
Suasana hening sejenak karena perkataan ketua Dark Shadow tersebut.
"A-apa?" Danny tidak bisa bicara banyak mengenai hal ini, tidak ada yang lebih mengagetkan selain bertarung dengan Arthur, namun setelah mendengar peraturan yang 'sedikit' dirubah ini ternyata suatu hal bisa bertambah lebih buruk juga ternyata.
Raut muka Danny hanya menunjukkan sebuah keputusasaan yang mendalam, ia tidak mengira mengapa bisa-bisanya hal ini benar-benar bisa menekannya saat ini.
Danny tertunduk di meja beserta dengan rasa beban yang ia pikul, apakah yang seharusnya ia lakukan saat ini?
"He-hei... kau tidak memberiku sedikitpun kesempatan...." Kata-kata Danny sedikit berat namun ia berhasil mengatakannya.
BRAK!
Danny memukul meja panjang berwarna hitam itu dengan cukup keras, memecah keheningan yang tercipta sedari tadi.
"Kau... APA KAU BENAR-BENAR MEMBERIKU KESEMPATAN?!"
"Kau hanya ingin aku tunduk di tanganmu kah? Itukah yang kau inginkan saat ini?" Mata Danny menatap dengan tajam sang ketua saat ini, nampak dari air mukanya Danny benar-benar tidak bisa berharap apapun kali ini.
__ADS_1
"Danny... apa kau lupa akan perkataanku kemarin malam? Segala sesuatu bisa saja terjadi...." Ketua Dark Shadow tetap mengatakan hal tersebut, meskipun perlakuannya itu sedikit di luar batas.
Danny sudah kehabisan akal untuk membicarakan hal ini dengan ketua Dark Shadow, kini ia merasa apapun yang akan terjadi biarlah terjadi.
Beberapa saat kembali hening, hal itu dimanfaatkan Danny untuk kembali menenangkan pikirannya itu.
"Baiklah, aku terima syaratmu itu," ucap Danny.
"Baguslah kalau begitu ... kuharap kau beruntung di arena sana ...."
Danny hanya bisa tertawa dalam hatinya, kali ini memang sepantasnya begitu bagi seseorang yang berencana untuk 'membunuh' dirinya sendiri itu.
Karena Danny masih belum tahu hal apa yang menunggunya di depan sana, sekiranya memang ungkapan 'segala sesuatu bisa terjadi' bukanlah sepenuhnya ucapan dusta.
"Apakah aku boleh berbicara dengan Arthur?" Danny melihat Arthur, tentu saja dengan keanehan yang sangat terlihat dari dirinya itu.
"Hmm? Sepertinya temanmu ini sedang tidak ingin diganggu," ucap sang ketua, kali ini memang ia berkata jujur- sepertinya Danny tidak menyita perhatiannya sama sekali.
__ADS_1
Namun semenjak Danny masuk ke dalam ruangan ini, ia memang sudah merasa aneh dengan perilaku Arthur.
Jika menilai perilakunya tidak bisa semudah itu, maka kali ini Danny dapat melihat hal lain yang jelas keanehannya.
Mulai dari pakaiannya yang seperti seorang tahanan kelas berat, tubuhnya sedikit kotor, rambut pirangnya bercampur dengan debu sehingga membuat ketampanannya berkurang cukup drastis.
Dan yang jelas ada semacam tanda ikatan benda keras pada pergelangan kedua tangan dan kaki dari Arthur, di tandai dengan bekas kulit yang nemerah dan lebih hitam di banding dengan bagian tubuh yang lain.
Melihat keanehan ini Danny masih bisa berpikir untuk menentukan jawaban dari 'mengapa ia tidak melihat Arthur selama ini?'.
Jawabannya sudah terlalu jelas untuk di pikirkan lebih jauh.
Arthur pasti di sekap dan ditahan oleh kelompok ini!
Dengan berbagai petunjuk yang Danny temukan, asumsi inilah yang benar-benar mempunyai kemungkinan untuk terjadi!
Namun selama Danny berpikir, ia tidak mencirikan bahwa ia sedang berusaha untuk mengorek informasi dari organisasi ini.
__ADS_1
Ia tetap tenang dan berusaha mengikuti alur yang dibuat oleh Dark Shadow.
Segala sesuatu yang disembunyikan, sebaik apapun cara menyembunyikannya, pasti suatu saat akan terbongkar juga.