
"Apa?!"
Danny benar-bener terkejut dengan pernyataan kakek tua itu, ia tidak menyangka bahwa selama ini kakek ini adalah pemegang batu sihir, dan juga itu berarti?
"Berarti kakek adalah seorang demi-human?"
Kakek itu hanya tersenyum, senyumnya tersembunyi diantara kumis dan janggutnya yang berangsur-angsur putih itu.
"Iya... kau benar...."
Patricia hanya menyimak obrolan antara Danny dan kakek itu, ia bertanya-tanya apa yang sebenarnya Danny dan kakek itu bicarakan?
"Danny... Demi-human itu..." gumam Patricia
"Mereka bukan dari ras manusia...." jawab Danny
"Tapi kita tidak bermusuhan dengan mereka..." lanjutnya
Patricia ternyata belum tahu apa-apa tentang tujuan Danny, kakek itu memberitahu Danny agar segera menyampaikannya.
"Danny... sebelum kita lanjut mengobrol.. alangkah baiknya kau bicara dulu dengan temanmu ini tentang apa yang akan kau lakukan..." ujar kakek itu sambil mendekat sedikit pada api unggun tersebut
Danny sadar akan benarnya perkataan kakek itu, pada akhirnya ia menceritakan semua, segala yang ia tahu. Pada awalnya Patricia hanya menganggap Danny sedang mengkhayal setelah menceritakan semua kebenaran itu.
"Dia benar..." kata kakek itu mendukung Danny setelah penjelasan Danny pada Patricia selesai
"Kalau begitu... dunia ini berada dalam bahaya?" tanya Patricia.
"Benar sekali... para iblis sudah memulai pergerakannya.. dan juga kekuatan mereka tidak bisa diperkirakan..." jawab kakek itu
"Danny, kamu adalah seorang yang ditakdirkan untuk menghentikan para iblis..." lanjutnya
DEG!
Danny sedikit terkejut mendengarkan perkataan kakek itu.
"Kek.. pada waktu yang lampau, aku dan teman-temanku pernah berhadapan dengan iblis, dan berakhir dengan kekalahan yang besar..." ucap Danny sambil menunduk teringat akan ketakutannya
__ADS_1
Patricia yang baru saja mengetahui kebenaran itu hanya bisa terdiam, meskipun dirinya sudah menjadi petualang cukup lama, dirinya sendiri benar-benar tidak tahu tentang semua ini.
"Namaku adalah Leith..." ujar kakek itu memperkenalkan diri
"Seperti yang kalian tahu, aku juga adalah pemegang batu sihir..." lanjutnya
Danny mulai mengangkat kepalanya, bertanya pada kakek itu.
"Kenapa kakek bisa tahu namaku?"
"Batu sihir adalah kekuatan yang unik..." Ujar kakek itu dan sembari memulai penjelasannya
"Dia seakan bisa hidup, memiliki sifat tersendiri dan kemauan tersendiri.."
"Batu itulah juga yang akan memilih pemiliknya sendiri.. Ia akan menyesuaikan dengan pemiliknya..."
"Aku tahu namamu karena kau sudah berhasil mendapatkan batu permata merah kekuatan..."
"Karena batu itulah yang memberitahuku...."
"Kau tahu Danny, Karena 5 batu itu memiliki hubungan yang erat, maka bila salah satu batu itu berpindah tangan maka seluruh pemilik batupun akan tahu siapa pemegang batu yang baru, berikut dengan nama dan juga tindakannya.."
"!"
"Benar sekali kek..."
"Kekuatan yang kau pakai itu merupakan kekuatan bantuan dari batu sihir fisik..." jelasnya..
"Kau tidak menyadarinya, namun pada kenyataannya batu ini memilih untuk membantumu, dan meningkatkan kekuatanmu hingga pada akhirnya kau dapat mengalahkannya..."
Danny teringat kembali pertarungannya dengan Brock, bukan pertarungan mudah karena kekuatan Brock sangat kuat.
"A...aku... sama sekali tidak menyadarinya..."
"Batu tersebut memilih tubuhmu sebagai tempatnya tinggal, lagipula kau sendiri sudah merasakan efek dari batu sihir itu bukan?"
"Ketika pertama kali kau menerimanya setelah berlatih..."
__ADS_1
Ya, Danny benar-benar mengingatnya, rasa sakit yang teramat sakit ketika pertama kali menerima batu tersebut bahkan sesudah dirinya berlatih bersama Sam.
Ya, memang kekuatan batu ini tidak terkira, begitu misterius.
"Ya kau benar kek, kesan pertama saat menerima batu itu tidak terlalu bagus ahaha..." ucap Danny sambil tertawa
"Dan kau akan merasakan itu kembali..."
Danny terdiam, seolah memang sudah mengerti harga yang harus dibayarnya.
"Ah! kau pasti bisa kau kan kuat Danny!" ujar Patricia memberi semangat sambil menepuk-nepuk pundaknya
Danny hanya tersenyum dan ketika batu merah itu ada, ia merasa lega karena jika sampai hilang usahanya selama ini pastilah sia-sia dan juga, pasti tidak bisa menyelamatkan Hendrik dan mengubah Brock.
"Kek.. aku sangat berterima kasih pada kemampuan batu sihir ini.."
Kakek Leith hanya tersenyum,
"Sekarang perwujudan harimau sudah tidak ada lagi Danny, para baru sihir itu akan menuntunmu ke batu sihir selanjutnya, dan instingmu membawamu kemari itu sangat tepat."
"Lantas kemanakah harimau itu pergi?" tanya Danny
"Aku tidak tahu... kau mungkin akan mengetahuinya suatu saat nanti.." Jawab kakek tua tersebut
"Dan juga tak kusangka kau akan bersama seorang gadis cantik seperti ini..."
Patricia hanya terdiam,
"Ah! dia hanya seorang petualang sama seperti aku kek," jawab Danny
"Kalau begitu sanggupkah kau menjaganya?"
"?"
Danny mulai kembali khawatir soal kekuatannya saat ini dan pula ras iblis yang mengancamnya.
Kakek tersebut bertanya kembali pada Danny, kali ini api unggun itu mulai habis- seakan tidak mempunyai kekuatan lagi untuk bersinar.
__ADS_1
"Sanggupkah kau melindunginya dari bahaya?"