
Danny mendengar langkah kaki berat berasal dari dalam hutan tengah mengejarnya dengan cepat, iapun sekuat tenaga mengerahkan tenaganya berlari namun karena ia terlalu fokus berlari ia terkena serpihan kayu kecil yang mengenai kakinya seketika itu juga berdarahlah kakinya, namun ia tidak menghiraukan rasa sakit tersebut karena lebih mengkhawatirkan Forhan sempat terpikir ia harus berbalik arah dan melihat keadaan Forhan namun Danny mengurungkan niatnya itu dan memilih percaya kepada Forhan.
--------------------------
Forhan yang berada diambang batas kesadarannya berusaha mempertahankan keadaanya itu supaya ia tidak pingsan atau mati. Ia dibawa alam bawah sadarnya pada peristiwa masa lalunya.
"Forhan..."
"Forhan.."
"Forhan!"
"Huh?"
"Kenapa kamu melamun begitu? makananmu sudah siap cepat makan"
"I...ibu?"
Forhan kecil menyadari bahwa ia sedang berada dalam rumah tempat ia dibesarkan disebuah desa, kampungnya itu bernama DemiTown
"Kamu jangan melamun saja nanti makanan ibu yang enak ayah makan lho" goda ayahnya yang sedang membaca koran
"..."
Forhan yang menyadari sesuatu yang buruk akan terjadi setelah ini didesanya
"Ibu-"
**DUAR!!!
JEDER**!!!
Suara ledakan muncul di luar rumahnya itu
Forhan kecil yang menyadari hal ini segera menarik tangan ayah dan ibunya untuk segera melarikan diri dari rumah dan desanya tersebut.
Suasana kalut ketika itu masyarakat desa DemiTown berhamburan kesana kemari menyelamatkan nyawanya masing-masing
Ketika sedang melarikan diri Forhan kecil beserta ayah dan ibunya dihadang oleh sekelompok makhluk merah mengerikan.
Makhluk itu menghancurkan seisi desa tersebut dan membunuh semua penduduk yang ada disana orang tua, ibu hamil, bahkan anak-anak tidak luput dari peristiwa tersebut, mereka harus meregang nyawa dengan cara yang mengerikan, bahkan beberapa warga disedot energi kehidupannya hingga mernjadi kurus kering, disiksa terlebih dahulu dengan mencabut jantungnya dari tempatnya, mengeluarkan bola mata secara paksa, segala macam dan beragam siksaan dilakukan oleh makhluk merah itu.
Makhluk itu hendak menyerang Forhan namun dengan sigap ayahnya melindunginya, karena serangan makhluk itu ayahnya terluka sangat parah pada bagian badannya. Untuk mengulur waktu Ibunya menyuruh Forhan kecil untuk lari menyelamatkan dirinya sempat menolak namun atas desakan orang tuanya itu ia segera berlari sekuat tenaga.
__ADS_1
Tak lama kemudian ayahnya meninggal karena kehabisan darah, ibunya yang menyadari hal itu berusaha untuk menghentikan Makhluk itu mengejar Forhan namun seketika itu juga Makhluk itu menebas kepala sang ibu hingga putus.
Kini tak ada yang bisa menghentikan Makhluk itu mengejar si kecil Forhan, Forhan yang terengah-engah karena kehabisan tenaga memasuki telah meninggalkan wilayah desanya itu dan masuk ke sebuah dataran rumput yang sangat luas.
Suasana saat itu telah menjelang malam dan Forhan terjatuh tengah-engah karena sudah tidak kuat berlari, malam itu munculah bulan purnama besar diatas kepalanya ia berpikir bulan itu sangat indah karena besar dan bersinar terang.
Makhluk itu berhasil mencapai tempat Forhan kecil dan hendak menyerangnya, namun dengan hati yang tenang Forhan kecil bangkit dari rebahannya dan semuanya tiba-tiba gelap, sesaat itu kesadarannya kembali ia melihat Makhluk merah itu sudah terkapar dengan isi perut yang terbuka lengkap beserta organ dalamnya. Forhan kecil shock dan pingsan ditempat
Tak lama kemudian seorang ksatria pengelana menyelamatkan Forhan kecil dan membawanya ketempat aman berada jauh dari Desa tempat tinggalnya itu.
Tak lama kemudian pihak kerajaan mengetahui hal yang terjadi pada Desa DemiTown ini, mereka mengevakuasi mayat-mayat yang bergelimpangan.
Mulai dari sinilah Forhan kecil diurus oleh seorang ksatria yang bernama Algram ia diangkat menjadi anak angkatnya dan menguasai berbagai macam ilmu pedang.
------------------------
Forhan yang telah sadar kembali menatap indahnya bulan purnama dimalam ini sama seperti pada ingatan masa lalunya
"Kau harus tetap hidup"
Forhan tiba-tiba mendengar suara ibunya
"Kau harus melakukan apa yang benar"
Dan suara itu muncul kembali secara bersamaan
"Bangkitlah dan selamatkan temanmu!"
Senyum kecil terukir dari bibirnya, ia membuka matanya dan ia merasakan kekuatan yang teramat luar biasa muncul didalam tubuhnya, ia segera berdiri dari tempatnya dan melesat dengan cepat dikegelapan malam hendak menyelamatkan Danny dari beruang yang tengah mengejarnya itu
----------------------
Beruang itu hampir menyusul Danny dan melancarkan beberapa serangan padanya hempasan angin tersebut membuat Danny terpental dan luka pada kakinya itu tepat mengarah pada ranting yang tajam berada tepat ditempat ia jatuh, ranting pohon itupun menembus kaki Danny, ia berteriak sangat keras karena kesakitan.
"Huhuhu... Menarik.... sekali..."
"Huh?!"
Danny mendengar beruang tersebut mengeluarkan suara seperti manusia
"Kau bisa bicara?"
"Kau...adalah....ancaman...bagi..kami"
__ADS_1
"Apa maksudmu?!"
"Ukh..."
Danny yang tidak bisa kabur karena kakinya tertancap pada ranting tajam itu hampir kehilangan kesadaran karena banyaknya darah yang keluar
"Kini.....kau...harus...mati...."
Beruang tersebut hendak memutuskan kepala Danny namun di waktu yang teoat Forhan telah tiba dan langsung melancarkan pukulan tepat di muka beruang tersebut, ia terpental jauh ke belakang
"Fo..Forhan?"
"Danny bertahanlah!"
"Syukurlah...kau..selamat"
Danny melihat perubahan fisik drastis yang terjadi pada Forhan, kini matanya berubah menjadi sepeti mata harimau, tubuhnya sedikit berbulu, rambutnya sedikit memanjang dan kekuatan fisiknya meningkat dengan tajam.
Danny hampir kehilangan kesadarannya namun terus ada Forhan yang menjaga disisinya, Hempasan angin yang kuat menerpa Forhan sampai menjauh dari Danny.
"Danny!!!"
"..."
Beruang tersebut muncul dan berhasil melubangi tubuh Danny.
Forhan yang melihat kejadian itu, besi memanjang muncul dari sekitaran kepalan tangannya kini energi sihirnya menyatu dengan energi kekuatan fisiknya, matanya semakin memancarkan aura membunuh yang dalam.
Beruang itu berbalik kearahnya dan memasang ekspresi tersenyum mengerikan.
"DASAAR IBLISS!!!!!!!!!"
Forhan melesat kedepan melancarkan serangannya itu, besi yang berada di kepalan tangannya itu berhasil menembus pertahanan sihir beruang tersebut dan menembus kedalam kulitnya
Beruang tersebut mengaum kesakitan dengan keras, dan hendak melancarkan serangan balik namun serangan Forhan tidak berhenti disana ia langsung berkelit keatas dan mengarah pada kepala beruang tersebut, dan serangnya itu berhasil menembus kepala beruang tersebut karena Forhan berpikir dua kali tidak mungkin beruang ini kalah karena memiliki kemampuan regenerasi, ia terus saja mencabik cabik kepala dari beruang itu hingga tidak tersisa, karena kuatnya kombinasi energi sihir dan fisiknya itu beruang tersebut tidak mampu melakukan regenerasinya dan tumbang.
"Kau... ini untuk temanku...."
Forhan memusatkan tenaganya dan melesat dengan cepat seperti udara memotong-motong tiap bagian beruang besar tersebut hingga tampak seperti seonggok daging besar
Setelah semuanya berakhir, Forhan kembali menuju tempatnya Danny dan melihatnya sudah tak bernyawa dengan luka di kaki dan lubang didadanya.
***
__ADS_1