"Danny telah tewas... karena kurangnya kemampuanku..."
Cecilia bingung dengan perkataan Forhan itu
"Maksudmu?"
"Danny... telah tewas..."
"Forhan"
__ADS_1
"Ada satu yang salah dengan pernyataanmu ini..."
"Pertama, kamu telah membawa Danny secara selamat ke sini"
"Dan Kedua, ia sama sekali tidak tewas ia hanya sedang menjalani perawatan sama sepertimu"
"A...apa?"
Forhan tidak bisa mencerna dengan baik perkataan Cecilia barusan
"Tapi di hutan itu kulihat ia telah..."
Cecilia mulai menjelaskan kejadian yang ia tangkap sebelumnya bersama dengan Danny
"Forhan..."
"Sebenarnya aku pernah diselamatkan sekali dari penjahat oleh Danny"
"Sebelumnya aku sadar bahwa energi kehidupannya sudah hilang.."
"Namun ia kembali dan mengusir penjahat tersebut dengan kemampuan hebatnya"
Forhan makin bingung dengan penjelasan Cecilia itu
"Maksudmu ia bisa bangkit dari kematian?" Tanya Forhan
"Aku tidak menyangkalnya.. namun kita masih belum tahu alasan dibalik kejadian ini"
"Daripada kamu memikirkan kejadian ini, sepertinya lebih baik bagimu beristirahat dulu"
Forhan menyetujui saran Cecilia itu dan untuk beberapa hari kedepan ia istirahat di pusat kesehatan untuk memulihkan tubuhnya.
--------------
Sepanjang perawatannya Danny mengingat betul kejadian apa yang meninpanya saat di Dawn Forest, kejadian tersebut begitu mengena dalam hati Danny setiap rasa sakit yang ia derita terasa jelas dan tiba-tiba ia sudah sadar kembali entah diselamatkan atau tidak
Namun setelah mengalami "Mati Sementara" itu ia merasakan ada perubahan dalam dirinya itu.
-------------
Sepanjang perjalanan pulang Cecilia, Danny, dan Forhan saling mengobrol. Cecilia memulai permbicaraan
"Bagaimana.. keadaan kalian berdua?"
Danny menjawab dengan semangat sambil mengacungkan jempolnya ke dadanya
"Aku baik!"
"Aku..sama" Nada Forhan tidak seceria Danny
Forhan masih saja mengingat kejadian di Hutan itu.
Namun Danny yang melihat Forhan termenung menyadari hal tersebut.
"Forhan..." Danny memulai percakapan
"Ya?"
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan..."
"Aku seharusnya sudah mati..."
"Tapi seperti yang kau lihat aku masih hidup"
"Sejujurnya aku tidak tahu kenapa ini bisa terjadi"
"Dan juga akhir dari hidupku itu tergambar sangat jelas, aku takut..."
__ADS_1
Forhan yang mendengar penjelasan Danny berusaha untuk tetap melangsungkan pembicaraan.
"Yah... aku bersyukur kau masih hidup" Katanya sambil tersenyum
Cecilia kembali bertanya pada Danny
"Apakah ada sesuatu... yang Tuan rasakan waktu itu?"
"Ya seperti yang kujelaskan sebelumnya aku merasa "kematian" ku itu berasa sangat jelas"
"Tak bisa kujelaskan dengan kata-kata"
Forhan kembali melanjutkan pembicaraan
"Sejujurnya aku tak pernah menemui kejadian seperti ini"
"Dan aku merasa kau memiliki kekuatan yang unik"
Danny kurang setuju dengan pernyataan Forhan
"Yah, kalau kukira kau berpikir mati berkali-kali itu menyenangkan aku setuju denganmu"
"Ah, dari pada membahas itu mari kita pergi ke Guild, kita kan belum mengambil upah kita saat mengambil quest menyelamatkan Kelinci kerajaan..."
Cecilia mengganguk dan merekapun langsung menuju Guild
--------------
Sesampainya di Guild ketika mereka bertiga masuk terjadi kehebohan seketika, petualang yang lain mengerumuni mereka, bertanya tentang keadaan mereka, pengalama mereka ketika menjalankan tugas tersebut. Setelah meladeni semua petualang tersebut akhirnya mereka bertiga bisa mencapai petugas Guild dan akhirnya mereka diberikan upah yang besar atas kerja keras mereka.
Mereka meninggalkan Guild dan kembali berjalan-jalan di sekitaran kota, uang yang merupakan upah mereka menjalankan quest dibawa oleh Cecilia yang yang disimpannya di tas kecil.
-----------
Ada dua orang yang tidak dikenal, mengamati mereka dari puncak bangunan kota. Mereka mengobrol satu sama lain.
Percakapan dimulai oleh seorang pria dewasa bertubuh kecil, berperawakan sederhana namun sobekan baju dan celana yang dipakai membuat dirinya terlihat lusuh.
"Hei, mereka adalah petualang yang berhasil membawa kembali binatang kerajaan.."
Seorang lagi merupakan perempuan dewasa dengan dandanan menor dan mencolok, perbedaan penampilan mereka yang jauh membuat mereka terlihat seperti majikan dan budaknya namun sebenarnya mereka adalah saudara, Laki-laki kecil sebagai kakaknya dan Perempuan dewasa itu sebagai adiknya.
"Kak, kita harus bisa mengambil upah mereka"
"Kita pasti bisa hidup dan makan enak!"
Sang Kakak setuju dengan adiknya itu
"Dik biar kakak yang menghentikan mereka.."
"Kamu yang berikan pergi kebawah dan ambil uangnya ya"
"Siap kak"
Mereka adalah gelandangan yang berkeliaran di kota mereka hidup dengan mencuri dan mencuri disekitaran kota, mereka memiliki ilmu sihir yang hebat sehingga pihak kerajaan tidak dapat menangkap mereka.
Si Adik hobinya berdandan untuk menarik perhatian target sedangkan Si Kakak mengambil uang dengan cara tersembunyi menggunakan sihir dengan cara itulah mereka dapat bertahan hidup di kerajaan Timur ini.
Mereka akhirnya menjalankan rencana mereka dan menunggu timing yang tepat
Si Kakak mulai menggunakan sihir
"Seni Sihir: Penghentian Waktu!"
Waktu disekitaran kota tiba-tiba berhenti total, tidak peduli apa kegiatan yang dilakukan di kota tersebut.
Si Adik kemudian turun dan mulai mendekati Cecilia
__ADS_1
Ketika hendak mengambil uang yang berada dalam tasnya itu tiba-tiba ada tangan yang menggenggamnya dengan sorot mata yang tajam.
***