
Danny pikir dari awal ia sudah menyerahkan dirinya pada kekuatan ini, namun ternyata ia harus menunggu di mana kekuatan batu permata mulia ini menjawab permintaannya itu, dan waktunya adalah sekarang.
"Demi human, boleh juga, kekuatan fisikmu sebagai ras ini sungguhlah kuat, belum lagi ditambah dengan kekuatan gelap yang bertebaran di sekitar kita ...." Danny mulai berbicara, nada bicaranya sedikit berubah, terdengar lebih serak dan berat, tatapan matanya berwarna hitam kecoklatan dan sedikit terang; tidak ada hal lain yang terlihat darinya selain keseriusan yang mendalam.
Forhan menyadari ada yang berbeda dari Danny, ia berusaha untuk menghentikan kegilaannya sesaat dan berfokus untuk berkomunikasi dengan kekuatan batu permata mulia yang ada di tubuh pemuda yang sedang dilawannya ini.
Pada akhirnya Forhan bisa mengendalikan kekuatan gelap yang menyuruhnya untuk membinasakan siapapapun yang ia anggap musuh itu, karena tujuan awalnya memanglah merebut batu permata mulia, jika saja Danny menyerahkannya maka kejadian seperti ini tidak perlu terjadi, tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur.
"Tentu saja! Tujuanku adalah mengambilmu kembali! Kekuatan batu permata mulia hanya berhak digunakan oleh ras kami saja!" Forhan menjawab dengan keras.
"Kau benar, aku seharusnya dipakai oleh para keturunan ras demi human, karena memang aku berasal dari ras ini, namun kau tidak akan bisa mengambilku dari anak muda ini."
__ADS_1
"A- apa?!" Forhan terbelalak tidak percaya akan apa yang dikatakan kekuatan batu permata mulia itu padanya, padahal sudah menjadi hal yang wajar bilamana kekuatan ras yang luar biasa kuat, yaitu dalam hal ini kekuatan batu permata mulia digunakan oleh ras sebangsa sebagai warisan yang harus dijaga dan dipertahankan, dan ia malah mendengar hal sebaliknya dari apa yang ia tahu selama ini.
"Anak muda ini sudah memberikan penjelasan padamu sejak awal, aku ada bersamanya untuk memerangi setiap kekuatan jahat yang ada, itu termasuk pada iblis dan padamu juga."
"I ... iblis ...." Forhan termenung, ia sedikit menundukkan kepalanya, mendengar perkataan batu permata mulia itu padanya membuat ia sedikit terdesak namun pada akhirnya ia harus memenuhi tujuan yang dari awal diembannya itu.
"Aku juga punya alasan, untuk mengambilmu kembali, batu permata mulia, itu semua demi melindungi apa yang berharga bagiku." Forhan memandang Danny, ia sedang berbicara pada batu permata mulia yang sedang menguasai Danny.
Sedang Danny dalam kesadaran yang begitu kecil, tidak mampu berbuat banyak selain penasaran, namun sayangnya ia tidak bisa menanyakan lebih lanjut alasan mengapa Forhan melakukan hal ini, batu permata mulia yang mewakilkannya bicara tidak memberi kesempatan pada sang pria besar itu untuk menjelaskannya.
"Baiklah, batu permata mulia, mau bagaimana pun aku tetap akan mengambilmu darinya, aku harus memenuhi tujuanku!" Forhan melesat cepat mendekati Danny.
__ADS_1
"Demi human ... takdirmu berakhir di sini ...."
Krrt ....
Danny menggertakan giginya sendiri sebagai tanda ia memang sudah benar-benar serius untuk menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalannya itu.
Huuuushhhhh!
Srrrhhh! Sreaaakkk!!
Tanpa bisa disadari Forhan, tubuh Danny mengeluarkan aura kekuatan angin yang luar biasa, hempasannya membuat ia harus terseret jauh ke belakang.
__ADS_1