Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 192: Hasil (2)


__ADS_3

Kibo menutup matanya sembari berharap ... tekanan emosi bercampur aduk, diantara perasaan lega dan takut membuat perasaan Kibo sama sekali tidak karuan di sini.


"Kibo!"


"Waaah ... selamat Tuan Kibo!"


"Hore kita berhasil Tuan!"


"Wuhuuu!"


Mendengar sebuah ucapan yang benar-benar ia harapkan, perasaan lega yang benar-benar dalam melenyapkan ketakutan yang ia alami saat ini.


Kibo membuka matanya, ia kini melihat anggota kelompoknya mengelilinginya sambil tersenyum merayakan kemenangan sang ketuanya itu.


Saat-saat ini adalah hal yang paling baik yang pernah terjadi di hidupnya, pada akhirnya setelah perjuangannya selama ini, usaha mereka sama sekali tidak sia-sia.


Kibo mengarahkan pandangannya ke langit sore berwarna oranye, nampak begitu indah dan menenangkan hati, sebuah perasaan gembira meluap dari dalam hatinya.


Kita ... kita berhasil ... Yizi ... kita berhasil!


Setelah pengumuman pemenang, Kompetisi Kota Boston secara resmi berakhir, pemenang akan diundang ke ruangan khusus wakil kota Kota Boston.


***

__ADS_1


Keesokan harinya Kibo menghadiri untuk bertemu dengan wakil kota kota ini.


★Di ruangan Wakil Kota Kota Boston


Suara ketukan terdengar pada pagi hari yang damai di ruangan Pak Wakil Kota Kota Boston.


"Masuk ...."


Kibo akhirnya masuk setelah mendapat izin dari Pak Wakil Kota itu.


Kibo melihat tidak hanya ada satu orang di ruangan ini, melainkan tiga.


Salah satunya pernah bertemu dengannya, ia bahkan membantu membukakan gerbang ketika kelompoknya itu tidak bisa masuk kota ini.


Dua orang yang berdiri di samping meja Pak Wakil tak lain tak bukan adalah dua orang ksatria suci Thor dan Arthur.


Thor tersenyum ramah ketika Kibo menyadari keberadaannya itu, ia bergegas menghampiri Kibo dan mengulurkan tangannya memberi selamat pada pria keriting itu.


"Selamat untuk kemenanganmu pada kompetisi kota ini."


Kibo agak melamun ketika Thor dengan tiba-tiba menjulurkan tangannya seperti itu, setelah beberapa saat akhirnya ia tersadar dan menjabat tangan sang ksatria suci itu.


"Te-terima kasih atas ucapannya," ucap Kibo agak gugup.

__ADS_1


"Kau mengenal orang ini?" Arthur yang masih diam berdiri dengan tangan yang terlipat penasaran dengan Thor yang kenal dengan pria keriting ini.


"Oh? Aku pernah bertemu dengannya, sebelum kompetisi dimulai," jawab Thor.


"A-apa? Bukankah kau sudah tahu bahwa keberadaan kita ini tidak boleh diketahui siapapun?" Arthur kembali menegur sahabatnya itu karena telah berbuat yang tidak seharusnya.


"Ahaha, aku tak sengaja bertemu dengannya sewaktu berjalan-jalan di kota, namun meskipun dia tahu identitasku dia tetap memutuskan untuk merahasiakannya dari yang lain ... itu sudah cukup bukan?"


Setelah mendengar jawaban Thor, Arthur akhirnya lebih tenang.


Kibo melihat dengan seksama pria berambut pirang bermata biru cerah itu, dia tampak akrab dengan Tuan Thor saat ini Kibo penasaran dengan identitas pria itu.


"Tuan ini?"


Arthur menyadari pandangan penasaran dari pria keriting itu, namun ia nampak masih belum peduli untuk mengatakan suatu hal pun kepadanya.


"Ah, ia ini adalah Arthur ... ksatria suci yang paling terkenal dibanding keempat yang lainnya!" Thor akhirnya mengenalkan Kibo pada Arthur, berusaha membuat situasi yang lebih baik.


"Tuan Arthur?"


Kibo baru pertama kalinya melihat seorang ksatria hebat yang terkenal di seluruh penjuru bumi ini, meskipun umurnya terpaut lebih tua namun tetap saja Kibo lebih menghormati seseorang dengan kemampuan yang luar biasa.


Kibo segera menghampiri pria yang baru saja ditemuinya itu, ingin mengucapkan beberapa hal kepadanya.

__ADS_1


Namun pandangan mata Arthur mengisyaratkan bahwa dirinya itu tidak tertarik pada pria keriting ini, ia merasa risih didekati seperti itu.


__ADS_2