Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 129: Peraturan


__ADS_3

Danny di bawa ke ruangan khusus Dark Shadow oleh salah satu anggotanya itu, tentu saja dalam penjagaan yang ketat tentunya.


Dark Shadow benar-benar menentukan setiap langkahnya hampir tanpa celah, maka dari itu Danny tidak boleh melihat keadaan sekitar kecuali jalan yang sedang ia ikuti di pimpin oleh makhluk itu.


Keadaan diluar remang-remang, lampu yang disediakan tidak cukup membantu untuk menerangi area sekitar ini, apalagi Danny hanya melihat makhluk bayangan ini, entah mengapa ia bisa melihat bayangan hitam di keadaan gelap begini.


Akhirnya Danny masuk ke sebuah bangunan yang tidak terlalu besar, nampaknya kegiatan komando memang dilakukan di sini, ini adalah markas mereka.


Keadaan ruangan bangunan ini cukup terawat, berbeda sekali dengan keadaan di sel, nampaknya memang Dark Shadow peduli juga terhadap kebersihan ternyata.


Ruangannya seperti rumah pada umumnya, ada pajangan bunga, alat kebersihan, kursi meja dan sebagainya. Namun akhirnya Danny memasuki sebuah ruangan khusus pula.


Pintu berwarna putih itu di buka, akhirnya Danny bisa melihat sebuah ruangan serba putih, di tengahnya terdapat meja besar dan diikuti beberapa kursi yang mengiringi meja itu.

__ADS_1


Di sana terdapat tiga makhluk bayangan yang sedang duduk dan satu lagi sedang berdiri di sana dengan pandangan merah menyala pada matanya.


Dan ternyata di sebelah Makhluk itu ternyata ada Arthur! Ia memakai kaos putih dan celana hitam pendek, terlihat ia juga melihat kedatangan Danny, namun dengan pandangan yang berbeda.


"Aku membawakan dia untukmu ketua," ujar anggota Dark Shadow yang membimbing Danny menuju ruangan ini.


"Kerja bagus, tutuplah pintu, Danny kau bisa mengambil kursi yang mana saja yang kau suka," ucap makhluk bayangan bermata merah menyala itu, dialah yang kemarin berbicara dengan Danny untuk manawarkan penawaran padanya.


Melihat penampilan makhluk bermata merah dengan makhluk bayangan yang lain, Danny bisa menilai dengan mudah bahwa ia ialah pemimpin Dark Shadow saat ini.


Danny mengamat-amati ruangan serba putih ini, hanya ada meja dan kursi yang berwarna hitam, selain itu tidak ada apapun yang benar-benar menarik perhatiannya.


Danny ikut serta merta memperhatikan Arthur yang tengah berdiri itu, nampaknya memang ada sesuatu yang berbeda dari dirinya yang dulu.

__ADS_1


"Baiklah Danny, kau pasti tahu kan alasan mengapa kau di panggil ke sini?"


Danny mengangguk pelan, apalagi yang sebenarnya dapat terjadi di sini selain memang akan di adakan pertemuan sebelum pertarungan di mulai?


"Tuan, saya akan mempersiapkan arena pertarungannya," ucap salah satu dari keempat anggota Dark Shadow yang tengah duduk itu.


"Baiklah ...." Setelah sang ketua mengizinkannya, salah satu dari anggota Dark Shadow keluar dari ruangan ini.


"Baiklah, di sini aku akan mengadakan beberapa penyesuaian di sini ...."


Sang ketua yang tengah berdiri mulai memberi penjelasan tentang bagaimana teknis pertarungan nanti.


"Ketentuannya telah kau dengar kemarin Danny, namun ada sedikit perubahan dari kompetisi yang biasanya kita lakukan ...."

__ADS_1


Danny penasaran akal hal apa yang berubah dalam peraturan pertandingan kali ini. "Maksudmu?"


"Hanya ada satu ronde, tidak ada batasan waktu, yang bisa bertahan tanpa terjatuh ke lantai sekalipun itulah pemenangnya."


__ADS_2