
Danny yang masih saja merasakan hawa kehadiran seseorang, susah baginya untuk mengenali hawa kehadiran itu, namun beberapa saat kemudian Danny mulai bisa merasakan hawa itu.
"Aku merasa ada segerombolan orang kesini" ucap Danny
"Orang? bukankah orang sering hilang dalam lembah ini, lantas mengapa mereka menuju kesini?" tanya Forhan
"A-aku tidak tahu, aku bahkan ragu jika ada orang yang bisa bertahan hidup disini" jawab Danny
"Dan lagi, jumlah mereka sangat banyak" tambah Danny
Mereka bersiaga, Forhan memegang pedang besar dipunggungnya dan Danny memegang pedangnya, Cecilia berjaga bersama dengan mereka berdua.
Beberapa saat kemudian deru langkah kaki mulai terdengar mendekati mereka, kabut tebal mulai tersingkap dan terlihatlah begitu banyak orang dengan tatapan kosong, tubuh yang putih membiru dengan bercak-bercak luka pada tubuh orang-orang tersebut, rupa mereka benar-benar kacau, ada yang penuh luka bahkan ada yang kehilangan anggota badannya. Mereka terlihat seperti mayat hidup yang berjalan, dilihat dari penampilannya kebanyakan dari mereka dipastikan berprofesi sebagai ksatria dan pedagang.
Danny dan yang lain kaget melihat orang-orang asing dan aneh itu, mereka bersiaga jika segerombolan orang itu mulai menyerangnya. Namun mereka bertiga tidak diserang, mereka hanya melewati Danny beserta dengan yang lainnya.
"Siapa mereka ini?" tanya Danny
"Aku tidak tahu..." jawab Forhan
Mereka berjalan sempoyongan menuju ke arah masuk kedalam lembah tersebut.
"Apakah mereka hidup?" tanya Cecilia
"Kurasa tidak" jawab Forhan
"Aku tidak merasakan aura kehidupan dari mereka" tambahnya
Orang-orang yang berjalan itu- atau tepatnya mayat hidup itu benar-bebar memiliki rupa uang mengerikan, ada beberapa diantaranya yang memiliki wajah hancur, mata copot, gigi berantakan, darah disekujur tubuh, siapapun yang melihatnya pasti merasa bergidik ngeri.
"Apa mereka mayat hidup?" tanya Forhan
"Kurasa begitu, dan lagi mengapa mereka melewati kita?"
Danny tiba-tiba merasakan aura jahat yang benar-benar besar, aura itu sampai-sampai membuatnya tersungkur sambil memegang kepalanya, keringat dingin membasahi tubuhnya seketika.
"Hey, Danny kau kenapa?"
"Aku merasakan energi jahat yang begitu luar biasa Forhan"
"Energi jahat?"
__ADS_1
"Darimana asalnya?"
Danny menunjuk kepada kerumunan mayat hidup itu
"Tepat ke arah yang sedang dituju orang-orang itu"
"?!"
Forhan menyadari sesuatu, jika memang ada aura jahat yang bisa menarik perhatian para mayat hidup berarti pasti ada yang janggal
"Danny, aku kira kita harus mengikuti para mayat hidup itu"
"Kenapa?"
"Seperti yang kau bilang, ada aura jahat yang menarik perhatian mereka, aku bisa simpulkan pasti itu adalah energi dari Victoria"
"?!"
"Hmmm, kurasa kau benar, mari kita ikuti arah orang-orang itu berjalan" ucap Danny
Merekapun berjalan mengikuti segerombolan mayat hidup, bau tidak sedap terpancar dari mereka, hal itu membuat Cecilia tidak nyaman, ia berjalan sambil menutup hidungnya.
Danny dan Forhan juga setuju dengan bau tidak sedap ini, apalagi jika memang mereka harus mengikuti mayat berjalan ini dengan waktu yang cukup lama akan mengganggu indera penciuman mereka.
Terlihat para mayat itu semakin mendekati tujuan mereka, didepan mulai terlihat beberapa pohon namun masih saja terhalang kabut.
Tiba-tiba para mayat itu berlarian kedepan seakan mengejar sesuatu yang diinginkan, beberapa dari mayat itu menubruk Danny dan Forhan, namun mereka berusaha agar tidak terjatuh dan menjadi pijakan empuk.
"GUAARHH!!!"
"HRAAHHH!!!"
Mayat hidup itu semakin agresif sementara tepat didepannya adalah keberadaan Victoria beserta dengan para dewan yang tengah disandera.
-----------------------
Victoria sadar akan gerombolan makhluk asing yang mendekatinya, namun ia tetap tenang dan berdiam diri.
Para mayat hidup itu hendak menerkam dan menggigit Victoria.
"Dasar makhluk menjijikan..." ucapnya sambil memasang raut wajah jijik
__ADS_1
Tanpa segan-segan dengan kekuatan fisiknya Victoria membasmi seluruh makhluk menjijikan yang mengarah kearahnya, gerakan fisiknya begitu cepat sehingga para mayat itu tidak sempat mencapainya sudah terpental duluan, ia menendang, memukul, membanting makhluk itu.
Para makhluk itu tidak berkutik karena terkena serangan Victoria, beberapa saat kemudian kini makhluk tersebut bergelimpangan terkapar karena serangan fisik yang luar biasa para mayat itu bahkan ada yang hancur.
Serangan yang dilakukan Victoria berefek pada kabut yang menyelimutinya, hempasan angin yang keras membuat kabut itu tersingkapkan dan akhirnya pertemuan yang diinginkan Victoria dapat terlaksana.
--------------------
Danny dan yang lain kaget karena hempasan yang begitu kuat, tiba-tiba saja mereka melihat seorang perempuan berjubah hitam dengan mata merah yang menyala seakan dia tahu akan kedatangan mereka.
Victoria memasang raut muka tanda kehausan yang besar pada pertarungan.
"Hooo, kukira kalian tidak akan datang secepat ini"
"Aku...akan menikmati saat-saat ini" kata Victoria, dia menjuntaikan tangannya dan dari energi sihirnya ia membuat dua buah pedang berwarna merah terang, pancaran energi sihir yang terkandung didalamnya begitu kuat sampai-sampai Forhan dan Cecilia kehilangan penglihatan sementara.
"Ukh..."
"Hey..Forhan, Cecilia, kalian tidak apa-apa?"
Melihat mereka berdua tersungkur sembari memegang mata mereka, membuat Danny khawatir dengan keadaan mereka.
"Jangan khawatir Danny, aku hanya tidak bisa menatap pedang yang diciptakannya" ucap Forhan
"Energi sihirnya begitu kuat, kami tak mampu lagi berdiri tuan Danny"
Melihat kedua rekannya itu, Danny semakin terpacu untuk mengalahkan Victoria, raut matanya menggambarkan ketenangan yang luar biasa, tekad yang kuat untuk menyelamatkan para dewan, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan semengat yang tinggi, perlahan namun pasti Danny merasakan kekuatan mulai terkumpul dalam dirinya.
Disisi lain Victoria yang melihat Danny, ia begitu berambisi untuk balas dendam akan perbuatan yang dilakukan Danny yang membuatnya harus menanggung malu didepan tuannya sendiri.
"Sekali lagi aku bertanya, apa salahku hingga kau begitu ingin membunuhku?"
"Kau salah, karena kekuatanmu itu telah menghancurkan markasku dan para bawahanku, kau juga melepaskan para sanderaku"
"Aku adalah Victoria, salah satu komandan besar iblis! Kau adalah manusia yang harus dihapuskan dari dunia ini, demi tujuan kami!"
Danny berpikir tenang dan jernih berusaha mengingat apa yang terjadi pada dirinya dimasa lalu, dan mengapa ia melakukan hal itu pada Victoria. Lagi-lagi Danny tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya, ketika ia berusaha mengingat hal itu maka pikirannya tiba-tiba beralih ke hal lain.
"Meskipun aku tidak tahu apa yang aku lakukan sehingga membuatmu benci padaku, aku tidak akan segan-segan padamu"
Danny tiba-tiba merasa bahwa ia perlu mengatakan hal itu, tidak ada maksud menyindir namun seakan aksinya nanti akan sebanding dengan kata-katanya.
__ADS_1
Victoria tersenyum sembari mengeluarkan aura merah kelam yang makin dahsyat.
"Aku akan menikmati setiap detik dari kematianmu"