
SYUT!
“UWAH!” Danny terperanjat dan membuka matanya seketika itu juga, entah mengapa setelah ia berada di alam bawah sadarnya kini perasaannya malah jadi tambah aneh lagi.
Tubuhnya terasa melayang sebentar dan kepalanya agak pusing.
“Hah?” Danny sadar tidak hanya perasaannya yang terasa aneh, namun juga kini ia tidak sedang berada di antara kehancuran area pusat Kerajaan Timur, malahan berada di sisi pantai, malam yang mengerikan sebelumnya berubah menjadi tenang sekali, hanya deru ombak yang terdengar dan juga bintang-bintang di langit yang indah.
Juga jangan lupakan satu hal, pemandangan indah bulan purnama yang bersinar terang, itu jadi nilai tambah yang membuat tempat ini semakin berbeda.
Tempat yang cocok bagi siapapun yang ingin menghabiskan waktu yang berharga, mengingat betapa indahnya pemandangan yang sekarang ia lihat.
Danny yang sudah menjelajah ke berbagai tempat masih punya waktu untuk mengapresiasi betapa eloknya pemandangan yang dilihatnya.
Pemuda itu berdiri diam dan sementara ia sadar juga agar tidak boleh terbawa suasana, mengingat fakta bahwa ia masih belum tahu apa yang terjadi di sini.
Perubahan yang terjadi begitu drastis ini membuat Danny beberapa kali menampar pipinya keras, untuk memastikan apakah ia sedang mengalami bunga tidur ataukah tidak, namun pada akhirnya situasinya tetap sama.
Menampar keras pipinya tidak berhasil, dan selanjutnya Danny tidak berencana untuk terus menyakiti dirinya sendiri. Hidup ini sudah penuh dengan warna-warni dan banyak hal lain, lantas apa gunanya membuatnya tambah berat?
‘Aneh,’ batin Danny, ia tidak ingat punya kemampuan berpindah tempat setelah sadar dari alam bawah sadarnya.
Danny melihat ke bawah, ia melihat pasir lembut ada di bawah pijakan kakinya, semua yang terlihat ini begitu nyata.
Hempasan angin kencang nan dingin namun nyaman ini tanpa pengecualian, rasanya nyaman dan membuat siapun yang merasakannya jadi betah.
“!”
Danny tiba-tiba terkejut seolah ada sesuatu yang ada dalam pikirannya.
__ADS_1
‘Bukannya aku sudah mengeluarkan kekuatan batu permata mulia?’ Danny bertanya dalam hatinya sendiri, ia memegang dadanya, masih berdetak sebagaimana mestinya, dan membuka kepalan tangannya; tidak ada apapun di tangannya.
‘Lho?’ Danny ingat jelas ia sudah mengizinkan kekuatan batu permata mulia mengambil alih dirinya agar bisa bersaing dengan rekan lamanya, namun mengapa setelah momen penting itu ia malah berada di tempat yang penuh kedamaian seperti ini?
‘Apa mungkin kekuatan batu permata sihir lepas kendali?’ Danny terpikir akan hal ini. Mengingat sebelumnya tahu sihir perpindahan tempat dengan instan ketika berlatih dengan Guru Freiss, yang pada kenyataannya, itu adalah dunia buatan gurunya sendiri.
Bisa jadi kekuatan batu permata sihir inilah yang membuat Danny berada di tempat baru, namun anehnya ia merasa tidak mengeluarkan kekuatan apapun.
Danny memang masih belum menguasai kekuatan batu permata mulia sepenuhnya, namun ia masih bisa merasakan adanya energi yang keluar dari dirinya tepat ketika ia sedang menggunakan kekuatan ini.
Danny memaksa dirinya tenang, karena itulah hal paling tepat di saat seperti ini.
“....” Setelah beberapa saat, Danny tidak merasakan hawa sihir apapun yang berasal dari sekitarnya, yang artinya sulit membuktikan bahwa apa yang ia lihat sekarang ini hanya sebatas sihir saja.
Jadi kalau bukan karena kekuatan batu permata mulia sihir dan juga sihir perubahan tempat, mengapa ia bisa ada di sini?
“!” Danny menoleh kebelakang dengan cepat, karena ia mendengar sesuatu dari belakang.
“?” Danny terdiam, ia melihat seorang perempuan muda cantik dengan rambut pendek dan mata yang hitam, pakaiannya serba hitam, bahkan dia memakai sarung tangan hitam juga.
Danny belum pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya. Apa dia ada hubungannya dengan kejadian yang sekarang terjadi? Ataukah dia hanyalah orang asing yang kebetulan lewat di tempat ini?
Danny memerhatikan dengan seksama gadis muda serba hitam itu, wajahnya cantik dan terlihat ramah, hanya saja karakteristik pakaiannya serba hitam, dan sulit dilihat ketika malam hari seperti ini, jikalau tidak ada sinar bulan yang terang maka Danny pikir ia melihat hantu sekarang.
Apakah dia adalah orang yang tahu akan sebab ia bisa berada di sini? Ataukah bukan?
‘Apa yang dilakukannya?’ Danny tahu, waktu sekarang adalah malam yang larut, kenapa ia bisa tahu? Danny bisa merasakannya, ia sudah cukup lama mengamati dunia luar ketika malam hari, dan perasaannya tidak akan meleset jauh dari kenyataan.
Jika penilaiannya benar, maka mengapa ada seorang yang mengunjungi pantai di tengah malam larut? Danny bisa menerimanya ketika ada banyak orang yang berkumpul, karena mungkin saja mereka sedang mengadakan suatu acara, namun ini hanya satu orang saja.
__ADS_1
Apa dia ini adalah penggemar berat pemandangan alam yang indah dan berniat untuk menikmatinya seorang diri? Danny tidak menyangkal hal itu bisa terjadi, mengingat tempat ini memang punya daya tarik yang besar bahkan pada saat pandangan pertama sekalipun.
Ataukah yang lebih sederhana lagi, dia tinggal di wilayah pantai ini, sengaja keluar rumah demi menikmati pemandangan saat ini? Bisa saja itu terjadi bukan?
Masih banyak hal yang mungkin terjadi dan menjelaskan akan keberadaan gadis serba hitam ini.
Di antara spekulasi yang terpikirkan olehnya saat ini, pada akhirnya Danny hanya bisa menunggu jawaban sebenarnya dari gadis muda yang ada di tempat yang sama dengannya ini. Karena apa yang ia pikirkan masih belum tentu juga adalah hal yang sebenarnya.
Gadis dengan pakaian serba hitam itu menatap Danny serius, tatapan yang tidak biasa ditunjukkan ketika saat pertama kali bertemu.
“Setengah elf itu tidak boleh merebut kekuatan itu darimu.”Perempuan muda itu akhirnya mengatakan sesuatu. Nada bicaranya terdengar halus, terlepas dari ekspresi wajahnya yang serius.
“!”
Bertemu orang asing dengan cara aneh bukanlah hal yang wajar, terlebih lagi kenapa dia bisa tahu soal masalah yang sedang dihadapinya sekarang?
“Tunggu dulu, kenapa kau bisa tahu...?” Danny sedikit maju sembari mengangkat kedua tangannya penasaran, ia masih belum paham soal apa yang terjadi di sini.
Danny tidak merasakan hawa kehadiran dari gadis muda berpakaian serba hitam ini, padahal seharusnya setiap makhluk hidup punya hawa kehadiran, akan terasa bahkan sekecil apapun.
“Kau lupa denganku?” Gadis berambut pendek itu terlihat tidak percaya, yang tentunya membuat Danny lebih bingung lagi.
“Apa kau....?” Danny yang tidak pernah melihat gadis cantik rambut pendek berpakaian serba hitam ini, mulai menggali ingatan dalam dirinya sendiri.
“Musuh?!” Dengan cepat Danny bersiaga, mengubah posenya jadi siap bertarung dan sorot matanya jadi tajam.
Kejadian aneh tiba-tiba seperti ini bukanlah hal yang bagus, Danny tahu semua kedamaian yang ia lihat dan rasakan ini hanyalah tipuan belaka.
Gadis cantik dan pemandangan indah yang tiba-tiba ia temui ketika berada di tengah kekacauan? Seaneh apa yang bisa terjadi lagi nanti?
__ADS_1